Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Om Loius baik dan perhatian


__ADS_3

Ting


Suara pesan masuk di ponselnya Loius, pria itu segera mengeceknya dan ternyata itu pesan dari Daniel.


"Hm si Daniel."gumamnya dengan membaca isi pesan.


[Gimana Bro, Lu udah anterin adik gue kan?] tanyanya di pesan


[Udah aman, dia sudah sampai di sekolah dan juga mungkin udah ke kelasnya, omong-omong thanks ya Bro!] balas nya Loius dengan diakhiri ucapan terima kasih.


[Siap, semoga berhasil ya Bro!] balas Daniel untuk Loius


[Amiin, gue butuh dukungan Lo.] balas Louis


[Selagi niat Lu baik, tentu gue akan selalu dukung.] kata Daniel


[Ok, gue lagi nyetir udah dulu Bro.] Loius mengakhiri pesan.


[Hm Bro.] balas Daniel.


Dan ternyata Daniel sengaja pergi lebih dulu tadi pagi itu karena dia ingin memberikan waktu untuk Loius agar bisa kenal dan dekat dengan adik iparnya itu, tentu tanpa sepengetahuan Risma.


Loius saat itu tak buang waktu dia sudah stay hingga akhirnya berhasil mengantarkan Reva ke sekolah.


Saat ini pria itu jadi senyum-senyum sendiri ini seperti mimpi saja dia jadi kesemsem pada Reva si gadis kecil yang umurnya jauh dengannya.


Tapi terkadang cinta tumbuh tak memandang usia dan kini yang harus Loius lakukan adalah bagaimana bisa dia merebut hati Reva agar membalas cintanya. Juga agar keluarga gadis itu merestui tentu ini adalah tantangan terberatnya, namun Loius tidak akan menyerah dengan mudah.


****


Tidak di sangka ternyata ketika pulang pun Loius sudah menunggu Reva dan menjemput lagi.


"Eh Om kok disini?" tanya Reva terkejut


'Sial, kenapa nih anak nyebut gue Om mulu.' Pria itu mengomel di hati.


"Karena Kakak ingin menjemput mu dan mengantarkan kamu pulang gadis kecil." jawab Loius


"Ooh gitu, tapi apa Om tidak lagi sibuk sampai bisa menjemput ku, maksudnya apa Om ini gak punya pekerjaan?" ucap Reva


"Kata siapa Kakak gak punya kerja, nanti Kakak bawa kamu ke restoran milik kakak, tapi Reva. Kalau bisa jangan panggil saya Om ya, tapi panggil saja kakak Loius!" pintanya karena panggilan itu terasah mengganggu kupingnya.


"Hah Kakak? Hahaha itu seperti lucu Om, Om itu kayaknya gak pantes disebut Kakak deh Om kan sudah ... ups!" Reva langsung menutup mulut dan tak jadi meneruskan perkataannya.


"Maaf Om," cicitnya


"Apa tadi kamu mau bilang apa hm?" tanya Loius


"Eee anu Om, gak bukan apa-apa Om." Reva gugup takut Loius marah.

__ADS_1


"Kamu, apa menurutmu saya ini sudah tua sekali ya?" ucap Loius menunjuk dirinya


"Eh, bukan begitu Om hanya ... " kembali Reva kesusahan meneruskan kalimatnya


"Hanya? Apa?"


"Aduh, maaf Om bukan begitu maksudku, Om." lebih baik Reva minta maaf saja


"Hm yaudah kalau gak mau mengatakan nya, tapi kamu sudah mau pulang kan? Louis tak ingin membahasnya itu lagi


"Iya." Reva mengangguk


"Ok kalau gitu ayo." tiba-tiba ajaknya


"Ayo, ayo apa Om?" Reva masih bingung


"Ayo, biar saya antar kamu pulang memang apa lagi? Aahh apa kamu mau melihat ke restoran ok gak masalah akan saya antar, ya agar kamu gak anggap Kakak ini pengangguran." kata Loius dengan membanggakan diri.


"Restauran, jadi apa maksudnya Om punya restoran gitu Om?".


'Huh, bocah ini, udah di bilangin jangan panggil gue Om kenapa sih.' Loius menggerutu


"Iya punya, mau lihat?" tawarnya


Sebenarnya Reva ingin tapi dia takut dan akhirnya menggeleng kepala,


"Tidak, maaf Om aku harus pulang." tiba-tiba Reva ingin pergi begitu saja tapi buru-buru di cegah Loius.


"Tunggu, ayo Kakak antarkan." sambil mencekal lengan Reva


"Maaf Om jangan pegang-pegang." ucap Reva melepaskan cekalan itu padahal Loius tak ada maksud apa-apa, itu hanya agar Reva tidak pergi.


"Oh sorry, tapi kenapa kamu mau pergi hm? Biar Kakak antar pulang." ucap Loius


"Terima kasih Om, tapi gak usah ya." tolaknya halus


"Ya kenapa? Oh apa ini karena kakak mu, dia melarang kamu dekat dengan saya ya?" tebaknya


"Emm anu Om, iya." Reva yang polos pun mengangguk


"Dengar! Kakak ini bukan orang yang jahat Rev, kakak ingin berteman dengan kamu, boleh ya?" tiba-tiba ucap Loius


"Hah apa berteman, ih kenapa seperti anak sekolahan saja Om ini, hahaa." Reva justru mengejeknya


Huufft dasar bocah! Sabar Loius.


"Iya mau gak?"


"Tapi benar Om ini bukan orang yang jahat kan?" Reva bertanya balik

__ADS_1


"Astaga, bukan lah, ya walaupun Kaka ini bukan orang yang baik tapi Kakak juga gak jahat, memang siapa yang mengatakan kakak ini jahat hm!? tanya Loius ingin tahu dan apakah itu kata Risma juga?


"Emm itu, bukan kata siapa-siapa hanya aku menebaknya." jawab Reva tak memang tidak ada yang mengatakan Loius ini orang jahat hanya saja Risma menyarankan agar Reva menjaga jarak dari pria ini.


Dengan bujuk rayuan Reva mau juga di antara lagi oleh Loius, "Em iya Om, kok Om ada di depan sekolah ku ya? Om lagi apa tadi?" tanya Reva saat di perjalanan menuju rumah.


"Ah itu, Kakak hanya kebetulan lewat di depan sekolah mu saja kok, dan tadi Kakak lihat sepertinya anak-anak udah pada pulang jadi Kakak pikir mungkin kamu juga udah pulang, gak ada salahnya kan, Kakak mengantarkan mu pulang." beritahu Loius namun bukan itu kenyataannya, hehe


"Ohh begitu, ya Om." Reva percaya saja


"Iya, tapi Rev."


"Ya Om?" Reva menoleh


"Kamu jangan dulu bilang ke Kakak mu itu ya,"


"Soal apa Om ?"


"Iya soal kita yang bertemu ini, maksud kakak soal kakak yang jemput dan antarkan kamu ke sekolah tadi pagi," jelasnya


"Tapi kenapa jangan Om?" tanya Reva lagi


"Gak apa-apa pokoknya rahasia kan dulu, bukannya Kakak mu itu melarang kamu dekat dengan Kakak iya kan?" tebaknya


"Hah dari mana Om tahu?" Reva terkejut


"Kakak pasti tahu Rev, tapi itu gak penting dari mana dari siapa sekarang makanya kamu diam saja ok, tenang Kakak gak akan berbuat jahat," ucap Loius, akan berabe bila Risma tahu saat ini bisa-bisa pendekatan ini berakhir sebelum ada hasil.


"Baiklah kalau emang bener Om ini bukan orang jahat." sahutnya


"Kamu tenang aja,"


"Makasih banyak Om." ucap Reva saat mobil sampai di dekat rumahnya.


"Sama-sama, makasih juga kamu mau di antarkan oleh Kakak ya." balasnya


"Hehee iya Om, siapa sih yang gak mau tumpangan gratis." jawab Reva sambil cengengesan


"Ada ada aja kamu, yaudah sana masuk ke rumah jangan pergi keluyuran lagi." kata Loius sangat perhatian


"Siap Om, gak bakal keluyuran aku mah." sahutnya


Reva pun berjalan menuju rumahnya dengan bibir yang terus tersenyum, entahlah tapi dia jadi merasa senang dan mungkin meleleh dengan kebaikan Loius.


"Tapi, kenapa Mbak malah melarang ku untuk dekat dengan Om Loius, padahal dia orang yang baik kok, ah mungkin si mbak tuh yang ketakutan saja, ketakutannya terlalu berlebihan." ucap Reva berbicara sendiri.


"Hmm, ada apa nih? Senyum-senyum sendiri pas pulang sekolah, ada yang lagi bahagia sekali rupanya." terdengar suara seseorang menyambut kedatangan Reva di rumah.


Glekkkk!!

__ADS_1


__ADS_2