Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Burung berkicau di remas


__ADS_3

''Ayo tidur.'' tiba-tiba ajak Daniel.


Risma menatapnya bingung, kemudian melihat jam ah iya ini sudah malam ternyata.


Daniel sudah beranjak tapi cepat di cegah oleh Risma, ''Tunggu dulu kamu mau kemana ?'' tanyanya sehingga Daniel duduk lagi dan menatap wanita itu.


''Kenapa bertanya seperti itu? Sudah pasti Aku ingin istirahat di kamar, apa harus dijelaskan ya.'' kata Daniel.


''Di kamar ? Tapi kamar ini hanya ada tiga kamar, terus kamu maksudnya mau tidur di kamar siapa?'' kembali tanya Risma.


''Astaga ... '' desah Daniel ia capek sendiri.


''Jelas kamar mu dong iya kali aku tidur di kamar adikmu atau Ibu, itu tidak mungkin kan.'' kata Daniel


''Enak saja, lalu aku harus dimana?Masa aku yang di luar.'' gerutu Risma.


''Oh sial!! Masa sih kamu jadi Guru, tapi otak mu ini loading sekali! Apa kau lupa kita ini telah menikah, kita adalah pasangan yang halal jadi aku tidur nya dengan mu, di kamar.'' Daniel menekankan setiap ucapannya agar wanita di depannya ini mengerti.


''Eee ...Itu ya, tapi maaf aku belum bisa tidur dengan kamu di dalam ruangan yang sama. Aku benar-benar tidak bisa.'' ucap Risma dengan lirih karena tidak enak pada Daniel namun dia harus mengatakan nya langsung.


''Kenapa ? Aku tidak akan menggigit mu kok Bu guru.'' ujarnya Daniel, menggoda Risma.


''Aku ... Aku masih takut, padamu.'' cicitnya


''Ah soal itu ya,'' Daniel mulai paham lalu sampai kapan dia terpisah dengan Risma paling tidak dia bisa tidur dengan nyaman di atas kasur.


''Iya maaf ya, ku mohon kamu mengerti itu.'' pinta Risma


''Ya, baiklah. Aku akan tidur di sini saja yaudah cepat kamu ke kamar mu, dan istirahat lah!'' akhirnya Daniel mengalah dan menyuruh Risma untuk beristirahat karena hari sudah sangat malam.


''Iya, kamu tidak masalah kan tidurnya disini?'' apakah Risma mencemaskan Daniel ?


''Kalau kau memang benar-benar kasihan dan cemas padaku, maka ijinkan aku untuk pergi ke kamar mu dan tidur dengan mu.'' balasnya sengaja dengan sedikit godaan lagi ini semua Daniel lakukan agar Risma cepat pergi.


''Ah tidak tidak, iya sebaiknya kamu cepat tidur aku juga mau tidur ini.'' kata Risma buru-buru ke kamarnya.


''Dasar ya Wanita itu, mungkin dia takut aku tidak nyaman tapi malu juga untuk menyuruhku tidur di kamarnya, hahahaa bikin gemes saja dia.'' gumam Daniel


Suara Daniel yang mengorok dan mendengkur terdengar cukup keras itu tandanya ia sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar, seorang wanita justru kesusahan tidur. Matanya tidak bisa di kondisikan, padahal hari sudah sangat malam tepat pukul dua dini hari Risma belum juga dapat tidur.


''Hmm, Kenapa dengan ku ya kok aku kesusahan tidur gini sih. Kamar ini juga kenapa rasanya tiba-tiba jadi panas.''


''Ahh, aku kepanasan sangat gerah sekali. Aku coba cari udara di luar deh.'' monolognya.


Ternyata Daniel sudah tidur Risma jadi kesal melihat itu, karena tadinya dia ingin di temani Daniel ehh taunya Pria itu justru sudah mengorok keras.


''Yaa, dia nya udah tidur. Tapi aku kesusahan dan lihat dia enak enakan mendengkur sementara istrinya ini kepanasan, suami macam apa dia ini!'' gerutuan Risma.


''Eeh tunggu, apa yang aku katakan ? Apa Aku mulai mengakui hubungan ini? Ah tidak tidak itu terlalu cepat, tapi apa salahnya toh kenyataannya kita adalah suami istri kan?'' Risma jadi senyum-senyum sendiri.


***


Pagi pun tiba,


Bu Maya yang pertama bangun itu langsung terkejut begitu melihat anak dan menantunya tidur di bawah di atas karpet bulu dalam posisi berpelukan.


''Ya ampun mereka ini, berpelukan dan tidur diluar rupanya. Kenapa tidak tidur di dalam saja agar puas saling peluk nya.'' ucap Bu Maya pelan dan terkekeh.


Bu Maya tidak mengganggu dua pasangan baru halal itu, tapi lebih memilih pergi ke dapur dan melakukan aktivitas pagi dan membiarkan mereka tetap di posisi yang hangat.


Terdapat rambut panjang, juga ada tangannya dan em, ada yang berbenturan bola pas di tangannya.


Pria itu merasa aneh lalu cepat membuka matanya rupanya yang dia pegang bukan bola, tapi ... Buah milik Risma.


''Astaga ternyata dia.'' ucapnya pelan karena tidak mau Risma bangun lalu marah-marah padanya karena sudah berani menyentuh.


Daniel kembali ke posisi terlentang, menatap langit-langit ruang tengah.


''Aneh, kenapa wanita ini ada disini? Bukannya dia tidur di kamar kan? Lalu sekarang justru memelukku erat, Duhh mana tangan mu itu kena pas pada si berkicau lagi.'' Daniel jadi menggerutu mana bekicau jam segini bangun di tambah di raba oleh tangan Risma.


''Kalau dia sadar tidak mungkin dia mau mendiamkan tangan nya itu ke si bekicau, ah ini karena dia masih tidur.'' kata Daniel


''Apa dia suka tidur nya sambil kelayapan ya? Sampai-sampai bisa ada disini.'' tebak Daniel


Lalu tiba-tiba Daniel berteriak sangat kencang.


''Aaaarrrrgghh.'' pekiknya terkejut sekali.

__ADS_1


Ternyata tangan itu meremas si berkicau nya dengan cukup kuat lagi, sontak saja Daniel kaget dan ini sakit bukan main.


Risma yang kaget dengan teriakan seseorang di sampingnya langsung membuka mata dan jantungnya berdegup cepat, jelas saja dia kan masih tidur tadi.


''A-ada apa? Kenapa berteriak?'' tanyanya tanpa dosa


''Bagus kamu udah bangun, apa kau tidak ingat kau sudah meremas si berkicau, duh ini sangat sakit tau.'' omelnya


''Apa itu berkicau? Burung kah?'' tanya Risma malah eror baru bangun tidur soalnya.


''Iya benar burung.'' Daniel menekan kata burung.


''Mana burung? Di dalam rumah mana ada burung kamu ini ada-ada saja.'' justru Risma mengejeknya


''Jelas ada,''


''Mana?''


''Ini, nih rasakan.'' tangan jahil itu menarik tangan Risma lalu di tekan nya pada bekicau punya Daniel.


''Aaaaa, apa sih itu?'' Risma kaget merasakan yang keras dan panjang.


Dia buru-buru menarik lagi tangannya dari Daniel.


''Ini tuh si berkicau, kamu sudah paham kan?'' kata Pria itu


''Apaan sih, jorok kamu.'' Risma jadi malu sendiri dan langsung membuang muka.


Matanya menatap ruangan ini, 'Loh ini kan bukan di kamar, bagaimana bisa aku tiba-tiba ada disini?'


''Apa kamu yang bawa aku ke sini? Seperti kemarin kamu bawa aku kedalam kamar ayo katakan!'' tanyanya dengan sedikit tuduhan.


''Apa? Kenapa kau menuduh ku? Aku tidak membawamu kesini, aku berani sumpah aku tidak tahu dan juga bingung kenapa kamu ada disini?''


''Jangan bohong kamu?''


''Nggak , aku berani sumpah Bu Guru.'' tegasnya


''Ini aneh,'' Risma tidak ingat saja sebenarnya dia semalam urung uringan karena ditinggal tidur duluan oleh Daniel, lalu tiba-tiba Risma ikut berbaring di samping Pria itu dan ketiduran sampai pagi.

__ADS_1


Ini semua adalah bawaan bayi mereka, yang memang sepertinya ingin bersama ayahnya yaitu Daniel.


__ADS_2