Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Di suapi suami


__ADS_3

''Apa Anda sudah siap?'' tanya seorang penghulu.


''Ya, saya siap.'' serunya mantap.


"Saya terima nikahnya dan Kawinnya Risma kharisma, dengan mas kawin seberat seratus gram dibayar tunai!" dalam satu tarikan nafas Daniel mengucapkan ijab Kabul nya dan kini ia sudah sah menjadi suami Risma, wanita yang dia nodai malam itu.


''Alhmadulillah,'' semua menyeru karena Daniel lancar mengucapkan ikrar yang suci itu.


Daniel menyodorkan tangannya yang kanan pada Risma, wanita itu tahu apa ini maksudnya. Tapi dia jadi malu di pandang orang, bukannya dia masih kesal dan marah pada Daniel, Huhh aku harus memegang tangan Pria brengsek ini.


Tapi mau bagaimana lagi, dia kini menjadi suaminya yang harus dia hormati syukur syukur Daniel dapat berubah jadi manusia yang baik.


Perlahan tangan Risma membalas uluran tangan Daniel lalu dia mencium takzim tangan itu.


Tak disangka setelah itu Daniel justru mencium keningnya sontak Risma di buat terkejut oleh Daniel, dan langsung menjauhkan kepalanya dari Pria itu dan menatapnya tajam.


''Jangan macam-macam ya! Walaupun kita sudah menikah tapi ini karena paksaan, dan aku tidak suka padamu.'' peringatan tegas dari Risma.


''Yaa, mungkin sekarang kau belum suka sama saya, tapi tidak ada yang tahu dengan hari esok bisa saja kamu mengejar-ngejar saya.'' ucap Daniel begitu entengnya.


''Hah, apa? Mengejar-ngejar mu? Jangan mimpi! Itu tidak mungkin terjadi, aku tidak akan pernah mengejar mu karena aku bukan wanita wanita bodoh seperti yang selalu mengejar mu.'' balas Risma


''Kita lihat saja nanti.'' Daniel seolah menantang nya


''Ok kamu lihat aja, aku tidak main-main dengan ucapan ku, kok.'' Risma balas tantangan Daniel.


Daniel hanya tersenyum miring.


''Ada apa ini, kenapa pengantin baru malah ribut-ribut hm?'' tanya Reva menghampiri kakaknya yang menjadi pengantin sehari itu, sambil memeluk tubuh Risma karena tak nyangka akhirnya kakak perempuannya ini menikah dadakan juga. Lalu Reva menyalami tangan Daniel, ''Selamat Kak.'' ucapnya pada kakak ipar baru.


''Thanks Dek.'' balas Daniel tak menyebutkan nama Reva, hm mungkin dia lupa.

__ADS_1


''Jadi kalian kenapa ribut-ribut tadi?'' kembali tanya si adik Sangat kepo.


''Oh itu bukan apa-apa, udah jangan mau tahu hal gak penting juga.'' ucap Risma menjawab dengan nada kesal masih terdengar.


Dan justru semakin membuat Reva ingin tahu, ''Ada apa Kak, ayo dong kasih tau .'' Reva mendesak pada Daniel agak bercerita.


''Rev, sudah!'' ucap Risma menyuruh adiknya diam


''Begini, tadi itu Kakak bilang sama Mbak mu ini kalau Kakak ingin mengajaknya ikut dengan kakak---''


''Tunggu ikut kemana nih?'' Reva langsung memotong ucapan Daniel, juga Risma kaget kenapa Daniel jadi bahas hal yang lain malah membuatnya penasaran.


''Iya ke rumah Kakak, karena Kakak mau mengajaknya pindah dari sini secara kan dia ini sudah menjadi istrinya Kakak, gitu loh tapi Mbak mu nya gak mau, dan kira sda ribut-ribut kecil tadi.'' ucap Daniel.


Risma langsung melotot pada Daniel, Apa-apaan dia ini, membual nya gak tanggung-tanggung. Kita kan tadi tidak sedang bahas itu, terus kenapa dia bohong, dasar pengarang yang hebat. Risma di buat bingung oleh perkataan Daniel.


''Mbak Kenapa kamu gak mau ikut dengannya Mbak? Bukannya kalian udah menikah, kemanapun suami pergi Istri kan harus ikut. Awas loh Mbak nanti suamimu di embat pelakor lagi karena berjauhan dengan mu.'' ucap Reva membisiki nya pada Risma.


''Ih Mbak baru satu hari menikah kamu udah jahat gini sama adikmu.'' Reva pura-pura teraniaya.


''Udah sana itu kamu bantu ibu, kasihan ibu gak ada yang bantuin jangan merecoki disini Mulu kamu.'' Risma mendorong tubuh adiknya agar segera pergi dan tak lagi banyak bicara.


Sementara itu, Bu Maya mengajak semuanya untuk makan dulu sebelum mereka pergi, karena begitu lah adat yang ada. Bila ada suatu acara apapun itu jangan pulang dengan keadaan perut kosong.


''Ayo bapak-bapak semuanya silahkan dicicipi dulu makanan nya!'' ucap Bu Maya.


Mereka juga akhirnya langsung makan karena dilarang dulu untuk pulang.


''Hmm, hmm.'' Daniel berdehem memberi kode .


''Kmmhhhhh,'' dia berdehem lagi agak keras sekarang.

__ADS_1


''Ada apa sih?'' akhirnya Risma menoleh juga.


''Jutek amat, ini loh suamimu kelaparan kamu belum memberinya makan.'' ucap Daniel.


''Oh yaudah kamu tinggal ambil saja, itu makanan nya ada disana.'' balas Risma tak memperdulikan pria itu, dan dia sengaja melakukan nya.


''Ambilkan dong, ingat aku suami mu dan kamu harus patuh kepada suami, ayo cepat ambilkan.''


''Ya ya,, tunggu.'' Risma beranjak dan mengambilkan nya juga.


Setelah selesai dia kembali ''Nih, silahkan di makan Yang Mulia.''


''Ahh, terimakasih istriku.'' balas Daniel


''Hiiii, menggelikan.'' ucap Risma lirih sembari bergidik geli .


''Aaa, ayo makan juga kamu.'' tiba-tiba Daniel memberikan suapan nya untuk Risma.


''Tidak kamu saja, aku gak lapar.'' wanita itu menggeleng.


''Udah ayo makan, Aku tau kamu belum makan ayo buka mulutmu!''


''Aku tidak lapar, kamu habiskan saja.'' kukuh Risma


Tapi ... Krucukkk krrrcuukk ada yang terdengar bunyi dari perutnya.


''Itu apa? Sudah gak perlu malu dengan ku, lagian apa kamu gak kasihan pada anak kita di dalam perutmu itu hm? Dia butuh asupan, ayo aaaaa!'' bujuk Daniel.


Risma mengusap perutnya mungkin ia lupa bahwa didalam sini ada makhluk kecil yang tumbuh hidup.


Akhirnya Risma menurut dan di suapi oleh Daniel hingga benar-benar kenyang begitu juga dengan Daniel kenyang makan dan kenyang menyuapi Risma yang justru minta nasinya nambah lagi .

__ADS_1


Ah dasar nih wanita, awalnya doang yang malu-malu dan so' nolak, tapi lama kelamaan malah minta lagi nambah lagi, hahaaaa gengsi sih di gedein. Daniel jadi geleng-geleng kepala dan terkekeh sendiri.


__ADS_2