
''Apa Bu? maksud ibu bagaimana ya? Kenapa tiba-tiba saja saya dikeluarkan Bu ?'' tanya Risma beruntun dia sama sekali tidak mengerti dan kebingungan.
''Bu apa saya sudah melakukan kesalahan?'' tanyanya kembali.
''Karena kamu kemarin banyak libur Risma, itu yang menyebabkan kamu dikeluarkan.'' jawab kepsek
''Tapi Bu, bukannya saya masih dalam batas wajar? Saya memiliki alasan kuat, dan juga saya sudah meminta izin dulu sebelumnya kan?'' ucap Risma membela diri dan untuk alasan ia di pecat gara-gara tidak masuk untuk mengejar rasanya itu terlalu di buat-buat.
''Risma saya juga tidak punya pilihan lain, karena sudah terlalu banyak yang melaporkan mu kepada saya, dan memang sebaiknya kamu istirahat dulu saja.'' ujar kepsek
''Bu, maafkan saya kalau hal itu membuat ketidak nyamanan semua tapi saya janji Bu, saya akan memperbaiki diri dan tidak akan lagi banyak absen Bu, tapi tolong berikan lagi kesempatan untuk saya agar kembali disini.'' mohon Risma
''Maaf Risma, saya sudah tidak bisa menerima mu lagi, dan sebaiknya sekarang kamu kemasi barang-barang mu dan saya harap kamu mengerti kalau kamu sudah tidak bisa disini lagi.'' ucap Bu kepsek dengan tegas dan secara halus mengusir Risma juga menyuruhnya untuk jangan lagi datang ke sekolah itu untuk mengajar anak muridnya.
Hati Risma sangat sakit sekali mendapatkan kenyataan ini, pekerjaan nya yang dia sayangi dan ia cita-citakan akhirnya harus ia tinggalkan.
Dengan langkah gontai dan lemas Risma keluar dari ruangan itu lalu dia akan membawa semua barang-barang nya di sekolah ini, sesuai perintah kepala sekolah tadi.
__ADS_1
''Risma, kamu kenapa sakit Ris?'' Gina teman se pekerjaan menyapa Risma
''Eh Gin, Aku tidak sakit kok aku baik-baik saja.'' ucapnya coba tersenyum
''Tapi aku perhatikan kamu kayanya lagi sakit wajahmu pucat loh,'' ucap Gina
''Em mungkin aku sedikit kecapean saja,'' jawab Risma
''Kalau tidak enak badan mending kamu ijin pulang saja, daripada di paksain Risma.'' ujar Ghina
''Ris, ada apa ? Kamu kok nangis, apa aku ada salah kata ?'' tanya Gina cemas
Risma menggeleng, ''Bukan Gin, sebenarnya Aku ini di pecat dari sekolah Aku sudah tidak bisa lagi mengajar disini.'' ucapnya memberitahu Gina.
''Apa Ris! Tapi kenapa? Dan bagaimana bisa?'' pekik Gina bahkan dia juga terkejut
Kemudian Risma menjelaskan semuanya dan mengatakan apa yang menjadi alasan ia di keluarkan.
__ADS_1
''Itu tidak masuk akal Ris, banyak ya kan Guru-guru lain yang suka bolos dan tidak rajin tapi mereka gak dii keluarkan iya kan, tapi ini gimana bisa malah kamu harus berhenti rasanya ini gak adil Risma.'' ucap Gina protes dengan keputusan pemecatan ini.
''Mungkin ini memang takdir Aku untuk berhenti sekarang, yaudah Gin, aku mau ke ruangan dulu ya mau ambil barang-barang ku, kamu juga kembali saja mengajar ya keburu Bu kepsek lihat nanti malah bahaya.'' ucap Risma tidak ingin Gina terkena imbasnya juga.
''Yasudah maafkan aku ya yang gak bisa bantu kamu, oh ya aku doakan moga kamu secepatnya dapat kembali pekerjaan ya Ris.'' ujar Gina menyemangati Risma
''Amiin makasih Gina.''
''Iya sama-sama.''
Sekarang Risma pun membereskan semua barang miliknya, sebelum pergi Risma melihat dulu seluruh ruangan ini dimana dia jadi teringat saat pertama kali dirinya tangan ke tempat ini.
''Dulu aku sangat bahagia sekali datang ke sekolah ini, bisa mengajar di perguruan tinggi ini. Tapi hari ini ... Hikks , justru aku harus pergi dan rasanya ini sangat menyakitkan, sebenarnya apa salahku. Aku tidak menyangka hanya karena kemarin aku tidak masuk aku langsung di keluarkan, ini cukup aneh.'' Risma masih tidak percaya kini dia harus berhenti dan memang tidak semua itu bagi Risma menerimanya.
''Bu Risma!'' seseorang datang dan memanggilnya lalu saat Risma menoleh anak itu langsung berlari memeluk Risma.
''Bu Risma! Jangan pergi.'' ucapnya meminta dan sembari menangis.
__ADS_1