Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Undangan pernikahan Dhika


__ADS_3

Saat Reva pulang rupanya Risma sedang duduk di kursi dan melihat adiknya itu datang dengan senyumannya sendiri.


"Kenapa senyum-senyum gitu hm, kayaknya lagi bahagia sekali nih." ucap Risma ketika adiknya itu baru pulang dan kedapatan tengah senyum-senyum sendiri.


"Eh mbak, sedang apa di situ?" kata Reva


"Mbak hanya diam saja disini, dan kenapa gak jawab pertanyaan Mbak hm?" ucap Risma


"Apa sih mbak aneh deh, emangnya gak boleh ya aku ini tersenyum." balas Reva


"Boleh tidak masalah, mbak hanya ingin tahu saja." ujar Risma


"Itu mbak aku masih ingat kejadian di sekolah tadi, ada teman ku yang melakukan hal lucu duh Mbak pokoknya aneh temanku ini dia benar-benar bikin kita semua tertawa tadi." jelasnya Reva dengan tidak berkata yang sebenarnya.


"Oh soal teman mu," kata Risma


"Huum, emang apa lagi." sahutnya


"Yaudah sana mandi ganti baju dan setelah itu segera makan." titah Risma pada Reva


"Baik Mbak, tapi aku makan nya nanti sore saja aku masih kenyang." kata Reva


"Masih kenyang Rev tumben, biasanya juga pulang sekolah kamu langsung lari ke makanan apa kamu lagi diet Rev?" Risma menggodanya


"Tidak kok, siapa yang lagi diet aku gak diet mbak emang masih kenyang, aku ke kamar ya Mbak." buru-buru Reva pergi


"Iya Rev."


*******


Daniel sudah selesai dengan pekerjaannya dan dia sekarang pergi ke restoran milik Loius, saat ini Daniel hanya dekat dengan Loius saja tapi sudah tak kenal dengan Dika, yang pernah memiliki niat jahat pada Yuizi dulu, hal itu membuat Daniel sedikit menghindari Dika.


"Bro." sapa Daniel masuk ke ruangan Loius


"Eh Bro, ayo masuk." sahut Loius mempersilahkan Daniel untuk masuk


"Hm, Lo lagi sibuk?" tanya Daniel sambil duduk di hadapan Loius


"Tidak sebentar lagi juga gue pulang oh ya Lo kesini kenapa gak ngabarin gue dulu Niel?" tanya balik Loius


"Tadi gue gak sengaja lewat restoran Lo ini, yaudah gue mampir aja dulu." jawab Daniel


"Gitu ya, kita ngobrol di luar saja biar gue pesankan Lu minum ayo." ajak Loius dengan beranjak dan diikuti oleh Daniel


"Nih, gue punya minuman baru Lo harus nyobain," ucap Loius memberikan minuman beralkohol pada Daniel

__ADS_1


"Gue udah gak minum Bro." ucap Daniel


"Apa, serius Lo Bro gak minum lagi? Sejak kapan?" Loius pun mengejeknya


"Sejak gue mulai cinta Istri gue." jawab Daniel tanpa malu


"Dan Lo udah cinta sama dia?" ucap Loius lagi seolah terkejut.


"Iya lah, kenapa ekspresi Lo gitu hah? Dia istri gue jelas lah gue cinta sama dia." sahut Daniel dengan berbicara cukup judes


"Bagus sih Niel, kalau kamu sudah cinta gue senang dengernya." kata Loius


"Dan gue juga senang bila Lo jadi sama si Reva." kata Daniel


"Kenapa senang?" Loius pura-pura tidak mengerti


"Jelas senang lah, karena itu artinya Lo jangan berharap pada istri gue lagi." jelasnya


"Hahaha dasar Lo itu, masih aja anggp gue kayak gitu Niel, Lo tenang aja gue udah gak suka sama istri Lo." kata Loius


"Jadi maksudnya Lo pernah suka sama dia?" Daniel agak terkejut


"Sebenarnya nih ya kalau boleh jujur bukan suka beneran suka tapi ini antara perasaan pria yang udah lama gak nyelupin si Otong, Lo ngerti pasti maksud gue " jelas Loius dengan memberikan kode.


"Ya sorry Niel, tapi sumpah gue nyesel dan gue minta maaf lagi deh." kata Loius sangat menyesal


"Oh ya sekarang apa Lo berpikir seperti itu juga pada adik ipar gue atau tidak hah?" tanya Daniel


"Astaga tidak Niel, kali ini gue beneran suka sama adik ipar Lo ini bukan karena hal itu, sungguh." Loius meyakinkan Daniel.


"Syukurlah kalau Lo gak mempermainkan nya, awas saja kalau Lo sampai menyakitinya." Daniel sedikit memperingati


"Hmm Lo bisa pegang janji gue ini, kalau gue menyakitinya Lo bisa hajar gue semau Lo." kata Loius


"Oh ya Niel, tadi si Dika kesini." kali ini Loius bicara serius


"Lalu?" sahut Daniel merasa malas


"Dia ngundang kita." ucap Louis


"Kemana?"


"Ke pesta pernikahan dia." beritahu nya


"Apa? Pernikahan, dia?" Daniel sedikit kaget karena dia sudah lama tidak mendengar kabar tentang Dika.

__ADS_1


"Iya dan dia mengundang kita untuk datang juga dia berpesan agar kamu mau datang dia benar-benar akan senang." jelasnya mengatakan pesan dari Dika


"Entahlah tapi gue rasa itu tidak mungkin untuk gue datang." kata Daniel


"Apa Lo masih marah padanya?" tanya Loius


"Gue masih kecewa, walaupun sekarang ini dia mau menikah tapi dulu dia pernah ingin berbuat hal itu pada keponakan gue yang masih kecil." jelas Daniel masih mengingat kejadian dulu.


"Tapi Niel, walaupun dia pernah seperti itu toh sekarang dia sudah akan menikah dan hal buruk itu tidak terjadi tapi sorry Niel, justru Lo yang sudah merampas kehormatan seorang wanita, jadi gue harap Lo pikirkan itu, disini kita semua pernah melakukan salah." Loius memberikan nasihat agar hati Daniel terbuka.


Daniel memikirkan apa yang dikatakan Loius semua memang benar mereka bertiga ini bukan orang yang baik bahkan sudah sering melakukan salah dengan suka minum dan lainnya tapi disini mungkin Daniel egois hanya memikirkan dirinya sendiri dan menyalahkan orang lain, maka mungkin kini saatnya dia harus memaafkan Dika dan kembali berteman seperti dulu.


"Kau benar Bro, gue udah begitu egois. Si Dika sekarang ini akan bahagia dan harusnya gue mendukungnya, baiklah Loi gue akan datang." ucap Daniel akhirnya setuju.


"Itu baru teman gue, gue senang Lo kembali seperti Daniel yang dulu. Thanks Bro, Lu mau datang gue rasa si Dika akan senang melihat kehadiran Lo." ujar Loius sembari menepuk pundak Daniel beberapa kali.


"Tapi Bro, nanti Lo ajak si Reva ya, ke acara pernikahan si Dika." tiba-tiba pinta Loius


"Mau apa Lo hah?" kata Daniel pura-pura tidak tahu


"Gue ingin lebih dekat dengan dia lah apa lagi, please ya Bro, Lo ajak dia kesana nanti." pintanya sekali lagi


"Hmm Lo tenang aja, nanti gue akan ajak dia kesana." kata Daniel setuju.


"Thanks Bro, Lu emang yang terbaik." terlihat sekali Loius ini senang akan berdekatan lagi dengan Reva.


"Loi, sebenarnya si Risma sudah bilang sama gue, kalau gue melarang Lo untuk dekat dengan adiknya." tiba-tiba ucap Daniel


"Tapi kenapa, Niel?" tanya Loius


"Hm Entahlah," Daniel menggidigkan bahunya


"Apa karena gue yang umurnya jauh dari si Reva ya?" tebaknya


"Gue rasa bukan karena itu,"


"Lalu karena apa?" mendadak Loius jadi agak sedih.


"Mungkin karena dulu Lo pernah menatap si Risma kayak gitu, tapi mungkin karena tadi itu ada benarnya juga karena Lo udah tua." kata Daniel


"Sialan, Lo juga udah tua," Loius merasa seperti diejek oleh Daniel


"Hahaha iya gue udah tua, tapi gue gak doyan daun muda gak seperti Lo." Daniel menghibur temannya ini agar tidak murung lagi.


"Ah kurang ajar Lo."

__ADS_1


__ADS_2