
"Hai Kakak ipar." ujar Louis pada Risma dan ia langsung mendelik kan matanya mendengar hal itu.
"Ouh sorry, maksud ku Risma." Loius segera meralat lagi ucapannya. Risma pun mencebik-kan bibir.
Disini Risma bisa melihat kalau Pria itu selalu mencuri pandang kepada adiknya. Risma berfikir apakah dia benar-benar cinta pada adiknya?
Ah tidak, adikku masih terlalu muda. kata hatinya
Karena terlalu fokus pada Pria itu dia sampai lupa dengan suaminya sendiri yang kini sudah hilang dari pandangan nya.
Loius celingukan mencari Daniel dan bertanya pada Risma. "Hei Ris, si Daniel kemana?"
Risma langsung ingat pada suaminya dia kaget karena Daniel tidak ada, wanita itu celingukan dengan panik.
"Ada apa?" tanya Loius.
"Dia kemana? Tadi dia disana." ucap Risma menunjuk terakhir Daniel berada.
"Tapi disana gak ada Mas Daniel, Mbak." sahut Reva
"Astaga Mas, kamu kemana?" Risma benar-benar panik.
"Tadi dia disana Ris?"
Risma mengangguk.
"Sama siapa?" kebetulan tadi Daniel tidak bersama Loius.
"Sama temen temennya, Aku takut dia minum minum dan gak sadar." ucap Risma
"Ayo kita cari dia." ujar Louis
"Iya ayo, aku gak mau dia melakukan hal yang enggak-enggak, Aku takut dia kenapa-kenapa." Risma sangat ketakutan.
"Kamu tenang dulu ya, kita cari sama-sama dan si Daniel dia pasti baik-baik aja." Louis coba menenangkan nya.
Mereka mencari keberadaan Daniel bertanya kepada salah satu kenalan lalu sempat melihat katanya Daniel pergi dengan Sinta.
"Apa? Dia pergi sama seorang wanita begitu?" Risma shock dan sudah ingin marah.
"Mbak sabar dulu." bisik Reva menenangkan.
"Iya, tadi saya melihat dia pergi sama Sinta." ucap orang itu memperjelas.
"Dasar buaya kampret." umpat Risma
"Mereka pergi kemana Bro?" tanya Loius
"Ke arah sana." orang itu menunjuk tempat penginapan.
"Ouh thanks Bro."
__ADS_1
"Hm,"
Risma buru-buru pergi ke arah yang ditunjuk laki-laki tadi dia sudah tidak bisa menahan amarah kalau benar suaminya akan berbuat hal yang kotor dengan seorang wanita. Bahkan semua wanita manapun juga akan bertindak hal yang sama yaitu akan marah.
"Ris, kamu tenang dulu jangan marah-marah ok." ucap Loius
"Lalu aku harus apa? Harus tenang mendengar suamiku bersama wanita lain hah?" kata Risma memarahi Loius.
"Iya Aku paham aku ngerti yang kamu rasa, cuma kamu tenang dulu bisa aja dia salah lihat. Mungkin yang dia lihat tadi bukan si Daniel." kata Loius
"Ah aku gak mau tau karena aku akan menghajarnya bila itu dia." Risma sudah sangat marah rupanya.
"Kamar nya banyak ini yang mana?" ucap Reva saat mereka sampai di kamar hotel rupanya disana ada banyak kamar ya itu sudah pasti.
Risma pun bingung bagaimana dia bisa menemukan Daniel karena tak mungkin dia membuka semua pintu.
"Biar Aku hubungi dia." kata Loius sambil mengambil ponsel dan mulai menelpon Daniel.
"Di angkat gak?" tanya Reva
"Belum." jawab Loius menggeleng.
[Halo Daniel.] ujar Louis
"Sini biar Aku yang bicara." Risma langsung merebut ponsel dari tangan Loius.
[Halo Mas, dimana kamu?] ucap Risma dengan nada tinggi
[Sayang.] kata Daniel dari balik telepon.
[Tidak kok sa--- ]
[Halo, kamu siapa?] tiba-tiba terdengar suara seorang wanita mungkin merebut ponsel nya Daniel. Risma langsung membulatkan mata tubuhnya langsung panas.
[Heh Pelakor siapa kamu?]
[Lo gak perlu tau gue siapa yang jelas si Daniel milik gue malam ini,] kata wanita itu
[Dasar wanita kurang ajar gak tau malu sekali.] kata Risma marah.
[Katakan dimana kalian.]
[Datang lah ke kamar nomor 55.] kata wanita itu memberitahu Risma.
Risma menutup panggilan telepon dan dia langsung pergi mencari nomor kamar yang di sebutkan tadi.
"Heh Ris, tunggu kamu mau kemana?" kata Loius
"Mbak tunggu dulu." Reva juga Louis mengejar Risma.
"Kalian bantu Aku cari kamar dengan nomor 55." pintanya.
__ADS_1
"Apa si Daniel disana?" tanya Loius
"Ya, dan dia lagi sama wanita tidak tau malu itu." jawab Risma dengan berjalan semakin cepat.
"Mbak tenang dulu ingat kamu lagi hamil Mbak." peringat Reva takut Risma jatuh.
"Aku ingat Dek, dan ini karena Aku harus menyadarkan si buaya kampret itu kalau dia punya istri yang lagi hamil." balas Risma.
"Ya ampun Mbak, di bilangin kok ngeyel." Reva geleng-geleng kepala tapi Risma sudah tak menggubrisnya.
Akhirnya kamar dengan nomor 55 sudah mereka temukan jantung Risma berdetak lebih kencang dia merasa tak sanggup melihat keadaan suaminya namun di sisi lain dia juga harus melihatnya. Dengan tenaga penuh Risma langsung mendorong pintu hotel dengan kaki nya hingga langsung terbuka lebar.
"Sinta." ucap Loius terkejut benar saja wanita yang ada di benaknya memang itu dia, Loius pikir mungkin itu bukan lah Sinta mantan Daniel tapi rupanya dia Sinta yang sama.
"Heii kau, wanita tak tau malu. Apa yang kau lakukan pada Suamiku." Risma berteriak histeris apalagi melihat suaminya sudah terkapar tak berdaya di samping wanita ular itu.
Wanita yang bernama Sinta hanya tersenyum miring dan penuh kepuasan menatap Risma.
"Dasar wanita ular."
Plakkk Risma menamparnya cukup keras.
"Sialan." Sinta menghapus darah di sudut bibir.
"Berani sekali kau ular, membawa suami orang." lagi Risma memberikan balasan pada Sinta.
Kali ini Sinta tak diam dia berdiri dengan pakaian terbuka semakin membuat Risma murka. Dan langsung meludahi Sinta.
"Ous sial." tak terima di ludahi Sinta langsung menarik rambut Risma dan mereka saling tarik menarik. Reva melihat kakaknya mungkin akan kalah dan takut terjadi sesuatu pada Risma juga anaknya ikut membantu Risma memberikan pukulan kepada Sinta.
",Hei kau bocah,berani juga Lo pukul gue?" Sinta marah pada Reva.
"Walaupun aku masih bocah tapi aku gak akan diam melihat Mbak ku kau pukul." kata Reva
"Rasakan ini bocah ingusan." Sinta akan mendorong Reva tapi buru-buru di halangi Risma sehingga Risma lah yang kena dan langsung tersungkur ke lantai.
"Ahhhk." Risma memekik memegang perutnya.
"Astaga Mbak." Reva shock langsung mendekati Risma.
Sementara Sinta tertawa jahat, "Rasakan itu wanita perut besar beraninya Lo berdua lawan gue."
"Sinta, kurang ajar sekali Lo itu." kata Loius memarahi Sinta.
"Heh Loius Lo ini siapa nya mereka hah? Jangan so belain mereka." kata Sinta
"Dan untuk Lo wanita perut besar, Lo harus tau ini kalau tadi itu gue udah bercinta sama suami Lo." Sinta semakin puas.
"Aaaaaaaaa." Risma tambah kesakitan dan merasa air ketuban nya pecah.
"Reva, tolong Mbak!" pintanya.
__ADS_1
"Mbak, tenang ya kita ke rumah sakit sekarang."
"Awas ya kamu, urusan kita belum selesai." ucap Reva pada Sinta. Lalu memapah Risma keluar sementara Loius membawa Daniel.