
Di meja makan ada Yuizi, Ayah Doni dan juga Bunda nya Yessi mereka sedang makan malam bersama.
''Bun, katanya tadi Bunda bawakan Yui hadiah, apa itu Bun ayo dong kasih tau nya sekarang.'' pinta Yui dengan manja.
''Duh anak Bunda ini rupanya gak sabaran sekali ya, yaudah tunggu Bunda panggil si Mbok, biar Mbok Siti yang ambilkan ya.''
''Yeyy iya Bun.'' Yui bersorak gembira
''Mbok ... Mbok, kesini Mbok.'' teriak Yessi pada Mbok Siti
Dengan tergopoh-gopoh si Mbok pun dapat menghampiri, ''Iya Nyonya ada apa ?'' ucap mbok
''Mbok tolong ambilkan paper bag di kamar ya kesini itu ada hadiah untuk princess saya!'' perintah Yessi
''Oh baik Nyonya, tunggu ya Non Mbok ambilkan.'' ucap mbok Siti
''Iya Mbok, tapi cepat ya Yui udah gak sabar mau hadiah nya.'' kata Yui
''Duh iya iya non, sabar dulu.'' mbok Siti pun berlalu pergi, lalu tak lama kemudian datanglah lagi si Mbok sambil membawa paper bag yang disebabkan Yessi tadi itu.
''Nyah, yang ini bukan kantong nya?''tanya Mbok Siti memastikan seraya menunjuk paper bag
''Mbok itu namanya bukan kantong tapi paper bag, ish masa gitu aja mbok gak tahu.'' Yuizi mengomel
''Duh si Mbok lupa Non, papp-pper bb-beg.'' Mbok Siti mengatakannya dengan terbata
''Hahaaa, mbok kok lucu sih, sebut paper bag aja putus-putus gitu.'' Yui tertawa puas.
''Hussh kamu gak boleh gitu Yui, si mbok ini orang tua.'' tegur Doni ayah nya
''Em iya, maaf mbok.'' kata Yui namun dengan masih menahan tawa.
''Hehe tidak apa-apa Non Yui,''
''Yasudah ayo sekarang kamu buka ini hadiah mu,'' kata Bunda menyuruh Yui buka surprise.
''Apa ya ini isinya Bun ?'' kata Yui seraya menebak isi dan penasaran.
Yui langsung tersenyum bahagia saat isi surprise nya adalah coklat mahal kesuksesannya. ''Bun ... Ini untuk Yui? Ini coklat yang Yui mau Bun.'' Katanya dengan wajah antusias.
''Gimana kamu suka ?'' tanya ibunya
''Suka bunda, malah suka banget Makasih Bun.'' Yui langsung memeluk tubuh Yessi
''Sama-sama princess.''
''Kok hanya sama Bunda ajah, sama Ayah enggak nih?'' ucap Ayah Doni merasa tidak dianggap keberadaannya.
''Memang Ayah bawa apa untuk Yui ? Ah Ayah kan gak ngasih Yui oleh-oleh.'' balasnya sangat jujur
''Oh kamu jangan salah dulu Yui, lihat ini Ayah sudah siapkan surprise untukmu juga dong.'' kata Doni seraya menunjukkan kotak kecil ditangannya kepada Yui.
__ADS_1
''Hah Ayah, itu apa yah ?'' tanya Yui semakin berbunga-bunga hatinya
''Nih di lihat dong, pokoknya ini lebih mahal dari yang Bunda mu berikan.''
''Yah, kenapa kayak gitu ngomong nya yang penting princess Bunda ini senang.'' sahut Yessi tidak terima di bandingkan oleh suaminya.
Oh ya Yessi juga sebenarnya cukup penasaran dengan isi kado kecil itu, karena sebelumnya dia tidak tahu bahwa suaminya mau memberikan hadiah untuk putri mereka juga makanya dalam hati Yessi penasaran.
Perlahan tangan Yui membuka kotak kecil itu dan anak SMP ini langsung menganga lebar dia sangat terkejut melihat isinya.
''Ayah apa ini? Beneran ini untuk ku?'' tanya Yui sambil tersenyum lebar
Ayah Doni mengangguk sambil balas tersenyum.
''Apa sayang isinya?'' tanya Yessi
''Ini Bun.'' Yui mengeluarkan sebuah jam tangan yang memang fantastis sekali harganya sebab barang brendit.
''Iya bagus itu sayang, dan cocok di pakai untuk mu.'' ucap Yessi ikut senang.
''Ayah, tolong pakaikan.'' pinta Yui manja
''Baiklah sini tangan mu, biar ayah pasang di tangan lentik mu ini Yui.''
Akhirnya jam tangan yang cantik itu sudah melekat di tangan Yui.
''Yeyyy makasih Ayah, Bun, sungguh hari ini Yui sangat bahagia Bun, pokoknya Aku bahagia sekali.'' ucap Yui begitu bersemangat dan heboh.
''Iya sayangku sama-sama.'' ucap Yessi sementara Doni hanya balas mengangguk.
''Iya,'' balas Yessi
''Oh iya Mbok, apa Mbok mau nyobain juga gak nih, Yui potong untuk Mbok ya.'' Yui menawarkan dan akan memberikan coklat nya pada Mbok Siti.
''Eh gak usah Non, Mbok mah sudah tua dan suka sakit giginya kalau makan yang manis-manis, sudah itu untuk Non saja habiskan ya, pasti Non mah suka.'' balas Mbok Siti menolak nya
''Beneran ini Mbok, gak mau ?'' tanya Yui sekali lagi.
''Iya bener Non, sudah Non habiskan saja.''
''Yaudah deh, aku pergi ya.''
''Iya iya Non.''
Kini orang tua Yuizi sedang berada di ruang tengah ruang keluarga mereka duduk sambil berbincang di temani cemilan.
'Mungkin ini lah saatnya saya mengatakan kejadian kemarin pada nyonya dan Tuan.' ucap batin Mbok Siti merasa ini waktu yang pas.
'Mumpung Den Daniel nya juga tidak ada disini, jadi saya harus secepatnya bicara.' lanjut si Mbok
Mbok Siti berjalan mendekati majikannya dengan perasaan yang campur aduk karena takut kedua majikannya tidak percaya kepadanya, tapi Mbok Siti juga merasa harus mengatakannya kebenaran ini. sebab dia kasihan pada guru Yui kemarin itu.
__ADS_1
Di tambah mbok Siti sudah mendapatkan bukti yang akurat atas kejadian malam itu.
''Permisi Nyah, Tuan.'' ucap Mbok
''Eh mbok ada apa ?'' kata Yessi
''Ini Nyonya ada yang ingin saya bicarakan dan ini sangat penting.''
''Oh yaudah bicara saja mbok, soal apa ya?'' tanya Yessi lagi
''Ini ... Ini tentang Den Daniel Nyonya, Tuan.'' ucap Mbok lalu melihat reaksi majikannya dulu
''Daniel! Kenapa sama dia mbok? Apa yang dilakukan anak itu?'' kini Doni langsung bertanya dan wajahnya jadi cemas namun cenderung tegas.
''Itu anu Tuan, kemarin a-ada guru nya Non Yui, seorang wanita lalu dia menginap disini karena katanya harus mengerjakan tugas sekolah.''
''Lalu apa hubungannya dengan si Daniel ?'' dengan cepat Doni memotong ucapan Mbok Siti.
''Maaf Tuan saya mendengar kenyataan bahwa wanita itu menjadi korban pelecehan yang dilakukan Den Daniel.'' takut-takut mbok mengatakan itu apalagi saat melihat wajah Doni langsung buram marah
''Apa Mbok ? Apa yang kau katakan ? Apa kau gak ingat siapa saya ? Dan tidak mungkin adik saya seperti itu!'' Doni marah tidak percaya
''Maaf Tuan saya tidak lupa Anda ini siapa, tapi saya juga merasa kasihan dengan wanita itu Tuan. Dia terlihat tak berdaya dan sangat terpuruk.''
''Stop! Jangan kamu teruskan lagi Mbok! Saya tidak percaya dengan kata-kata mu, apa kau sudah tidak betah lagi bekerja disini? Sampai memfitnah adikku.'' bentak Doni Kepada mbok Siti
''Tidak Tuan, bukan seperti itu! Tidak! Saya sama sekali tidak bermaksud begitu saya mengatakan yang sebenarnya Tuan.''
''Cukup Mbok! Cukup saya bilang!'' jelas saja Doni akan membela Daniel.
''Mas, kamu tenang dulu kita belum dengar cerita jelasnya dari si Mbok, kamu sabar dulu.'' Yessi mengusap bahu Doni agar suaminya ini tidak marah-marah.
''Lalu aku harus apa? Aku harus percaya gitu atas apa yang sudah si Mbok katakan tadi? Itu tidak mungkin si Daniel melakukan hal gila itu!'' bahkan Yessi kena marah nya Doni.
''Mbok ayo ceritakan yang sejelas nya Mbok, bagaimana bisa kamu tahu tentang ini semua?'' tanya Yessi yang cukup tenang walaupun dia juga tidak percaya.
Kemudian si Mbok menceritakan dari saat Risma pulang dengan baju yang berbeda, hal ini membuat mbok merasa aneh apalagi keadaan Risma tampak lelah juga matanya yang membengkak seperti habis menangis lama.
Di tambah saat Mbok Siti tak sengaja mendengar kenyataan langsung dari mulut Daniel saat bicara dengan Dika.
''Saya tidak percaya.'' kata Doni masih kukuh tidak mempercayai nya .
''Baiklah, mohon tunggu dulu sebentar mungkin ini bisa menjadi bukti '' ucap si mbok lalu pergi.
''Tuan, Nyonya, ini.'' Mbok Siti memberikan kain putih yang kemarin di pasang di ranjang kamar Daniel dan di kain putih itu terdapat noda merah bekas darah.
''Ya Tuhan.'' Yessi terkejut
''Itu tidak mungkin.'' Doni juga shock
''Daniel ... Kurang ajar dia!'' Doni langsung berteriak kencang marah sangat marah
__ADS_1
''Daniel kau telah membuat ku, kecewa Daniel!'' kata Yessi juga marah kali ini.
Bagaimana tidak marah mereka mendengarkan perkataan Daniel dan Dika dengan jelas dari ponsel Mbok yang memang saat itu Mbok Siti sempat merekam nya untuk bukti kejahatan Daniel dan menunjukkan noda merah itu sehingga bukti kuat mengarah pada Daniel.