Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Dukungan Daniel


__ADS_3

Rupanya bukan hanya Daniel saja yang memperhatikan gerak-geriknya Loius namun Risma pun sama sedari tadi melihat tingkah Loius, tapi Risma jadi takut apakah Pria itu mempunyai pikiran kotor pada adiknya.


Risma berjalan mendekati Loius lalu berkata, "Maaf Pak, kenapa Anda sedari tadi menatap adik saya ya?"


Deg


Louis merasa jantungnya berdegup kencang ketika mendengar suara Risma.


'Duh sial, kenapa sampai ketahuan.' ujar batinnya


"Eh Risma," Loius berbalik menghadap Risma sambil tersenyum seolah-olah dia tak melakukan apa-apa. Ya, memang tidak 'kan hanya melirik sedikit.


"Pak, saya tanya sekali lagi kenapa tadi Anda menatap adik saya sangat lama? Tolong jawab!" Risma mengulang pertanyaannya.


"Eee itu Ris, anu, sorry tadi Aku tidak lagi melihat pada adikmu kok, Ris." Loius mengelak.


"Ouh ya, tapi aku bisa melihatnya Pak. Dan ya, saya harap Bapak tidak memiliki pikiran yang aneh-aneh kepada adik saya, dia masih kecil." Risma langsung to the poin saya tanpa berbasa-basi.


"Eh! Sorry bukan seperti itu kok Risma, sumpah." segara Loius menepis yang dipikirkan Risma.


"Ya, saya harap itu semua salah, tapi saya harus mengingatkanku itu." Risma menegaskan.


"Iya Risma, sungguh bukan maksud saya begitu kamu jangan salah paham dulu dong Ris, saya memang pernah melakukan salah dan bukan orang baik, tapi saya juga tidak punya pikiran kotor apalagi ini pada adikmu, hanya saja saya ... " Louis tiba-tiba tidak bisa melanjutkan perkataannya lidahnya mendadak kelu.


"Hanya saja apa, Pak ?" tanya Risma dia harus benar-benar menjaga adiknya dari Pria Pria nakal ini.


"Hanya saja saya ... Anu Ris,"


"Apa Pak? Cepet katakan!" ujar Risma


"Saya suka pada adikmu." ungkap Loius kini berbicara tanpa ragu.

__ADS_1


"Apa!" Risma memekik terkejut.


"Apa Bro? Lo gak lagi bercanda kan?" tiba-tiba Daniel datang dan berteriak kencang dia juga terkejut.


"Aduhh Lo ngapain bicara keras-keras sih Niel, malu tau." omel Loius pada Daniel.


"Jawab dulu, itu serius yang Lo katakan tadi?" ucap Daniel masa bodo dengan orang-orang.


"Huum, gue serius lah." jawabnya mantap


"Ckk, sejak kapan hah Lo suka daun muda." Daniel pun mengejeknya.


"Bahasa Lo, emang salah ya?" kata Loius merasa dia tidak melakukan kesalahan apapun hanya suka 'kan.


"Ya salah, maaf ya Pak adikku itu masih sangat kecil, jelas beda dengan bapak." dengan cepat Risma menjawab.


"Tuh yang dikatakan istriku tadi dengar Bro, si Reva masih sangat muda dan masih banyak kok cewek diluar yang seumuran kita." timpal Daniel membenarkan ucapan Risma.


"Aduh Pak, udah berhenti ah bercanda nya jangan diteruskan itu sangat tidak lucu tahu." pinta Risma merasa ini sudah harus di akhiri.


"Siapa yang bercanda sih, gak ada Risma. Orang benar-benar serius juga, tolong ya Kakak ipar tolong berikan restunya." tiba-tiba pinta Loius bahkan sekarang menyebut Risma sebagai Kakak ipar.


"Hah?" Risma melongo dibuatnya "Aduh aduh, Pak stop! Itu membuatku geli aja." ujar Risma dengan bergidik.


"Hei sayang, sepertinya dia beneran suka sama si Reva, Aku bisa melihatnya." di tambah kini Daniel berbisik padanya dengan mengatakan bahwa Loius tak main-main.


"Apa! Aak itu gak boleh terjadi." Risma pun bereaksi dengan menjerit.


"Mbak kenapa mbak, apa terjadi sesuatu?" tanya Reva yang menghampiri mereka bahkan itu tidak di inginkan oleh Risma sebenarnya dengan Reva menghampiri kearahnya.


"Aduh Dek, kamu malah kesini lagi mau ngapain?" bisiknya

__ADS_1


"Loh kenapa tidak boleh Mbak, tadi kamu berteriak jelaas aja aku khawatir, eh Mas apa kamu menyakiti Mbak ku lagi?" tuduhnya pada Daniel yang jadi sasaran.


"Eh kenapa jadi nyalahin Mas Rev, tuh ini gara-gara dia." ujar Daniel kini balik menyalahkan Loius.


"Ssssttt, jangan mengatakan apapun didepan Reva! Awas kalau kamu keceplosan awas saja!" Risma memperingati Daniel agar tak bicara apa-apa.


"Baiklah sayang." balas Daniel mengangguk paham.


"Heh ini kalian kenapa ada apa sih? Tiba-tiba malah jadi pada diam dan bisik-bisik lagi, lagi bahas apaan?" tanya Reva penasaran.


"Bukan apa-apa kok Rev, sudah ayo kita kesana lagi." Risma mengajak Reva pergi


"Eh eh tunggu kenapa aku digusur gini sih Mbak." Reva protes saat Risma membawanya pergi secara paksa.


"Udah ayo."


Sementara Daniel masih duduk bersama Louis, "Bro, itu Lo serius hah Lo jatuh cinta pada adik ipar gue?" tanya Daniel sekali lagi.


"Iya, kenapa nanya mulu sih, udah jelas gue tuh suka Niel sama adiknya istri Lo itu, emang kenapa sih salah ya, gue suka sama tuh bocah? Iya sih gue sadar kok dia itu terlalu muda, cuma ya gimana Niel ini soal perasaan yang tiba-tiba saja muncul pada adik bini Lo itu." ujar Loius mengutarakannya pada Daniel.


"Sebenarnya sih gak salah juga, iya itu terserah pada Lo sendiri apalagi bila sudah menyangkut ke perasaan gue gak bisa larang." ujar Daniel yang mulai memahami kondisi Louis, bukan apa-apa dia sendiri saja kemarin ingin menghajar habis habisan orang di sampingnya ini ketika dia cemburu, jadi sekarang dia pun tak bisa menyalahkan tentang perasaannya Loius, sebab bila sudah cinta apapun akan dilakukan.


"Jadi gimana Lo dukung gue gak nih? Ayolah Niel, gue ingin serius." ujar Loius menginginkan dudukannya Daniel.


"Yaa kalau Lo emang bener ingin serius ya silahkan, gue akan dukung Lo. Tapi, kalau Lo cuma ingin mempermainkan adik ipar gue, siap-siap saja gue maju lebih dulu dan nih Lo hadapi tangan gue." Daniel akhirnya mendukung Loius namun dengan menunjukkan ancamannya bila Louis ketahuan cuma main-main.


"Siap Bro, Lo bisa jaga nih kata-kata gue, kalau gue emang sungguh-sungguh dan tidak akan bermain-main." ucap Loius


"Ok, gue pegang omongan Lo." sahut Daniel yang akan menjaga ucapan dari Loius tadi.


Dan akhirnya mereka berdua pun akur kembali setelah kemarin saling tak bicara. Justru setelah ini persahabatan mereka semakin merekat kuat apalagi akan menjadi saudara ipar.

__ADS_1


__ADS_2