
''Bu, aku mau ke taman dulu ya.'' ucap Risma di suatu pagi.
''Tumben ke taman Ris, apa ada acara disana?'' tanya Bu Maya karena biasanya taman adalah tempat untuk di lakukan nya acara.
''Tidak ada Bu, hanya saja aku memang lagi pengen kesana.'' ucap Risma
''Oh yasudah tapi hati-hati dan jangan pulang terlalu siang lihat sepertinya matahari hari ini begitu terik Ris.'' Bu Maya mengingatkan
''Baik Bu, jam sebelas juga aku pulang.''
''Yasudah.''
Risma pun sampai di taman yang tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah nya, ia duduk di salah satu kursi ternyata di taman itu ada beberapa orang ada juga yang membawa anak-anaknya.
''Lucu sekali mereka, membawa anaknya ke taman sambil bermain sepeda.'' ucap Risma seraya menatap kedua orang tua dan satu anak laki-laki sedang di ajarkan main sepeda oleh ayahnya.
__ADS_1
''Kelihatannya sangat damai anak itu dan juga pastinya bahagia.'' ucapnya lagi
''Aku jadi ingat Bapak, dulu saat kecil aku sempat di ajarkan bapak menaiki pohon, lucu bukan kadang aku masih merasa aneh dengan bapak yang justru mengajarkan aku manjat pohon, Pak aku jadi rindu bapak.'' lanjutnya sambil tersenyum rindu.
''Bapak selalu mengajarkan aku untuk menjadi orang dan anak yang kuat, bapak tidak pernah menyuruhku untuk menjadi lemah, Pak tapi saat ini aku lemah Pak, hikks hikkks Aku butuh Bapak aku ingin Bapak hadir.'' tiba-tiba saja Risma ingat kondisinya saat ini dia rapuh dan butuh sosok ayahnya yang sudah tiada.
''Bapak aku rindu bapak.'' ucap Risma kemudian mencoba tenang dan mengusap air matanya dia ke taman ini ingin menenangkan diri bukan untuk menambah kesedihannya.
Karena hari sudah siang dan benar saja matahari begitu terik sehingga terasa panas membakar kulit. Maka Risma memilih pulang juga perutnya sudah keroncongan dia belum makan tadi pagi hanya minum teh hangat saja.
Esoknya, Risma harus mencari pekerjaan lain dia tidak mungkin hanya diam saja di rumah, sementara selama ini dia lah yang menjadi tulang punggung keluarga.
''Ada apa Ris? Bicara lah.'' ucap ibu Maya
''Begini Bu, aku merasa tubuhku kaku bila hanya diam saja di rumah ini, jadi aku memutuskan akan mencari lagi pekerjaan.'' ucap Risma
__ADS_1
''Memang mau cari pekerjaan dimana Ris? Dan kenapa kamu gak istirahat aja dulu untuk beberapa hari ini, tidak usah cari dan pikirkan dulu soal pekerjaan.'' Ibunya mengingatkan Risma.
''Bu, aku lebih suka bekerja itu membuat ku sehat baru dua hari saja aku di rumah justru ini membuat ku sakit Bu, dan kalau soal dimana aku bekerja nanti aku juga belum tahu atau mungkin aku akan ke sekolah lain dan melamar disana.'' ucapnya dengan kukuh ingin bekerja lagi Risma tidak mengatakan alasan sebenarnya tentang mencari uang karena Risma yakin hal itu tidak akan disetujui ibunya, ibu Maya tetap akan mengatakan kalau beliau masih punya simpanan.
Risma pikir simpanan itu juga lama kelamaan akan habis bila dia tidak buru-buru mencari pemasukan lagi.
''Baiklah Risma ibu hanya bisa mendukung mu apapun keputusan mu, tapi nak ingat satu hal ini kamu jangan terlalu kecapean ingat Nak sekarang ini kamu sedang mengandung pikirkan anakmu juga.'' pesan Bu Maya
''Baik Bu, aku akan selalu ingat pesan ibu.'' ucap Risma senang mendapatkan dukungan dari Bu Maya.
Tidak membuang waktu Risma segera mengambil tas nya dan akan mulai mencari pekerjaan.
''Bu aku pergi ibu doakan Aku ya.'' Risma menyalami tangan Bu Maya
''Tentu saja ibu selalu doakn kamu dan Reva, hati-hati ya.''
__ADS_1
''Huum Bu makasih.''
Risma pun pergi dengan membawa motornya yang sudah butut, untuk sekarang dia tidak akan memakai mobil sesering dulu karena ia harus mengirit dan mungkin bisa saja mobil tua itu akan Risma jual bila ia sudah tidak memiliki uang lagi.