
Loius yang baru saja sampai ke Restauran nya ini langsung disuguhkan oleh seorang wanita yang merupakan pegawainya jatuh pingsan.
Loius yang baik hati pun langsung membawa Risma ke rumah sakit. Ini semua ia lakukan karena tidak ingin pegawai nya sakit lalu menghambat pada pekerjaan sebagai pelayan.
Tiba di rumah sakit Loius segera memanggil dokter kemudian Risma pun sudah di bawa ke ruangan dan dokter memeriksa nya.
Beberapa saat kemudian, Risma sudah selesai di periksa dan tidak perlu dilakukan tindakan apapun seperti di infus atau dirawat karena ia hanya kelelahan.
''Dok, bagaimana kondisinya baik-baik saja kan?'' tanya Louis begitu dokter keluar ruangan.
''Semua baik-baik saja, hanya Istri Anda mengalami kecapean dan saya minta untuk istirahat beberapa hari dulu, tidak boleh melakukan aktivitas yang berat dulu Pak.'' jelas dokter, namun ada yang membingungkan di telinga Loius.
Istri? ?
''Em, maaf dokter. Maksudnya istri bagaimana ya? Saya ini bukan suaminya, Dok.'' ujar Loius
''Loh bukan suaminya? Tapi, bukankah wanita itu sedang mengandung ya?'' dokter ikut kebingungan.
''Apa Dok ? Mengandung? Maksudnya hamil, Dok ?'' Louis terkejut.
''Benar Pak, dia sedang hamil. Apa Anda tidak tahu soal itu?'' tanya balik dokter pada Loius.
''Saya tidak tahu Dok, karena saya bukan keluarganya, dia ini bekerja di tempat saya.'' ujar Loius.
''Oh begitu, pantas saja.'' dokter mulai paham.
''Tapi apa pegawai saya perlu di rawat Dok?'' tanya Louis memastikan nya lagi.
''Tidak perlu Pak, karena dia hanya kelelahan saja istirahat di rumah juga sudah cukup.'' ucap dokter
''Baiklah, terima kasih banyak, dokter.''
''Sama-sama kalau begitu saya permisi dulu.'' dokter pun pergi.
Risma sudah sadarkan diri, dan sedikit kaget karena saat ini dia berada di rumah sakit terlihat dari ruangan yang berbau obat-obatan.
Tapi Risma bingung siapa yang membawanya kesini. Lantas wanita itu beranjak dari tempat tidur, lalu tiba-tiba pintu dibuka dari luar dan datanglah Louis. Risma menatapnya.
''Kamu sudah sadar, baguslah.'' ucap Louis
''Pak, saya ini ada di rumah sakit? Saya kenapa ya?'' tanya Risma
''Ya, kamu ada di rumah sakit, kamu tadi jatuh pingsan dan saya yang bawa kamu kesini tadi karena saya tidak ingin pegawai saya sakit.'' jelas Louis.
Risma merasa tidak enak ia sudah merepotkan atasannya, ''Maafkan saya Pak, saya sudah merepotkan Anda. Tolong maafkan saya, dan terima kasih sudah mau membawa saya ke sini.'' ucap Risma
__ADS_1
''Hm, tidak masalah. Oh ya, Risma kamu sedang hamil?'' tanya Louis mengejutkan.
Risma langsung diam terpaku tubuh Risma menegang.
Darimana Pak Loius tahu tentang itu? batin Risma bertanya-tanya.
''Benar Pak, saya memang sedang hamil.'' jawab Risma, dia tidak mungkin menjawab tidak karena semua sudah ketahuan.
''Berarti kamu juga sudah menikah?'' kembali tanya Louis.
Risma semakin tidak nyaman, ''Sudah Pak.'' jawabnya berbohong.
''Saya kira kamu ini belum menikah Risma, karena di dalam formulir yang kamu isi, tidak tertulis bahwa kamu telah menikah.'' ucap Louis
''Oh itu, anu Pak. Saya memang tidak menuliskannya di sana, karena saya pikir itu tidak perlu.'' jawabnya
''Ya, memang itu tidak terlalu penting. Baiklah Risma, karena kondisi mu ini hanya kelelahan dan tidak sampai di rawat, jadi mari saya antarkan kamu pulang.'' Louis menawarkan.
''Pak, sebaiknya saya kembali ke tempat kerja.'' ujar Risma
''Loh kenapa kamu ingin ke tempat kerja? Tubuhmu masih lemah Risma. Dan dokter pun menyarankan agar kamu istirahat, maka saya memberikan waktu untuk kamu beberapa hari untuk istirahat.'' ucap Louis
''Saya sudah lebih baik kok Pak, jadi saya bisa kembali bekerja.'' kukuh Risma, sebenarnya dia merasa tidak enak saja.
''Tidak tidak! Kamu saya antarkan pulang ini sudah keputusan saya, ayo kita pergi sekarang!'' Loius pun kukuh dengan keinginan nya dan itu adalah perintah dari atasan untuk Risma.
''Pak, terimakasih banyak sudah mau mengantarkan saya pulang ke rumah, dan rumah sakit.'' ucap Risma
''Sama-sama, ya sudah saya pergi.''
''Baik Pak, hati-hati.''
''Hm.'' Louis pun pergi.
Tapi Louis tidak akan kembali ke Restauran, dia membelokkan mobilnya menuju tempat tongkrongan nya dengan kedua sahabatnya.
beberapa saat Louis pun sudah tiba disana.
''Hai Bro.'' ucap Louis masuk kedalam gedung tinggi tempat mereka ngumpul.
''Lo darimana? Telat banget Lo sampai nya.'' ujar Dika
''Ada pekerjaan dikit tadi.'' jawab Loius dan bergabung.
''Lo kayak sibuk banget ya akhir-akhir ini, Louis.'' ejek Daniel.
__ADS_1
''Gak lah, sibuk apa gue biasa-biasa saja.'' jawabnya datar.
''Tapi tadi cewek gue ngirim foto Lo, katanya Lo lagi sama cewek di rumah sakit, Niel.'' tiba-tiba ucap Dika sambil menunjukkan foto Loius di ponselnya.
''Ya emang gue tadi ke rumah sakit.'' jawab Loius akhirnya.
''Siapa tuh cewek, Loius?'' tanya Dika penasaran sekali.
''Bukan siapa-siapa.'' jawabnya masih acuh
''Ya ampun Louis, bukan siapa-siapa tapi Lo perhatian sekali sama tuh cewek, memang siapa sih dia?'' tanya Dika Sangat kepo
''Gue bilang bukan siapa-siapa, wajar lah gue bawa dia ke rumah sakit, wanita itu pingsan dan di bekerja di Restauran gue, udah sewajarnya gue bawa pegawai gue itu ya, gue takut saja dia punya penyakit yang serius kan.'' jelas Louis
''Apa? Jadi Wanita itu hanya pelayan di restoran Lo, gitu? Ini aneh, apa wanita itu sangat cantik? Hm, mungkin seksi?'' tebak Dika sambil tersenyum misterius.
''Buang jauh pikiran kotor Lo itu, gue gak mungkin suka sama tuh cewek. Lagian dia sudah punya suami bahkan dia sedang hamil.'' ungkap Louis
''Apa? Dia sedang hamil, dan punya suami.'' pekik Dika
''Ya, dia lagi hamil.'' Loius mengangguk pelan.
''Apa itu wanita yang sama, yang kemarin malam?'' tebak Daniel seraya menatap Louis.
''Hm, benar. Itu dia wanita yang kemarin gue ceritain sama Lo.'' jawab Loius.
''Siapa? Wanita yang mana sih? Kok gue gak tahu.'' Dika merasa dia kehilangan informasi.
''Bukan apa-apa.'' ucap Daniel mengakhiri pembicaraan.
''Apa Louis, Lo gak mau cerita ke gue?'' Dika masih penasaran ingin tahu.
''Ok Dika! Wanita itu katanya pernah bekerja di sekolahnya si Yui.''
''Tukang bersih-bersih?'' tebak Dika
''Bukan, mantan Guru di sekolah itu.'' jelas Louis
''Oh mantan Guru,'' awalnya Dika merasa biasa saja tapi detik kemudian ia teringat seseorang.
''Siapa nama tuh cewek, Louis?'' tanya Dika
''Lo Kenapa sih bawel banget tahu gak, itu si Risma. Namanya Risma! Lo jangan macem-macem Dika, dia sudah menikah!'' peringat Louis untuk Dika.
''Gak lah.'' seru Dika namun dia langsung menatap Daniel dan bicara lewat ekor matanya.
__ADS_1
Dari sejak itu, Daniel mencaritahu tentang pelayan di restauran Loius ini.