Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Iya aku mau! Eh keceplosan


__ADS_3

Seorang pria sedang duduk termenung sendirian sesudah ditinggalkan oleh sahabatnya tadi. Dia tengah berpikir apa yang sudah ia lakukan pada sang sahabat, kenapa bisa-bisanya dia menjilati milik temannya sendiri, ini seperti bukan dirinya.


''Sial, ini semua gara-gara gue udah lama gak nyelupin nih si Otong jadinya pikiran gue ngaco, Bisa-bisanya gue ketahuan oleh si Daniel lagi lihat-lihat bentuk tubuhnya si Risma. Ya, pantas saja dia marah gue udah keterlaluan sih.'' Louis pun merutuki dirinya sendiri.


Sementara itu di tempat yang berbeda..


Di dalam mobil, Daniel terus diam tanpa bersuara bahkan tatapannya terus menatap tajam. Membuat si wanita yang di sampingnya bergidik ngeriii 'Kenapa dengan dia, tadi saja ngomel-ngomel tapi sekarang malah diam seribu bahasa.' batin Risma agak takut.


Tidak terasa mereka sudah sampai di rumah. Risma pun turun dari mobil dan berjalan untuk masuk kedalam rumah, tapi seketika langkahnya terhenti dia melihat pada Daniel yang tidak ikut turun dan ini membuatnya bertanya-tanya.


''Kamu gak turun?'' ucap Risma menghampiri Daniel


''Tidak, sudah kamu masuk saja!'' balas Daniel sangat cetus.


''Memang kamu mau kemana dulu? Kenapa gak masuk.'' tanya Risma lagi.


''Tidak usah sok perduli kamu sama saya! Sudah pergi dan jangan urusin saya, kalau perlu sana kamu urusin tuh si Loius!'' jawab Daniel dengan membentak.


Risma terkejut mendapat bentakan dari Daniel, ''Ok kalau kamu merasa terganggu dengan pertanyaan ku tadi, maaf sudah banyak tanya. Tapi kamu juga jangan seenaknya bicara ya, karena aku juga kaget melihat tatapan temanmu dan kalian memang sama-sama bajingan! Yasudah sana pergi kalau perlu jangan kembali lagi!'' Risma balas berteriak pada Daniel karena kesal di sebut sok peduli.


Risma langsung pergi masuk rumah meninggalkan Daniel.


''Sialan! Kenapa jadi dia yang marah, heii! Disini gue yang sakit hati.'' Daniel berteriak.


Bruumm


Mobil dia gas dengan kecepatan tinggi dan berbelok di suatu tempat hiburan malam. Daniel butuh menyegarkan otaknya dengan minuman.


Saat dia tengah minum dengan sudah parahnya ada wanita malam datang menghampiri Daniel bergelayut manja di pangkuan Daniel.


Pria itu langsung membuka matanya menatap pada si wanita yang seksi itu, namun rupanya dalam bayangannya terlihat itu adalah Risma.


''Kau disini?'' ucap Daniel


''Ya!'' balas si wanita malam dengan nada manja.


''Ouh sial, kenapa malam ini kau sangat seksi?'' ucap Daniel keheranan melihat Risma berubah sangat seksi karena biasanya pakaian nya selalu longgar.


''Karena aku ingin tidur denganmu sayang.'' ucap si wanita penghibur dengan manja.


''Ahh sayang, ternyata kamu bisa menggoda juga.'' kata Daniel masih belum sadar.


Daniel meraba-raba tubuh wanita itu lalu ketika di bagian perutnya si wanita malam Daniel seketika tersentak matanya langsung terbuka lebar dengan masih mengusap perut si wanita itu.


yang datar padahal kan perut Risma buncit sudah besar.


Daniel melirik pada wajahnya dan ...


Deg


Dia bukan Risma tapi wanita penghibur Daniel langsung membanting wanita itu hingga tersungkur di lantai, ''Awww!'' si wanita memekik terkejut dan merasa sakit.

__ADS_1


''Kurang ajarr, heh wanita murahan ngapain Lo naik-naik ke tubuh gue dasar wanita tak tahu malu.'' Daniel mengumpat dan langsung beranjak pulang.


''Heii Tuan, kita belum mulai ahh sialan.'' si wanita berteriak memanggil Daniel yang marah sambil berlalu. Wanita itu menatap bingung padahal kan tadi dia sedang di raba raba mana belum merasakan ciumannya Daniel si pria gagah tampan.


Daniel pun pulang sekitar jam tiga pagi, untunglah Ibu Maya belum bangun, dengan mengendap Daniel mengetuk pintu kamar Risma.


Risma yang tidur merasa terusik oleh ketukan di jendela kamarnya.


''Siapa itu ya, apa maling?'' Risma langsung bangun dan ketakutan.


Tok Tok


Jendela terus di ketuk.


''Heh siapa disana maling ya?'' ucap Risma coba memberanikan diri bertanya.


''Risma buka pintunya.'' terdengar suara seorang pria.


Risma mengintip dari celah jendela rupanya itu Daniel. Risma pun membuka gorden jendela lalu menatapnya jutek seolah tak acuh pada Daniel.


''Buka pintunya, ini aku.'' ucap Daniel sekali lagi


''Ngapain kamu kesini--- Eh.'' Risma terkejut ketika Daniel malah jatuh.


''Ya ampun kenapa dia.'' Risma panik dan langsung keluar untuk melihat Daniel.


''Astaga dia pingsan atau apa.''


Daniel akhirnya buka mata melihat pada Risma lalu bibirnya tersenyum, ''Risma, ini kamu?'' kemudian Daniel melihat pada pakaian Risma.


''Kok pakaian mu beda dari yang tadi?''


''Hah apa maksudmu, beda gimana?'' ucap Risma heran.


''Iya tadi kamu kan pakai baju seksi Risma, nih segini itu kamu juga tadi kelihatan.'' Daniel meraba gunung Risma.


''Heh apaan kamu kurang ajar sekali.'' Risma menggeplak pipi Daniel agar sadar.


''Kau! Kenapa kau menamparku.'' Daniel marah


''Kau itu mabuk ya, sudahlah ngapain aku repot ngurusin orang mabuk kayak kamu.'' ucap Risma kemudian beranjak niat meninggalkan Daniel.


''Eee tunggu dulu, bantu aku kedalam.''


''Gak sudi.'' balasnya


''Tolong!''


''Jalan aja sendiri, payah.''


Daniel bangun tapi tubuhnya tidak bisa seimbang dan dia sempoyongan,reflek Risma menangkap nya agar tidak jatuh.

__ADS_1


''Kamu kapan berubahnya sih, kenapa mabuk mabukan lagi.'' ucap Risma dengan nada sedih campur marah.


''Maafkan aku sayang, Aku marah pada kalian makanya aku seperti ini.'' kata Daniel dengan nada tidak jelas seperti meracau efek minuman.


''Cuma karena itu kamu sampai mabuk lagi, aku benci sama kamu.'' ucap Risma


''Jangan benci padaku dong, makanya kamu diam saja di rumah jangan kerja apalagi dengan si Loius itu, apa kamu mau setiap hari dilihatin bentuk tubuhmu kayak tadi hah?'' ucap Daniel.


''Kalau aku gak kerja gimana aku cari uang untuk adik dan ibuku.'' kata Risma


''Sekarang sudah ada Aku 'kan, biarkan aku yang bekerja untuk kalian dan kamu diam saja menungguku pulang.'' seru Daniel


''Aku gak mau merepotkan orang lain.'' balas Risma


Daniel langsung menghentikan langkahnya dia tersinggung dengan ucapan Risma, ''Apa kamu bilang Aku orang lain? Heh apa kamu lupa aku ini suamimu!'' bentak Daniel.


''A-aku tahu iya kamu SUAMIKU, tapi kenapa harus membentak ku juga sih.'' mata Risma berkaca-kaca.


''Ooh Sorry, tadi itu Aku juga kesal dengan ucapanmu.''


''Udahlah sana kamu bersihkan tubuhmu itu, aku ingin istirahat.'' ucap Risma menghentikan perdebatan.


''Sorry Risma.'' Daniel bersungguh-sungguh.


''Tapi aku masih marah padamu yang sudah minum lagi.''


''Ok aku janji, mulai saat ini aku akan berhenti minum tapi kamu juga harus janji padaku.''


''Janji apa?'' tanya Risma


''Jangan genit pada pria lain.''


''Eh aku tidak pernah genit pada siapapun juga ya? Lagian apa pedulimu bila aku genit juga,'' ucap Risma


Tidak terduga Daniel mendorong tubuh Risma ke sofa dan langsung menindihnya.


''Jelas Aku peduli karena aku ini suamimu.'' balas Daniel tepat di telinga Risma. Kemudian tangan Daniel menarik dagu Risma agar menatapnya dan dia mulai mendekatkan wajahnya ke arah bibir Risma.


''Emm, stop! Aku gak mau.'' ucap Risma menolak sembari menahan bibir Daniel.


''Kenapa sih, aku udah gak tahan .'' balas Daniel prontal


''Kamu bau minuman itu sudah mandi dulu sana.'' kata Risma.


''Jadi, kalau Aku sudah mandi udah wangi gak bau minuman kamu mau kan menciumiku?'' ucap Daniel dengan senang.


''Iya mau, eh!'' Risma kaget dengan jawabannya sendiri. Dia langsung menutup mulut dengan tangan.


''Yess, ok tunggu aku mandi awas kalau kau ingkar dengan ucapanmu tadi.'' Daniel langsung pergi ke kamar mandi dengan bersemangat.


''Heh apa maksudnya? Aku tadi salah bicara, iih nyebelin banget apalagi nih mulut kok bisa keceplosan, padahal aku gak mau bilang iya tadi.'' Risma merutuk dalam kesal sambil menepuk-nepuk bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2