
Besoknya Dika meminta bertemu berdua dengan Daniel di apartemen nya, dan Daniel pun datang ke tempat Dika. Karena Dika ingin membahas tentang wanita yang Louis sebutkan kemarin.
''Niel, gue ingin bahas tentang wanita yang disebutkan di Loius kemarin. Apa Lo sepemikiran dengan gue gak ?'' tanya Dika sambil meminum minuman alkohol nya.
''Entahlah Dik, gue gak yakin soal itu.'' ucap Daniel acuh
''Daniel, kalau benar itu dia artinya Lo gak berhasil membuat dia tersiksa Niel, sementara justru saat ini Lo masih luntang lantung tidak memiliki pekerjaan lagi, apa Lo terima itu?'' Dika masih berusia mencucinya otak Daniel.
''Lalu gue harus apa lagi ? Gue sudah tidak peduli dengan wanita murahan itu. Lo dengar sendiri kan dia sedang hamil dan parahnya mungkin saat itu dia sudah memiliki suami. Sialan gue dapat bekas laki nya.'' ujar Daniel dengan nada tinggi, Daniel jadi marah dan tidak terima akan hal itu.
''Lo itu, kayak yang pernah sama gadis saja Lo. Bukannya selama ini kita main sama yang sudah bolong.'' ucap Dika mengejek Daniel.
'Oh iya, benar juga yang dikatakan si Dika. Tapi kenapa gue rasa gue kecewa dengan kenyataan bahwa wanita itu sudah bekas.' batinnya berbicara
Tapi tiba-tiba Daniel jadi ingat dengan noda di seprai putih waktu itu.
'Terus noda apa yang ada di seprai gue dulu, apakah noda miliknya, artinya dia masih bersegel dong?' dugaan Daniel tapi sayang dia tidak ingat akan kejadian malam itu, sehingga tak ingat apakah Risma masih perawan atau tidak.
''Nih gue kasih saran buat Lo Niel.''
''Saran apa lagi ?'' tanya Daniel sembari minum wine
''Lo harus selidiki dulu wanita itu benar sudah punya suami atau belum.'' ucap Dika
''Untuk apa sih gue mastiin soal itu, sudah jelas si Loius mengatakan kalau dia itu udah punya suami. Lo kalau ngomong tuh yang waras dong jangan asal deh.'' Daniel langsung protes
''Haduh Lo ini, jangan marah-marah dulu Niel. Sorry ya Niel tapi gue harus ngomong ini ke Lo, kalau gue takutnya tuh anak yang dia kandung adalah Anek Lo, nah gimana ?'' ucap Dika mengatakan dugaannya.
Daniel langsung menatap sengit pada Dika dia marah dan tersinggung.
''Apa maksud Lo ? Itu bukan anak gue Lo ingat itu baik-baik. Itu bukan anak gue dan dia hamil anak orang lain, Lo camkan ini baik-baik ya Dika. Gue tidak sudi punya anak dari Wanita kampung itu.'' bentak Daniel marah pada Dika.
''Lo kenapa marah-marah sama gue Daniel, gue disini hanya ngasih tau itu ke Lo karena gue gak mau sampai kejadian malam itu membuahkan hasil apa Lo lupa, bukannya saat itu Lo gak pakai pengaman Niel ? Dan itu tidak menutup kemungkinan kecebong Lo jadi .'' ucap Dika mengingatkan Daniel.
''Itu tidak mungkin terjadi, gue yakin itu bukan anak gue. Dan gue sendiri tidak sudi memiliki anak darinya, tidak ini pasti salah.'' pekiknya mencoba percaya pada hatinya.
__ADS_1
''Untuk membuktikan itu Lo harus menyelidik ini Daniel sebelum Lo terlambat dan dia melakukan hal tak terduga nantinya untuk masa depan Lo.'' ucap Dika
''Apa maksud Lo Dika? Bicara dengan jelas !'' pinta Daniel dengan sedikit penasaran.
''Lo harus menyelidik ini, Lo harus memastikan kalau itu memang bukan anak Lo Daniel. Jangan nunggu wanita itu memanfaatkan kesempatan ini untuk memeras Lo Daniel, Lo harus bertindak sebelum ini ketahuan oleh kakak Lo.''
''Lalu apa yang harus gue lakukan?''
''Lo cari tahu dan pastikan itu dia atau bukan dan Lo pastikan juga itu anak siapa.'' ucap Dika
''Hm, Lo benar. Gue akan secepatnya mencari tahu.'' Daniel setuju dengan usulnya Dika.
**
Maka disinilah dia sekarang di restauran miliki sahabatnya siapa lagi kalau bukan Loius.
Daniel akan memulai rencananya, melihat wanita itu dan memastikan itu Risma atau bukan.
Pria itu pun datang menjadi pengunjung dan ia memakai topi juga kacamata hitam, penampilan Daniel ini cukup beda dari Daniel yang Risma lihat beberapa bulan lalu. Karena sekarang Daniel mempunyai bulu-bulu halus di sekitar wajahnya sehingga Daniel pikir mungkin Risma tidak akan mengenalinya dan curiga.
''Saya minta kopi dan kentang goreng.'' ucap Daniel memberitahu pelayan itu tapi dia bukan Risma.
''Baik mohon di tunggu Tuan.'' ucap si pelayan dan berlalu pergi.
''Dimana wanita itu? Aku tidak melihatnya. hm, mungkin ini hanya kecemasan ku saja pasti dia tidak ada disini.'' monolog nya Daniel seraya melihat sana sini mencari Risma.
''Permisi ini pesanan Anda Nyonya.'' ucap seorang wanita dibelakang Daniel
Maka Daniel langsung menolehkan kepalanya ke belakang karena dia seperti pernah mendengar suara itu. Tapi sayang wanita itu berdiri membelakangi nya.
Danielle penasaran hingga dia punya ide. Tiba-tiba saja Daniel menjatuhkan buku menu tepat di bawah dekat kaki wanita itu.
Lantas wanita itu setengah berbalik badan kemudian melihat pada buku menu yang terjauh.
''Maaf Tuan, ini buku tamu nya terjatuh.'' ucap wanita itu tepat pada Daniel yang langsung diam terpaku menatap si wanita.
__ADS_1
''Dia? Disini.''
Mata keduanya saling tatap tapi si wanita tidak bisa melihat dengan jelas wajah apalagi mata pria ini sebab Pria itu memakai kacamata hitam.
Risma pun hanya mengangguk sopan sambil menampilkan senyuman untuk Pria itu kemudian berlaku pergi untuk kembali bekerja.
Daniel masih menatap wanita itu, wanita yang ia dan Dika duga rupanya benar ada di restauran ini bekerja disini.
''Rupanya benar dia memang wanita yang sama wanita yang kemarin aku keluarkan dari sekolah si Yui. Benar kata si Dika, dia terlihat baik-baik saja tapi gue, gue justru seperti gembel yang sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Gue harus cari cara untuk membuat wanita itu tersiksa.'' ucapnya dengan amarah membara.
Padahal Risma sama sekali tidak punya kesalahan apapun pada Daniel maupun Dika. Tapi dua pria itu memang kejam tak memiliki perasaan.
Malam harinya..
''Tunggu!'' ucap seorang pria menghentikan langkah kaki seorang wanita yang barusan pulang bekerja.
Lantas wanita itu menoleh ke belakang lalu melihat pada seorang pria yang tadi memanggilnya mungkin, karena disana tidak ada siapa-siapa lagi selain mereka berdua.
''Apa Anda bicara dengan saya?'' ucap Risma bertanya.
Kemudian si pria tadi berjalan mendekati Risma dan berdiri di dekat Risma.
'Pria ini kenapa seperti orang yang tadi di restauran ya?' batin Risma
''Apa kamu sedang hamil?'' tiba-tiba tanya pria itu mengejutkan Risma.
Risma langsung melebarkan matanya tanda ia kaget dengan pertanyaan pria ini.
''Maksudnya apa ya?'' ucap Risma
''Jawab saja kamu lagi hamil atau tidak?'' Pria itu meninggikan suaranya.
''Maaf tapi sepertinya itu tidak ada urusannya dengan Anda! Saya permisi.'' Risma akan berlalu
''Anak siapa itu?'' tanya si pria dengan suara keras bahkan menarik tangan Risma hingga Risma berbalik badan lalu menatapnya lagi.
__ADS_1
Risma tersentak kaget ketika melihat dengan jelas wajah si pria yang ternyata itu adalah pria bajingan yang tidak punya hati dan rasa tanggung jawab. Daniel membuka kacamata dan topinya sehingga kini Risma bisa melihatnya dengan jelas.