
''Bu Risma.'' panggil Yuizi
Risma menoleh, ''Yui.'' ucapnya
''Bu, ibu mau kemana ?'' tanya Yui
''Yui, ibu mau pulang.''
''Tadi aku sempat mendengar dari Bu Gina, kalau katanya ibu sudah tidak mengajar lagi disini ya, kenapa itu Bu ?'' tanya Yui
''Itu memang benar Yui, Ibu memang sudah gak bisa lagi disini mengejar kalian, menemani kalian lagi.'' ucap Risma seraya membelai pipi Yuizi
''Loh kenapa Bu ?'' Yui kebingungan
''Sebenarnya ibu ini di suruh berhenti oleh kepala sekolah, karena memang ini sudah saatnya ibu keluar, nanti setelah kamu besar kamu akan mengerti ya Yui. Sekarang pesan ibu, kamu belajar yang benar ya. Jadilah murid kebanggaan ibu, jadilah murid yang berbakti ok, buatlah ibu bangga kepada mu ya Yui!'' pesan Risma untuk terakhir kalinya.
''Tidak Bu, jangan pergi.'' Yui histeris dan memeluk Risma dia tidak mau berpisah.
''Yui, jangan menangis jangan seperti ini, semua ada saatnya berpisah Yui. Tapi kan ibu masuk bisa berjumpa dengan kamu di luar sekolah, ibu bukan pergi keluar kota yang jauh.'' Risma menghibur Yuizi.
''Tapi Bu, Yui gak mau ibu keluar dari sekolah, karena hanya ibu lah Guru satu-satunya yang baik, yang tidak galak. Bu Yui kan jadi takut.'' ucap Yui jujur dengan menekuk kan wajahnya tanda ia takut dengan guru lain.
''Ssstt tidak boleh bicara seperti itu, gak baik Yui. Semua guru sama kok mereka baik-baik hanya cara mereka mendidik kalian dengan cara mereka sendiri.'' ujar Risma menjelaskan.
''Tetap saja Bu, hanya Bu Risma yang baik gak suka marah-marah ke kita.'' kukuh Yui merasa semakin berat bila Risma tidak ada.
__ADS_1
''Ibu mengerti yang Yui rasakan, ibu juga dulu pernah sekolah kan. Tapi begini prinsip ibu, kita fokus dan rajin lah nak maka Guru pun akan sayang kepada kita begitu Yui!''
''Baiklah Bu, pokoknya Yui ingin saat nanti ibu bertemu dengan Yui di jalan atau di manapun ibu jangan pernah lupakan Yui ya! Yui ingin ibu selalu menganggap Yui adalah anak muridnya ibu!'' pinta Yuizi tentu itu tidak akan Risma lupakan dan Risma tak keberatan dengan permintaan Yui.
''Baiklah Yui, ibu janji akan menyapa mu dan menegur mu kalau kita bertemu lagi,'' ucap Risma
''Yaudah Bu, Yui harus kembali ke kelas ibu hati-hati ya.''
''Pasti Yui, jaga dirimu juga baik-baik.''
''Iya Bu.'' mereka berpelukan untuk terakhir kalinya.
**
''Waalaikumsalam , eh kamu sudah pulang Ris?'' ucap Bu Maya
''Iya Bu, aku sudah pulang.'' jawabnya begitu lesu dan langsung duduk menyender di kursi.
''Ada apa ? Kamu terlihat capek sekali? Apa tubuhmu lemas lagi, atau pusing Ris?'' ibunya bertanya penuh perhatian.
Risma menggeleng saja.
''Katakan sama ibu Nak, jangan kau pendam sendiri.'' suruh ibunya
''Bu, maafkan Risma. Sekarang Risma pengangguran Bu, Risma sudah dikeluarkan dari sekolah.'' ucap Risma dengan menangis.
__ADS_1
''Ya Tuhan kenapa bisa Ris?'' ibu ikut shock
Kemudian Risma menceritakan semuanya apa yang terjadi hari ini, dimana dia tiba-tiba di panggil kepala sekolah dan langsung ia di pecat.
''Yang sabar Nak, percayalah ini semua akan ada hikmahnya ya.'' Bu Maya menyemangati Risma putrinya.
''Tapi Bu, sekarang kita dari mana bisa mendapatkan uang, sementara Risma udah gak punya penghasilan lagi.'' ucap Risma mencemaskan keadaan mereka.
Ibu juga diam ikut memikirkan tapi ibu mengusap punggung Risma, ''Jangan pikirkan soal itu dulu, ibu masih punya simpanan kok, sekarat kamu istirahat lah jangan banyak pikiran, itu tidak baik untuk kesehatan kamu dan anakmu.'' ucap Bu Maya.
Deg
Risma terhenyak dia baru ingat dan sadar kalau dia kini tengah mengandung, sebelumnya Risma lupa tentang itu, tapi setelah ibunya mengingatkan Risma merasa semakin sedih, bagaimana kehidupannya kedepannya sekarang dia nganggur apalagi ada anak dalam perutnya yang butuh asupan gizi, sungguh Risma bingung memikirkan ini semua.
🍁
[Bagaimana, apa wanita itu sudah di keluarkan dari sekolah?] tanya seorang pria dari balik telepon.
[Sudah Tuan, tapi saya merasa bersalah sekali, karena sebenarnya Risma tidak melakukan kesalahan apapun tapi dia justru harus dikeluarkan.] ucap seorang wanita
[Sudah jangan banyak protes, saya kan sudah bayar dengan mahal, jadi diam saja dan lakukan perintah saya!] ucap pria itu lagi marah karena yang dia telepon merasa protes.
[Baiklah Tuan.]
Risma, maafkan saya, saya terpaksa melakukan ini saya lagi butuh uang Ris, maka dengan tega saya menyetujui nya untuk mengeluarkan kamu dari sekolah Risma. batin kepala sekolah penuh penyesalan.
__ADS_1