Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Makan malam bersama


__ADS_3

''Siapa itu tadi?'' tanya Daniel mereka sudah di mobil dan menuju pulang ke rumah.


''Itu temanku di tempat kerja.'' jawab Risma


''Ouh, kalian sedekat itu ya?'' kembali ucapnya


''Ya, bisa di bilang gitu.''


''Lalu kenapa kamu gak memberitahu nya kalau kita sudah menikah?'' ucap Daniel melirik sekilas pada Risma dan fokus menyetir kembali.


Sial apa ini suatu jebakan pertanyaan?


''Sebenarnya aku memang belum mengatakan apapun pada Tita temanku tadi,''


''Kenapa?''


''Tidak kenapa-kenapa hanya saja masih belum siap untuk mengatakan semuanya, tapi kamu justru malah mengatakan bahwa Aku hamil anakmu nanti bagaimana tanggapan dia padaku yang tidak memberitahu nya sudah menikah namun tiba-tiba jadi punya anak coba? Apa kamu mau membuatku malu?'' ucap Risma dengan suara keras dan jadi kebawa emosi kan.


''Aah iya,'' Daniel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sebenarnya juga dia jadi paham dengan satu hal.


''Tapi bukan maksud ku seperti itu loh Risma, aku hanya mau kamu bicara saja katakan pada teman kamu tadi itu tentang hubungan kita jangan di sembunyikan lagi gitu loh.'' Daniel mengutarakan yang ia inginkan.


''Kenapa aku harus mengatakan pada semuanya soal pernikahan kita ini? Menurutku diam-diam juga bisa kan?'' ucap Risma tanpa memahami perasaan Daniel.


'Apa katanya? Diam-diam menjalani hubungan gitu maksudnya? Apa dia ini benar-benar terpaksa menikah denganku ya?' batin Daniel geram sendiri.

__ADS_1


''Aku ingin semuanya tahu kita sudah menikah.'' ucap Daniel


''Tapi kenapa ya?''


''Tidak ada tapi-tapian pokoknya Aku bilang beritahu semua orang ya beritahu saja. Jangan banyak membantah.'' Daniel bicara dengan tegas.


''Apa kamu ingin menyembunyikan hubungan kita ini tuh karena kamu ada laki-laki diluar sana 'kah?'' kemudian Daniel melanjutkan ucapannya, dengan mengutarakan tebakannya yang sangat jauh dari kenyataan.


''Apa sih, tuduhan kamu itu tidak masuk akal. Aku beneran belum mau mengatakan pada orang-orang tuh karena kita baru saja menikah lalu bagaimana kalau ada yang tahu juga soal diriku yang lagi hamil ini, jujur aku malu.'' jelas Risma.


''Iya aku mengerti, tapi bukan karena laki-laki kan?'' sekali lagi Pria itu ingin tahu jawaban Risma.


''Bukan lah, lagian bagiku laki-laki adalah nomor sekian yang harus aku pikirkan karena sekarang Aku hanya fokus pada hidupku anakku dan pekerjaan sudah itu saja.'' ucap Risma


''Eh kamu ya, em itu ... '' duh Risma harus mengatakan apa nih.


''Yasudah lah memang aku tidak ada berarti apa-apa buat mu,'' ucap Daniel segera dengan sedikit nada cetus.


'Cih ada apa dengan Pria ini bicara cetus banget.


''Maafkan aku, kita kan baru saja kenal jadi untuk saat ini ya kita jalani aja seperti saat ini Aku masih butuh adaptasi dengan mu, karena sebelumnya kita tidak saling mengenal kan?'' Risma memberikan pengertian pada Daniel agar pria itu mengerti maksud dari ucapannya.


''Iya baiklah aku paham apa yang kamu bilang, kita mulai semuanya dari awal, hanya saja aku tidak mau ada laki-laki lain yang mendekatimu.'' tiba-tiba ujarnya.


''Hah kenapa tidak mau? Apa ... Kau mulai suka padaku ya?'' Jasmine menggodanya.

__ADS_1


''Hah apa suka? Hahaha tidak lah, kau salah mengartikan.'' segera Daniel menepis tebakan Risma.


''Ah kamu bohong, sudah lah katakan saja iya kan?'' Risma masih senang menggoda Pria ini.


''Hei bukan seperti itu, kamu jangan ke geer-an dulu ya, aku adalah ayah dari anak yang kau kandung masa kamu dekat sama laki-laki lain, apa kau tidak malu hah?'' Daniel terus mengelak dan pandai membalikkan keadaan.


''Ckkk, jujur saja kenapa sih. Jangan mengelak kaya gitu.'' ucap Risma


''Aku mengatakan yang sebenarnya yasudah kalau kamu gak percaya.''


''Iya deh terserah mu saja.'' Risma mengakhiri perbincangan itu karena mobil sudah sampai di halaman rumah nya.


Kemudian mereka bergantian membersihkan tubuh dari bau keringat karena habis beraktivitas seharian ini.


Risma pun mengajak Daniel makan malam bersama, Ibu Maya dan Reva rupanya sudah pada tidur.


''Nih makan lah.'' ucapnya sembari memberikan nasi pada Daniel.


''Thanks you, ayo kamu juga.''


''Iya ini aku ambil juga.'' sahut Risma mengambil nasi untuknya.


Mereka pun makan dengan khidmat, dan sampai habis tak tersisa setelah itu Risma pamit pergi ke kamarnya untuk istirahat sementara Daniel juga langsung tidur di atas karpet bulu dan terlelap dalam mimpi.


'

__ADS_1


__ADS_2