Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Tidur bersama Ayah


__ADS_3

Dengan langkah yang tak bersemangat Risma berjalan ke ruang makan dimana mungkin semua orang sudah menunggunya.


''Mbak, kok lama banget sih aku udah lapar tau.'' omel Reva si anak SMA itu.


''Maaf Rev, yaudah ayo kita makan.'' ucap Risma begitu duduk di salah satu kursi sialnya dia harus berhadapan dengan pria mesum itu.


Semua pun makan dengan nikmat dan tanpa suara, tapi di posisi ini Risma menyadari sesuatu bahwa manusia yang berada di hadapannya itu tengah memperhatikannya menatap padanya.


Kenapa sih tuh orang, melihat ke arah ku terus, menang gak tau malu banget sih dia ya pantas lah dia memasang muka kaya gitu. Risma menggerutu dalam hati.


Rupanya ibu Maya juga Reva sudah selesai dengan makan malam mereka, nasi nya juga sudah pada habis hanya Risma dan Daniel yang belum selesai.


Reva beranjak dan Risma melihatnya ternyata adiknya itu sudah selesai, lalu ibu Maya juga beranjak dan tinggal lah dia berdua yang belum beres makan.


''Cepat kalian habiskan lalu tidurlah.'' ujar Bu Maya dan beranjak dari sana menuju kamarnya lagi.


''Ah aku juga sudah selesai.'' ucap Risma dia akan beranjak juga tapi di cegah oleh Daniel.


''Tunggu dulu.'' seru Daniel.


''Ada apa ?'' tanya Risma cetus sambil membuang muka tak sudi menatap Daniel.


''Itu makanan mu masih belum habis kau sudah mau pergi ?'' tanya Daniel sangat basa-basi sekali.


Risma justru mencebik-kan bibirnya.


''Sudah lah katakan saja kau mau apa? Jangan berbelit-belit seperti itu '' ucap Risma masih ketus

__ADS_1


Daniel pun tersenyum mendengar itu, memang dia ingin mengatakan sesuatu. ''Begini gue mau tanya, gue malam ini tidur dimana ya?'' itu lah yang ingin Pria ini tanyakan.


''Terrserah kamu mau tidur dimana juga Ok, sudah ya, biarkan aku pergi dan istirahat.'' jawab Risma tak perduli pada Daniel.


''Oh yaudah.'' balasnya mengerti.


Kemudian Risma pun meninggalkan Daniel dan pergi ke dalam kamarnya untuk istirahat sekarang juga.


Saat matanya akan sudah di pejamkan tetapi tiba-tiba ia seperti mendengar suara pintu yang dibuka, maka segera ia membuka matanya itu lalu melihat pada pintu.


Sontak Risma kaget saat seseorang datang ke kamarnya, mana lampu sengaja ia suka di matikan jadi cahaya di kamarnya itu remang-remang.


''Hei siapa itu?'' teriaknya bertanya nada suaranya begitu panik.


''Ini gue.'' jawab seorang pria.


Lampu sudah nyala Risma menatapnya tajam, ''Mau apa kesini?'' tanya Risma hari ini dia selalu di buat marah-marah oleh Daniel.


''Gue mau tidur, istirahat. Memang apa lagi.'' jawab Daniel enteng bahkan tanpa permisi ia merebahkan tubuhnya di ranjang Risma.


Risma langsung menganga tak percaya, ''Heh kamu apa apaan sih, ngapain kamu tidur disini ayo keluar.'' Risma mengusirnya.


''Apa sih, marah-marah mulu. Bisa diam gak? Gue lelah dan gue mau tidur, ayo sini.'' tanpa rasa malu menepuk sisinya menyuruh Risma untuk tidur di sampingnya dan dia memejamkan mata tanpa beban.


''Ya Tuhan,, kenapa ada manusia tidak punya rasa malu kaya orang ini? Ckkkk, sungguh menyebalkan. Ayo pergi dari sini, kamu gak bisa tidur disini ya! Ini kamar ku, kamu bisa tidur di luar diruang tengah sana.'' ucap Risma berharap Daniel segera pergi.


''Ooh tidak bis begitu, bukannya kamu yang mengatakan gue bebas mau tidur dimana pun juga kan? Yaudah gue milih disini ingat ini tuh perintah dari Lo, jadi semua bukan salah gue udah lah gue mau tidur, Lo kesini deh ini sudah malam.'' sekali lagi pria tak punya malu itu menyuruh Risma berbaring di tempat tidur bersamanya.

__ADS_1


''Jangan harap ya, Aku akan sudi untuk tidur dengan kamu di sana, mending aku keluar dan tidur disana daripada dengan kamu yang punya otak mesum itu.'' ucap Risma lalu membawa selimut dan satu bantal kemudian memilih tidur di kursi luar.


''Hei, beneran nih gak mau tidur disini bareng gue?'' teriak Daniel, menggoda Risma.


''Jangan mimpi.'' balas nya ketus.


Akhirnya Risma tidur di luar di ruang tengah, sementara Daniel justru berada di kamar Risma.


Rupanya pria itu belum sepenuhnya tidur padahal tadi dia sudah sangat mengantuk namun sekarang ia jadi kesusahan tidur. Daniel coba keluar untuk melihat Risma.


Ia berjalan keluar rupanya Risma sudah terlelap, dengan posisi meringkuk di sofa.


''Dia sudah tidak ternyata,'' gumam Daniel


''Kayaknya dia gak nyaman tidur disini, lihat dia meringkuk gitu pasti akan sakit kalau bangun nanti, ah biar gue pindahkan dia ke kamar saja.'' kemudian Daniel menggendong Risma dan menidurkan lagi wanita itu di atas ranjang yang empuk.


Daniel pun ikut berbaring di samping Risma, Pria itu berbalik badan menatap pada Risma yang tengah damai dalam buaian mimpi.


''Hm, cantik juga nih cewek kalau dilihat-lihat dari dekat.'' ia terkekeh.


Tanpa sadar Daniel justru melirik perut Risma yang sedikit terlihat ada kehidupan disana.


''Hai Nak, kau sedang apa? Apa kau baik-baik disana? Apa kau sudah tidur atau belum hm? Nak, katakan padaku kau ini anakku kan?'' Daniel tak sadar mengajak bicara pada si utun, menguap usap perut itu.


Kemudian Pria itu seperti merasakan getaran di perut Risma. ''Hah, apa tadi itu? Kok gerak-gerak? Hei Nak, kau menendang ya? Sepertinya kau memang anakku dan akan Ayah latih kau menjadi anak yang pandai main bola, biar nanti kita main bola sama-sama Ok, kau mau kan?''


''Hoammmm, Ayah sudah mengantuk biarkan Ayah tidur dulu, selamat malam boy.'' lagi dia tidak sadar bahkan sampai mencium perut Risma seolah mencium anak di dalam perut itu. Akhirnya Daniel ikut terbuai dengan mimpi.

__ADS_1


'Gue yakin saat nanti dia terbangun dia akan kaget dengan posisi kami ini, hahaaa pasti akan lucu sekali.' batin Daniel sambil menutup mata lalu bermimpi.


__ADS_2