Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Hamil


__ADS_3

''Assalamualaikum.'' ucap Risma mengucap salam saat sampai di rumah nya.


''Waalaikum salam, Ris. Kenapa baru pulang ?'' tanya ibunya cemas


''I-iya Bu, maaaf Risma baru pulang jam segini, dan gak ngabarin Ibu dulu tadi Risma ada rapat dulu di sekolah.'' jawabnya tentu berbohong karena yang sebenarnya dia tadi hanya berdiam diri saja di luar untuk menenangkan pikirannya.


''Oh Yasudah tapi lain kali kasih kabar ke ibu dulu Ris, agar Ibu gak mencemaskan kamu,''


''Iya Bu, maaf ya. Ibu sudah minum obat ?'' tanya Risma perhatian


''Sudah, kamu sana mandi lalu nanti kita makan sama-sama.'' ujar ibunya


''Baik Bu, aku bersihkan diri dulu ya.'' Risma pamit dan berlalu.


Sesudah selesai mandi, Risma mengambil ponselnya untuk menambah daya baterai karena ponselnya sudah kosong.


Begitu mengambil ponsel di tas Risma melihat benda itu di dalam tas nya.


''Hahh ... Melihatnya saja itu sudah membuat ku sesak.'' ucapnya bergumam dengan membuang nafas kasar.


''Ternyata waktu yang cocok untuk mengecek nya adalah pagi, yasuda Aku cek besok saja aku memang belum siap.'' lanjutnya berbicara sendiri.


Risma, Ibunya dan Reva adiknya sedang makan bersama begitu khidmat walaupun lauk nya seadanya.


''Gimana di sekolah Rev, aman-aman saja kan?'' tanya Risma kepada adiknya


''Aman Mbak, tapi tumben Mbak nanya gitu?'' kata Reva mungkin heran

__ADS_1


''Loh memang salah Mbak ingin tahu kamu di sekolah Rev, ya barangkali ada yang ganggu kamu atau gimana gitu kamu jangan Pendem sendiri, bicara sama Mbak atau ibu.'' Risma memberikan nasehat seperti ketakutan.


''Iya mbak makasih udah mengingatkan, Alhamdulillah Mbak gak ada yang ganggu kok.'' ucap Reva sambil tersenyum.


'''Syukurlah Rev, Mbak tenang mendengar nya.''


''Kalau Mbak di sekolah sana gak ada yang jahat kan Mbak ?'' kini Reva bertanya balik


Risma sedikit menegang, ''Ah tidak ada, tidak ada masalah kok.'' jawabnya cukup ragu


''Serius Mbak ? Tapi aku lihat Mbak ini jadi sering melamun loh, kaya yang banyak beban pikiran gitu loh Mbak.'' ujar Reva mungkin merasakan nya


''Tidak Rev, mbak juga gak ada masalah beneran deh.''


''Bagus dong Mbak kalau begitu.'' sahut Reva lagi


**


Perlahan tangan wanita itu membuka bungkus alat tersebut dengan tangan gemetaran dia memasukkan nya pada cairan.


Sesekali dia membuang nafas kasar ke udara untuk menghalau rasa takutnya.


Tapi mau tidak mau dia harus siap melihat hasilnya, dan ternyata benda itu menunjukkan garis dua biru.


Seketika jatuh lah benda tersebut dari tangan Risma dan tak hanya benda itu saja air mata nya juga jatuh merembes di kedua pipinya.


''Hikss.. Hikks ... '' Suara tangis itu terdengar pilu.

__ADS_1


''Ya Tuhan, kenapa harus aku mengalami ini Tuhan. A-aku tidak sanggup menerimanya Tuhan, Tidak cukupkah hanya kejadian itu saja kenapa kau tambah lagi masalah baru ini?'' jeritnya tertahan.


Bugh


Risma tidak kuat karena tubuhnya ini benar-benar lemah, sehingga dia pun jatuh pingsan.


''Reva, suara apa itu? Kaya ada yang jatuh Rev ?'' ucap Bu Maya ibu Risma kebetulan berada tak jauh dari kamar mandi.


''Bu kenapa ?'' Reva menghampiri dan panik mendengar teriakkan Bu Maya.


''Itu tadi Ibu dengar seperti ada yang jatuh, kamu cek ibu jadi khawatir.''


''Yang jatuh apaan dong, mungkin buah di depan kali Bu.'' celetuk Reva


''Bukan Rev, ibu pikir itu bukan buah karena ini terdengar dekat di rumah.'' ucap Bu Maya


''Em terus apa yang jatuh.''


''Ya makanya kamu cek.'' suruh Ibunya


''Iya iya.''


Reva mencari asal yang jatuh itu tapi semua nampak sama tidak ada benda jatuh ataupun yang lainnya, namun ketika dia membuka pintu kamar mandi ia terkejut karena kedapatan Risma tergeletak di lantai.


''Mbak! Bangun Mbak ! Kamu kenapa?'' pekik Reva


''Mbak apa yang terjadi ?'' Reva menggoyangkan tubuh Risma.

__ADS_1


**


''A-apa dokter, anak a-anak saya ha-hamil? I-itu tidak mungkin dokter.'' jerit Bu Maya shock.


__ADS_2