
Plakkkk!
Suara tamparan keras menggema di ruangan itu, saat seorang Kakak menampar pipi adiknya begitu sang adik masuk kedalam rumah.
''Kak, apa apaan kau ini ?'' pekiknya terkejut seraya mengusap pipinya yang kebas dan ini sangat sakit.
Daniel menatap bingung kearah Doni, sementara Doni juga menatap tajam pada Daniel.
''Mbak, dia ini kenapa ? Tiba-tiba menampar ku begini, tanpa alasan ?'' tanyanya kepada Yessi yang hanya diam menyaksikan.
Yessi tidak menggubris pertanyaan Daniel karena dia juga sama kecewa nya dengan Doni atas apa yang sudah Daniel perbuat kepada seorang wanita.
''Kalian ini kenapa sih? Hei ayo bicara ? Kak apa salah ku hah?''
Doni langsung maju ''Apa salah mu? Kau tanya apa kesalahan mu? Dasar anak kurang ajar kamu Daniel, kamu sudah membuat saya malu! Kau sudah mencoreng nama saya!'' bentak Doni sekali lagi menampar bahkan memukul wajah Daniel.
Bughh
Buggh.
''Stop Kak, a-apa maksud Kakak ? A-aku aku benar tidak mengerti.'' ucap Daniel
''Mbok ... Ambilkan ponsel mu, dan juga bukti yang lain Mbok !'' teriak Doni seraya menyuruh pembantunya untuk membawakan yang dia minta.
Kemudian si Mbok Siti datang dengan tergopoh-gopoh sambil terus menunduk takut dan membawa ponsel ditangannya juga sebuah seprai putih.
Mata Daniel juga langsung membola dengan sempurna, matanya seakan mau keluar dari tempatnya. Dia tak menyangka kalau semuanya akan ketahuan secepat ini.
'Sial, darimana mereka tahu ?' ucap batinnya
''Kau lihat ini Daniel! Lihat dengan benar!'' kata Doni sambil menunjukkan kain putih yang terdapat noda itu kehadapan Daniel.
''A-apa ini Maksudna sih Kak ?'' Daniel masih pura-pura tidak mengerti
''Astaga Daniel, jadi kamu belum juga mau bicara ya. Lihat ini dengan jelas Daniel! Dan saya harap kau mengingat apa yang sudah kau lakukan.'' ucap Doni mulai geram dengan tingkah Daniel yang masih juga belum mengaku.
''Kak Don, Mbak Yess, Aku- aku gak tahu ada apa ini sebenarnya, kenapa sih kalian tiba-tiba kayak gini? Apa salah ku?'' ucap Daniel
''Daniel! Kamu ini laki-laki macam apa ? Bukannya mengakui kesalahan mu, kamu malah terus mengelak nya. Mas sini biar aku tunjukkan pada dia apa yang sudah kita ketahui tentang dia.'' ucap Yessi kemudian mengambil ponsel di tangan suaminya dan langsung memperlihatkan bukti dari rekaman di ponsel itu.
[Bro, Lo pakai pengaman gak?] itu suara Dika
[Sial Bro, gue kayaknya gak pake.] balas Daniel terdengar panik
[Astaga Bro, Lo ini kenapa ceroboh sekali, gimana kalau dia nanti sampai hamil?] kata Dika
[Gue lupa dan ingat kesana Bro.]
__ADS_1
[Gimana kalau wanita itu hamil dan Lo ketahuan Kakak Lo, terus Lo bakal di usir Bro.] ucap Dika
[Dik, stop bicara kayak gitu Lo bikin gue tambah pusing tahu gak.] ucap Daniel menyuruh Dika berhenti membahas itu.
'Sial ... Sial ... sialan.' hati Daniel berteriak marah.
''Apa ini semua Daniel apa? Kau jelaskan apa yang sudah terjadi!'' bentak Doni kehabisan sabar
''Kak, ini tidak seperti yang kalian pikirkan. A-aku aku- bisa jelaskan semua ini kok.'' kata Daniel
''Yasudah ayo coba kamu jelaskan!'' suruh Doni
''Itu ... Itu ... ''
''Itu apa hah ?'' bentak Doni
''Itu semuanya tidak benar Kak.''
''Daniel, Mbak gak menyangka sekali kamu biisa melakukan ini Niel, apa memangnya salah wanita itu kepada mu? Sehingga kau bisa melakukannya.'' tanya Yessi ikut sesak ketika membayangkan bagaimana perasaan wanita itu yang tidak lain adalah Risma.
''Daniel, Mbak benar-benar kecewa padam. Kau bisa bisanya berbuat kayak gini kenapa Niel? Bahkan pada guru nya Yuizi, kau melakukan nya ? Sungguh kau biadab Niel !'' pekik Yessi meluapkan rasa marah juga sesalnya.
''Mbak, Kak, kalian percaya lah padaku. Sebenarnya dia itu yang sudah menggoda ku duluan mbak, bukan Aku yang melakukan nya duluan kepada wanita itu. Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa tanyakan langsung kepada wanita itu sendiri bahwa dia lah yang sudah datang ke kamar ku sendiri lalu dia menggoda ku dan membuat hal kotor di kamar ku, dia- dia yang memulai duluan.'' Daniel mengatakan semua itu untuk membela dirinya sendiri.
Plakk
Plakk
''Mbak!'' pekik Daniel
''Kenapa ? Apa itu sakit Danie ?''
''Apa tamparan yang ku berikan tadi terasa sakit mengenai wajahmu hah? Begitu juga yang wanita itu rasakan bahkan lebih dari tamparan yang ku berikan padamu tadi.'' kata Yessi menyindir Daniel
''Hei Kak, lihat istrimu ini dia berani sekali menampar wajah ku Kak.'' Daniel mengadu
''Dasar anak tak tahu di untung kau Daniel, bukannya sadar dengan kesalahan mu justru kau terus mengelak kau ini terbuat dari apa sebenarnya hatimu itu Daniel ?'' bentak Doni dan sama sekali tidak membela Daniel.
''Kalian tidak bisa menyalahkan ku seperti ini, karena yang harusnya disalahkan itu adalah wanita sialan itu, yang sudah menjebak ku dan menggoda ku ini sama sekali tidak adil.'' pekik Daniel menyalahkan Risma.
''Ok kalau itu yang kau mau, kita akan menemui wanita itu malam ini dan siap-siap lah kau, harus mendapatkan hukuman ini.'' ucap Doni sudah memutuskan nya dengan mantap.
''Bagaimana Daniel, kau tak takut kan kita pergi menemui wanita itu hah?'' tanya Yessi menantang Daniel.
''Y-ya, ya Aku tidak takut kepada harus takut.''
''Baiklah siapkan dirimu untuk pergi dari rumah ini, Daniel ! Ingat saya tidak main-main.'' ancam Doni kemudian pergi diikuti Yessi.
__ADS_1
''Sial ... Sialan ... Bagaimana bisa mereka tahu soal ini? Oh ya apa ini perbuatan si Yui ? Kurang ajar lihat apa yang akan aku lakukan jika benar ini ulah mu.'' Daniel meluapkan amarahnya di dalam kamar.
''Tapi sepertinya ini bukan karena si Yui, atau ini ulah Mbok Siti ? Bukankah tadi mereka menunjukkan nya dari ponsel di Mbok, ah sial ... Daniel ... Kenapa kau bisa se- ceroboh ini.'' pekiknya memaki diri sendiri.
**
Syukurlah hari ini kondisi tubuh Risma sudah membaik dia tidak lagi pusing dan lemas, sehingga dia bisa kembali mengajar di sekolah.
''Selamat pagi anak-anak.'' sapanya pada muridnya begitu masuk ke kelas.
''Selamat pagi Bu Risma.'' jawab semua murid
''Bu, kemarin katanya Ibu sakit ya?'' tanya salah satu murid yang tidak takut kepada Risma ini sehingga berani bertanya soal Risma.
''Iya Vini, kemarin Ibu memang kurang enak badan, tapi hari ini Alhamdulillah Ibu sudah sembuh kok.'' balas Risma
''Iya Bu, kami senang sekali Ibu sudah sembuh jadi sudah bisa ke sekolah kita lagi ya kan teman-teman ?'' kata Vini meminta pendapat teman-temannya.
''Iya benar Bu, kami sangat senang Ibu bisa kembali mengajar lagi.'' jawab mereka
Diam-diam Yuizi juga begitu bersyukur akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan Risma, tentunya anak itu merasa lega karena Risma kembali ke sekolah dan sudah sembuh.
''Yasudah bisa kita mulai sekarang pelajaran nya?'' ucap Risma memang ramah dan gaya mengajarnya itu lembut namun tetap tegas.
''Iya Bu Risma.''
''Baiklah silahkan di buka buku halaman bagian Tiga ya!''
''Baik Bu guru.''
Semua murid pun pada belajar dengan sungguh-sungguh dan bersemangat karena ada Risma.
''Hay Yui.'' saat istirahat Risma menemui Yuizi
''Bu, i-iya hai Bu.'' balas Yui kaget
''Loh kamu kok seperti kaget gitu lihat Ibu ? Gimana kabar mu hm?'' tanya Risma seraya tersenyum
''A-aku baik Bu, em ... Ibu sendiri bagaimana kabar Ibu ?''
''Ibu baik Yui,''
''Em Bu, maaf kemarin memangnya ibu sakit apa? DAN maaf ya Bu Yui gak bisa jenguk Ibu soalnya Yui gak tau alamat rumah ibu.'' ucap Yui sedih
''Iya gak apa-apa Yui, sekarang ini ibu kan sudah sembuh, jangan sedih begitu ah ibu baik-baik saja Yui. Kemarin ibu hanya masuk angin saja kok jadi Ibu gak bisa mengajar.'' jelas Risma
''Iya Bu, syukurlah Ibu hanya masuk angin, dan sekarang sudah sembuh Yui senang mendengarnya.'' kata Yui mencoba tersenyum.
__ADS_1
''Nah begitu kan tambah cantik, jangan sedih-sedih lagi ok!'' ucap Risma
''Baik Bu.'' angguk patuh Yuizi.