Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Daniel mengancam Yuizi


__ADS_3

Hati Risma amat begitu sakit saat tak sengaja mendengar tuduhan yang di layangkan Daniel kepadanya, dimana Pria itu memfitnah nya sudah menjebak dan menggodanya.


Padahal kenyataannya yang sebenarnya dia lah korbannya, korban keserakahan Daniel merampas mahkota yang selama ini Risma jaga baik-baik.


'Ya Tuhan, kenapa di dunia ini ada pria jahat sepertinya dia yang salah tapi Aku yang di fitnah nya.' batin Risma menangis.


''Apa yang Paman katakan, Guru Yui bukan orang yang seperti itu, Paman.'' ucap Yui menepis omongan Daniel.


''Yui! Kamu berani tak percaya pada Paman mu ini hah ? Dan kamu malah membela wanita murahan itu Yui ?'' bentak Daniel marah.


''Tapi Paman --''


''Ok bila kamu tidak percaya, dan kamu bisa tanyakan langsung kepada wanita itu!'' tantang Daniel.


Yuizi berbalik ke belakang arah kamar mandi dan ternyata saat itu Risma juga keluar dari toilet dengan meremas baju yang sudah terkoyak.


''Bu, apa ini yang terjadi Bu ?'' Yui segera mendekati Risma lalu bertanya apa yang terjadi.


''Yui,'' Risma sekuat tenaga menahan air mata yang ingin keluar Risma memilih tersenyum tipis untuk menyembunyikan rasa sakit di hatinya.


''Bu, ayo kita keluar saja Bu, Ibu dan aku bicara di luar ayo Bu.'' ajak Yui.


Sebelum melanjutkan obrolan itu, Yui lebih dulu memberikan pakaian Bunda nya untuk Risma pakai karena baju Risma benar-benar sudah tidak layak lagi.


''Yui, makasih kamu mau meminjamkan baju ini untuk Ibu.'' kata Risma


''Sama-sama Bu, oh tunggu dulu Bu.'' Yui berlalu pergi entah kemana tapi beberapa saat kemudian Yui kembali dengan membawakan air minum lalu memberikan nya pada Risma.


''Ini Bu.''


''Iya Yui.'' Risma meminumnya hingga habis.


''Bu, apa sudah bisa bicara ? Semalam Ibu dimana? Bukankah Ibu mau ambil minum tapi saat Yui bangun ibu tidak ada dimana pun tak taunya ibu ada di kamar Paman.'' Yui langsung menanyakan nya karena penasaran.


''Soal itu, Yui sebenarnya ...'' Risma bingung harus menjawab apa dia cukup malu dan tidak bisa berkata jujur, karena ini masalah orang dewasa juga masalah kehormatannya.


''Iya Bu, apa Bu? Tapi ... Aku dengar kata Paman ibu datang untuk menggoda Paman, maksudnya menggoda tuh seperti apa Bu ? Sungguh Yui gak mengerti,'' tanya Yui belum bisa mengartikan kata menggoda.


''Tidak Yui.'' Risma membantah

__ADS_1


''Oh iya, baju ibu juga kenapa? Jadi sobek-sobek, apa ini ulah Paman? Bu, apa Paman melakukan hal kotor pada Ibu ?'' Yui terus melayangkan banyak pertanyaan.


Risma langsung membuang muka dia tak bisa lagi menahan air matanya itu, hingga akhirnya air mata jatuh juga.


''Bu, maafkan Yui Bu, hikkks ini salah Yui.'' tiba-tiba Yui memeluk tubuh Risma lalu ikut menangis.


''Tidak Yui, jangan minta maaf kamu gak salah sama sekali kok Yui, memang ini kecerobohan ibu.'' balas Risma.


''Bu, apakah benar Paman yang melakukan itu pada Ibu ?'' sekali lagi Yui bertanya.


''B-benar Yui.'' Risma mengangguk.


''Paman! Kenapa Paman bisa sampai kayak gini Paman? Yui benar-benar kecewa!'' Yuizi berteriak kencang untuk meluapkan rasa marah nya.


Rupanya Daniel berada di balik tembok dan mendengarkan apa yang sedang di bicarakan antara Yuizi dan Risma, Daniel marah dan benci pada Risma.


'Wanita itu benar-benar licik, tunggu saja pembalasan saya.' batin Daniel


''Bu, ini tidak bisa dibiarkan Yui akan bicara pada orangtua Yui, Paman sudah begitu jahat Ayah dan Bunda harus tahu soal ini Bu, pokoknya Yui akan segera memberi tahu mereka Bu.'' ucap Yui tak main-main.


''Tapi Yui, apa mereka akan percaya? Menurut Ibu, Paman mu ini akan melakukan cara jahat agar orang tua mu tidak percaya pada kita Yui.'' Risma mengatakan kegelisahan nya dan ragu.


''Yaudah.''


Bruakkkk


Pintu terbuka lebar dengan kasar dan pelakunya itu adalah Daniel, Pria itu muncul dengan wajah marah rahang yang mengeras dan juga mata tajam nya membuat siapapun pasti bergidik ngeri.


''P-paman!'' panggilnya terbata, bahkan Yui merasa sedikit kaget dan takut karena ini seperti bukan Daniel yang dia kenal.


''Yui! Kamu berani mengadu pada Ayah Bunda mu hah? Kamu lebih percaya dengan wanita asing itu? Hahaaa Yui, sadarlah ini Paman mu, tapi kamu malah membela wanita murahan ini, Yui jangan coba-coba kamu adukan kejadian hari ini kepada orang tua mu!'' ucap Daniel masih menunjukkan kemarahannya.


''Paman aku percaya pada Bu Risma, karena Aku melihat bajunya robek-robek dan katanya ini ulah Paman, oh ya asal Paman tahu Aku marah aku kesal pada Paman. Kenapa Paman bisa melakukan ini kenapa hikss?'' Yui berteriak-teriak dia kecewa.


''Yui, kamu harus tahu yang sebenarnya adalah dia itu yang bersalah Yui, dia sudah masuk ke kamar Paman dan menggoda Paman, wanita ini bukan wanita baik-baik kamu harusnya percaya dong sama Paman mu.'' Daniel masih saja memfitnah Risma dan membela diri di hadapan Yuizi.


''Anda jangan asal bicara y ma Tuan, setelah apa yang sudah Anda perbuat pada diri saya. Anda masih bisa mengelak bukannya meminta maaf, sungguh Anda bukan manusia tapi iblis.'' sahut Risma tidak rela di fitnah lagi.


Daniel maju mendekati Risma.

__ADS_1


''Kau! Berani sekali kau hah! Menunjuk nunjuk saya, siapa kau hanya orang miskin mau melawan saya, itu tidak akan pernah terjadi. Kau tidak akan pernah menang melawan saya!'' bentak Daniel seraya mencekal kuat rahang Risma.


Risma meringis kesakitan namun tak bersuara.


''Paman! Lepas Paman! Kamu menyakiti Ibu Yui, Paman!'' Yui histeris dan meminta Daniel melepaskan cekal-an nya.


Yui menarik-narik lengan Daniel agar melepaskan Risma.


''Yui, apa kamu masih ingin mengadukan ini pada orangtua mu, atau ingin dia Paman lepaskan hah?'' Daniel melayangkan dua pilihan untuk Yui dan semakin menekan rahang Risma.


''Awsshh!'' Risma merasa ngilu juga ini memang sakit.


''Bu.'' Yuizi terkejut.


''Ayo jawab kau ingin Paman melepaskan nya atau mengadu tapi Paman akan semakin menyakiti nya!'' ucap Daniel bahkan kini Daniel membalikkan badan Risma hingga Risma posisinya seperti tercekik lengan Daniel.


''Cukup Paman!'' pekik Yui tak bisa melihat lebih dari ini lagi.


''Yasudah ayo buat keputusan mu!'' desak Daniel.


''Ayo Yui.!''


''Eehhg.'' Daniel semakin kasar


''Baiklah baik Paman, aku- aku tidak akan bicara pada Ayah dan Bunda, tapi tolong Paman lepaskan Bu Risma Paman, kau menyakitinya.'' mohon Yui


''Kamu berjanji dulu sama Paman Yui!'' ucap Daniel


''I-iya Paman iya, A-aku janji, Aku gak akan mengadu apapun tapi tolong cepat lepaskan guru Yui.''


''Paman pegang janji mu itu, tapi Yui. Ingat ini kalau sampai orang tua kamu bisa tahu maka kalian berdua akan Paman beri pelajaran yang menyakitkan, kamu camkan itu baik-baik Yui, Paman tidak bercanda, hidup kalian ada di tangan Paman!'' Daniel mengancam Yuizi.


''Iya Paman Yuizi mengerti tapi cepat lepaskan tangan Paman kasihan Ibu Risma.''


''Wanita tak berguna, menyusahkan saja!'' umpat Daniel sambil mendorong tubuh Risma hingga tersungkur ke lantai.


''Bu Risma!'' pekik Yui kaget.


''Assshh.'' Risma mengalami lecet di ke-dua tangannya.

__ADS_1


''Paman kenapa jadi kasar sekali.'' tanya Yui benar-benar kebingungan, namun Daniel sudah keluar tidak menghiraukan kondisi Risna.


__ADS_2