Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Ke rumah sakit


__ADS_3

Setelah merasa tidak ada suara-suara diluar maka Risma pun segera bergegas pergi dari toilet itu dan kembali ke tempatnya bekerja.


Risma belum menyadari kalau sebenarnya Daniel masih berada di restauran itu lebih tepatnya berada di ruangan si pemilik tempat tersebut.


''Lama bener kamu ke toilet Risma.'' tegur salah satu teman kerjanya yang kelihatan tidak terlalu suka pada Risma.


''Em iya maaf Mbak, tadi perut ku benar-benar mulas mbak.'' kata Risma dan itu hanya alibi nya


''Yasudah cepat tuh layani pengunjung sekarang gantian saya mau istirahat dulu capek nungguin kamu .'' ucapnya dengan cetus


''Iya baik Mbak.'' balas Risma tidak melawan dengan jutek


Kemudian Seperti biasa Risma melayani para pengunjung ada yang datang bersama teman ada juga yang membawa keluarga mungkin untuk makan siang bersama.


Dan itu menguntungkan bagi semua karyawan bila banyak pengunjung yang datang ke Restauran ini, artinya mereka akan sering mendapatkan tips.


Tidak terasa waktu pun berlalu dan malah pun tiba, Risma bergegas pulang ke rumahnya tapi sebelum sampai dia lebih dulu mengisi bensin untuk motornya yang sudah kosong itu.


Di tempat pengisian tak sengaja dia bertemu dengan Louis, yang menyapa Risma duluan.


''Hai kamu Risma kan?'' tanya Louis


Risma menoleh ''Em iya pak saya Risma.'' angguknya


''Kamu lagi mengisi bensin juga?'' tanya Louis lagi dan tidak sombong ternyata pikir Risma.


''Iya saya sedang mengisi bensin Pak.'' jawab Risma


''Em Anda ini pemilik Restauran tempat saya bekerja kan pak?'' gantian kini Risma bertanya pada Loius


''Hm benar saya pemilik Restauran, perkenalkan nama saya Louis.'' Risma kaget saat pria kaya ini mau bersalaman dengan nya.


Tapi Risma merasa tidak enak bila harus berjabat tangan dengan bos nya.


Dan ia memilih menunduk hormat sebagai balasan.


''Kenapa? Ah Yasudah tidak masalah.'' awalnya Louis bingung tapi detik kemudian dia coba memahami mungkin wanita ini merasa tidak enak bersalaman dengan bos di tempatnya bekerja. Tapi Loius tidak pernah membeda-bedakan antara sesama walaupun dia terlahir dari keluarga yang berada.

__ADS_1


''Maaf pak bukan bermaksud tidak sopan tapi saya merasa tidak enak.'' ucap Risma sesuai tebakannya.


''Tidak masalah Risma, saya mengerti.'' balas Louis tidak marah.


Kemudian giliran motor Risma yang harus diisi Setelah beberapa saat tadi mengantri.


''Permisi Pak.'' Risma berpamitan dan meninggalkan Loius ketika motornya sudah diisi bensin dan dia harus pulang.


''Ya hati-hati.'' ucap Louis perhatian


Risma mengangguk seraya tersenyum.


Rupanya dari kejauhan Daniel seperti melihat Louis tengah mengobrol bersama seorang wanita asing karena tidak terlalu jelas terlihat wajahnya oleh Daniel.


''Si Loius dia sedang ngobrol dengan siapa?'' ucap Daniel bertanya-tanya


Saat akan menghampiri mereka ternyata Risma sudah keburu pergi tanpa Daniel bisa melihatnya.


''Bro, Lo disini?'' ucap Daniel pada Louis


''Eh Bro, nih gue lagi ngisi bensin Lo sendiri ngapain ada disini?'' tanya balik Louis pada Daniel


''Oh itu dia tadi hanya pelayan biasa di Restoran, y kebetulan gue ketemu dia disini dan gak mungkin kan gak gue sapa nanti di sangka gue bos yang sombong lagi.'' ucap Loius dengan sedikit candaan.


''Ada-ada saja Lo ini, atau mungkin Lo ada main kali dengan cewek tadi ya kan Bro? Gak mungkin lah Lo cuma menyapa dia doang kalau gak ada udang di balik tembok.'' ucap Daniel menyindir Louis


''Sialan Lo itu, ini murni gue hanya menyapa nya aja lagian gue tidak suka dengan nya.'' ucap Loius


Dan sebenarnya tanpa Daniel tahu bahwa wanita itu adalah wanita yang sedang mengandung anaknya saat ini.


''Ou ya siapa nama tuh cewek?'' entah kenapa Daniel sangat kepo pada wanita tadi dan hal itu membuat Louis jengah 'apakah si Daniel tertarik?' pikir Loius


''Namanya sih si Risma.'' beritahu Loius dan Daniel hanya manggut-manggut saja


''Eh Oya Niel, kemarin gue sempet baca surat datanya, dan ternyata dia itu mantan Guru di sekolahnya si Yuizi loh, mungkin si Yui kenal dengan si Risma ini, Niel.'' ungkap Louis memberitahu Daniel dengan detail nya.


''Mantan Guru di sekolahnya si Yuizi?'' ulang Daniel sedikit teringat pada seseorang.

__ADS_1


''Siapa tadi nama wanita itu Louis?'' Daniel memastikan


''Risma! Kenapa Lo kenal?'' tanya Loius menatap Daniel


Risma? Apakah itu dia? batin Daniel


''Em gue gak kenal.'' jawabnya agar Loius tidak curiga


**


Besoknya..


Seperti biasa Risma dengan bersemangat pergi ke tempat dia bekerja apalagi hari ini adalah hari kedua kalinya dia akan mendapatkan gaji.


''Bu, aku berangkat ya.'' pamitnya menyalami tangan Bu Maya


''Iya Nak, hati-hati dan jaga dirimu.'' pesan Bu Maya


''Baik Bu, ibu juga jaga diri di rumah.''


Beberapa saat kemudian Risma sudah sampai di Restauran pertama-tama ia memencet tombol tanda dia hari ini hadir bekerja memang seperti itu peraturannya.


''Ris, tolong kamu antarkan ini pada meja itu ya tolong Risma.'' tiba-tiba Novi datang dengan membawa makanan di atas nampan dan meminta Risma yang memberikan pada si pengunjung sebab Novi tak tahan ingin ke toilet.


''Begitu tuh akibatnya kalau terlalu banyak makan pedas.'' ucap Risma mengejek Novi yang sudah pergi.


''Ya ampun ini mie apaan sih, kenapa bau nya sangat menyengat sekali, tidak enak di cium.''


''Hoekkk hoekk ah aku tidak tahan ini membuatku mual, tapi ini pesanan orang, hoekkk tapi aku gak tahan ini baunya membuat perutku bergejolak.''


Risma menahan rasa mual ditambah tiba-tiba kepalanya semakin pusing mencium aroma masakan.


''Permisi ini pesanannya tuan nyonya.'' syukurlah Risma bisa melakukan tugasnya dengan baik. Kemudian saat ia berbalik badan untuk kembali ke depan ia tak kuat lagi dan akhirnya jatuh pingsan.


Bugghh


''Eh Mbak.'' ucap si pengunjung kaget

__ADS_1


''Tolong ini ada yang pingsan.'' pengunjung berteriak memanggil seseorang dan syukurlah Louis baru datang juga langsung membawa Risma ke rumah sakit dengan menggendongnya.


__ADS_2