
Tatapan Daniel sangat menusuk tertuju pada Loius, yang merupakan sahabatnya, namun itu dulu sebelum kejadian menyesakkan dada Daniel.
"Kalian kenapa jadi saling bertengkar seperti ini?" tanya Doni menatap Daniel dan Loius bergantian.
"Bang, sebenarnya ini hanya salah paham antara gue dan dia." ujar Loius
"Apa? Salah paham Lo bilang?" sahut Daniel segera dengan nada tinggi, tatapannya masih sangat tajam.
"Ya Niel, gue kesini ingin minta maaf Niel. Gue akui memang saat itu gue bersalah, tapi sumpah gue gak bermaksud hanya---" ucapan Loius terputus.
"Hanya, hanya apa hah? Mata Lo itu sangat kotor Louis waktu itu! Apa kau lupa hah?" kata Daniel
"Sorry Niel, gue emang bersalah tapi tolong Lo maafin gue." ucap Loius sungguh-sungguh "Gue nyesel Niel, gue menyesal." lanjutnya.
"Cih!" balas Daniel meludah mengejek ucapan Loius
"Kalian bisa tidak jangan membesarkan masalah ini, apalagi di acara bahagia ku." ucapnya Risma dengan tegas.
"Maafkan saya Risma, saya datang ingin meminta maaf atas kejadian kemarin. Saya sadar kok saya emang udah salah sama kamu. Tapi Risma, sungguh itu semua diluar kendali saya, dan saya tak bermaksud hal kotor sumpah." Loius terus menjelaskan semuanya pada Risma dan berharap Risma maupun Daniel memaafkan nya.
"Untuk saat ini beri dia kesempatan, Aku tidak mau acara kita kacau dan menjadi tontonan tetangga, ku mohon!" Risma berbisik pada Daniel.
"Kau! Bahkan kau memohon untuknya." kata Daniel jadi salah menduga.
__ADS_1
"Bukan gitu, kamu mengerti tidak sih yang aku katakan? Aku hanya tidak mau nanti orang-orang pada ngomongin kita yang nggak-nggak." jelas Risma
"Baiklah Aku melakukan ini semua karena mu dan anak kita, bukan karena Aku sudah benar-benar melupakan kejadian itu." ucap Daniel menatap tajam kearah Loius.
"Bro, Lo bisa marah sama gue tapi please Bro! Kita bisa jadi teman lagi kan?" ucap Louis dengan serius.
"Apa Lo masih memiliki pikiran yang sama terhadap istri gue?" tanya Daniel tiba-tiba.
"Astaga Lo masih ragu Niel, sumpah gue udah hapusin semua pikiran gue tentang itu." jawab Loius mantap
"Baiklah gue kasih Lo kesempatan, tapi ini semua karena permintaan dari istri gue, jadi gue harap Lo jangan besar kepala." kata Daniel
"Iya Niel, gue gak akan besar kepala tapi gue akan terima kasih sama Lo dan Istri Lo." ujar Loius maju selangkah.
"Eh stop! Mau apa Lo, mundur!" Daniel mencegah.
"Udah disana aja, ngucapin nya!" kata Daniel benar-benar tak membiarkan Loius dekat dengan istrinya ini.
"Huh, Lo bisa posesif juga ternyata." Loius mengejeknya.
"Sialan, jelas bisa lah, makanya Lo nikah juga sana!" Daniel balas mengejeknya.
"Ah Lo ini, iya ntar gue nikah. Kalau udah dapet yang baik dan cantik." seru Loius dengan membuang tatapan kearah lain, tapi justru dia melihat pada seorang gadis kecil. Ssshhh, ini dia gadis cantiknya. Oh tidak Loi tidak! Dia terlalu little untukmu. ujarnya dalam hati.
__ADS_1
"Woii, Lo lagi natap siapa?" sentak Daniel menyadarkan Louis.
"Eee bukan siapa-siapa Niel, hanya little cantik." Loius bergumam.
Aneh dia tadi melihat siapa disana, sampai tak berkedip gitu. Padahal disana tidak ada satu wanita pun kan, hanya ada Reva dan beberapa ibu-ibu tetangga sini. ucap Daniel dalam hati.
Tapi tiba-tiba mata Daniel terbelalak lebar saat ia memikirkan sesuatu yang ada dalam pikirannya saat ini.
What, apa si Loius lagi melihat pada adik ipar ku. Ckk, itu gak mungkin, aku tahu selera nya gak mungkin anak bau kencur dia sukai, tapi terus tadi dia melihat pada siapa dong. lanjutnya isi pikiran Daniel.
Akhirnya Loius sudah mendapatkan kesempatan dari Daniel juga maaf dari Risma dan Daniel. Kini Loius sudah cukup lega dan tidak merasa bersalah lagi.
Namun tatapan pria itu jadi tidak ingin lepas dari si gadis kecil yang menggemaskan. Bahkan dirinya sudah coba memfokuskan diri namun tetap tak bisa untuk tidak menatap adiknya Risma.
"Kenapa kamu melihat pada adikku terus ya, Pak Loius?" ucap seseorang bertanya dan mengejutkan.
Deg!
Jantungnya pun jadi berdegup kencang.
"A-a i-itu, em, a-anu Risma." Loius jadi gugup
"Itu, anu apa Pak? Kenapa Anda dari tadi melihat pada adikku? Tolong jawab ini!" ucap Risma sangat tegas.
__ADS_1
"Itu Risma anu, a-apa adi-dik mu, s-sudah punya ke- kekasih?" tanya Loius masih dengan suara terputus-putus namun mengejutkan bagi Risma.
"Apa? Apa maksud Pak Loius!" Risma memekik.