
Si Mbok yang bekerja di rumah Yuizi tidak sengaja mendengar percakapan antara Daniel dan Dika.
Dimana mereka membahas seorang wanita yang mengarah ke pelecehan, tapi Mbok bingung siapa yang mereka maksudkan itu.
''Kasihan sekali kalau si Neng guru nya Non Yui yang mereka berdua bicarakan itu, eh tapi tunggu dulu ini bukan suatu kebetulan kan, duh saya yakin kemarin si Neng itu memang bukan pakai baju yang tadi iya saya ingat itu, jadi apakah ini benar dugaan saya, ya ampun saya tidak menyangka dan kasihan kalau ini benar terjadi.'' ucap Mbok begitu pelan, si Mbok penasaran jadi masih disana untuk mendengarkan yang detail nya, mbok harus menemukan jawabannya.
''Niel, kok Lo ceroboh banget gimana kalau tuh cewek hamil? Terus tamat hidup Lo di tangan Bang Doni.'' ucap Dika
''Lo diam saja deh, kenapa ngomong gitu Mulu tambah pusing nih kepala gue.'' kata Daniel
''Gue ini sahabat Lo Bro, jelas gue khawatir sama Lo.''
''Tapi untuk sekarang Lo diam saja sih, jangan banyak bacot.'' kata Daniel
''Ok deh, oh ya Lo tahu cewek itu siapa? Kenapa dia ada disini ?'' Dika hanya memastikan saja.
''Dia kan Guru nya si Yui, Guru yang so pintar.'' jawab Daniel
''Terus ada yang tahu gak perbuatan Lo ini? Maksud gue si Yui,''
''Dia tahu.''
''Serius Bro ? Si Yui tahu, wah gawat.''
''Udah lah, Lo bisa diam gak? Lo percaya deh sama gue, jangan sebut gue Daniel Radcliffe kalau tidak bisa mengatasi semuanya.'' ucap Daniel serta menyeringai
''Ya Bro gue percaya sama Lo, yang punya ide banyak untuk seorang wanita.Tapi Sekarang tuh cewek mana? Apa masih disini?'' tanya Dika
''Gak, dia sudah pergi entah kemana dan itu bagus karena gue malas lihat wajahnya itu.'' ucap Daniel
Si Mbok yang memang masih disana langsung terduduk lemas begitu mendengar dengan jelas nya siapa yang dua pria itu bicarakan dan benar ternyata Risma lah. Risma gurunya Yuizi.
'Pantas lah saya yakin banget memang guru si Non ini bajunya jadi beda, ternyata dugaan saya benar. Tapi sekarang apa ya yang harus saya lakukan, saya harus membantu nya kasihan sekali anak muda itu.' ucap Mbok dalam hati.
**
Seorang wanita baru sampai di depan rumahnya yang tidak terlalu besar itu namun juga tidak kecil, tapi dia masih belum juga mau turun dari mobilnya, wanita itu tetap duduk di kursi sambil menatap lurus ke depan Dia adalah Risma.
Risma tidak sanggup pulang ke rumah lalu bertemu ibunya. Risma sangat merasa bersalah dan dia mungkin sudah menjadi wanita hina juga kotor.
__ADS_1
Wanita itu menundukkan kepalanya dan mulai menangis, ''Hikks , hikkks.''
''Bu, aku harus bagaimana? Aku berdosa Bu.''
''Bu, maafkan lah anakmu ini yang tidak bisa melawan nya, hingga hidup Risma sekarang hancur Bu.''
Tok
Tok
Tiba-tiba ada yang mengetuk kaca mobilnya dan rupanya itu adalah Reva adik Risma.
''Reva.'' ucap Risma lantas cepat-cepat ia mengusap air mata lalu mengatur nafas supaya dia tak terlihat sudah menangis.
Risma membuka pintu mobil dan dia keluar.
''Mbak, kenapa belum juga turun ?'' tanya Reva heran
''Em itu Rev, tadi Mbak jawab telpon dulu jadi Mbak masih di mobil, oh ya kamu jam segini masih ada di rumah apa gak ke sekolah kamu ?'' tanya Risma mengalihkan pembicaraan.
''Gak Mbak, aku ijin dulu hari ini karena aku kedatangan tamu yang biasalah Mbak, Aku gak kuat untuk keluar rumah apalagi ke sekolah.'' jawab Reva
''Ya gak tau lah mbak, aku juga heran padahal Mbak gak seperti ku banget kan?'' ujar Reva ikut heran
''Tapi Rev memang ada juga kok yang kaya kamu, mereka kalau datang bulan suka kesakitan luar biasa, oh ya kamu sudah minum obat belum Rev ?'' tanya Risma
''Belum Mbak tapi ini mau beli dulu obatnya.'' kata Reva
''Yaudah ayo Mbak antar kamu Rev ayo.''
''Gak usah Mbak, kan apotek deket kayak yang jauh saja ah mbak, yaudah ya aku pergi mbak biar Mbak masuk dan bersihkan diri Mbak,''
''Rev, Mbak sudah mandi kok dan gak bau juga.'' Risma mencium tubuhnya sendiri oh ya sebelum pergi tadi Risma sempat membersihkan dirinya dulu di rumah Yuizi.
''Tapi Mbak,itu ada luka di leher nya Mbak loh masa sih udah mandi, em tunggu Mbak ini kok seperti bekas-- emmmmpp.'' Risma langsung membekap mulut Reva sehingga adiknya ini berhenti bicara.
''Ssstt udah diam Rev, jangan ngomong lagi kamu.'' perintah nya seraya menengok kan kepalanya ke kiri dan kanan takut ada yang menguping.
''Mbak ih kenapa tadi bekap mulutku, padahal Aku cuma mau bilang itu kayak merah luka atau apa gitu.'' Reva masih saja melihatnya dengan teliti bahkan mengatakan nya lagi.
__ADS_1
''Diam lah, oh ya Mbak minta sama kamu, jangan bahas luka Mbak ini ya apalagi sama Ibu, awas kamu Rev!'' pinta Risma
''Ya baiklah, yaudah aku pergi dulu Mbak keburu siang ini.''
''Oya hati-hati kamu langsung pulang ya jangan keluyuran lagi.''
''Ok Mbak, Aku akan langsung pulang kok tenang saja.'' balas Reva
Reva adik Risma, dia masih duduk di bangku sekolah kelas satu SMA.
Reva masih anak yang polos sehingga dia tidak mengerti apa yang ada di lehernya Risma tadi, dan Reva berpikir mungkin itu adalah luka karena warna yang merah-merah.
Padahal sebenarnya itu adalah ulahnya Daniel, meninggalkan bekas gigitannya di leher Risma.
''Menyebalkan sekali dia, kenapa harus meninggal jejak sialan ini sih. Untunglah si Reva yang melihatnya kalau sampai Ibu tahu, mungkin habislah aku.'' ucap Risma berbicara sendiri sembari masuk ke rumah nya.
Huuufttt.
''Semoga saja Ibu di kamar nya, Aku masih belum siap bertemu ibu apalagi kondisi ku seperti ini, Aku gak bisa.'' Risma berharap saat dia masuk Ibu nya tidak melihatnya.
Klrreeaakk
Risma membuka pintu dengan sangat pelan karena dia benar-benar tidak siap makanya wanita itu melakukan ini masuk rumah secara diam-diam.
Ia lebih dulu menengokan kepalanya ke dalam untuk memastikan keadaan rumahnya lebih tepatnya keberadaan sang ibu.
''Oh syukurlah aman,'' gumamnya lalu dia berjalan setengah berlari menuju kamar miliknya yang letaknya di dekat dapur dan bersebrangan dengan kamar ibunya.
Sesaat Risma sudah akan sampai di depan kamar saat itu juga ibunya keluar dari kamar. Dan melihat kepulangan Risma anak tertuanya.
''Ris,'' panggilnya namun aneh Risma malah langsung masuk dengan tergesa-gesa.
''Risma!''
''Aneh anak itu, kenapa dia? Tidak biasanya dia kayak gini.'' lanjut ibunya sangat keheranan
''Biar nanti aku tanya dia, dan mungkin sekarang dia sedang kelelahan.''
Namun kemudian Ibu Risma seperti mengingat sesuatu lagi yang aneh pada Risma.Yaitu pakaian atas yang barusan Risma kenakan itu terlihat sangat asing menurut Ibu Risma.
__ADS_1
''Risma dia tadi pakai baju siapa dia? Kok sepertinya aku baru melihatnya pakai baju itu, Oh mungkin baru beli kali hari ini.'' ibu Risma tidak berpikir macam-macam pada Risma, ibunya ini begitu percaya kepada putrinya ini, tidak pernah berpikir yang aneh-aneh kepada Risma, juga Ibu nya selalu mengingatkan tentang yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak-anaknya dan juga memang selama ini Risma maupun Reva mereka adalah anak yang baik tentunya penurut apa kata orang tua, sehingga Ibu tidak berpikir macam-macam saat melihat pakaian Risma sebab ibu percaya kepada Risma..