Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Kekhawatiran Yessi pada Risma


__ADS_3

''Tidak Nyonya, jangan mengatakan itu. Jangan menyalahkan diri Anda sendiri Nyonya, mungkin ini emang sudah nasib nya saya harus begini.'' ucap Risma


''Risma, kamu hukum saja saya Ris, agar saya tenang saya benar-benar menyesal meninggalkan Yui sehingga kamu yang menjadi korbannya.'' ucap Yessi


''Nyonya, saya tidak marah kepada Anda dan Tuan Doni, memang saya terluka dan sakit sekali hati jiwa saya atas perbuatannya adik Pak Doni, cuma saya tidak bisa menyalahkan kalian yang juga belum tahu tentang perilaku Dika kepada Yui,''


''Risma, kenapa kamu baik sekali Ris. Si Daniel akan menyesal karena sudah membuat Bu Risma kecewa dan menyakiti mu Bu Risma, ingat saja dengan kata-kata saya ini suatu hari si Daniel akan menyesal dan balik bersujud sujud memohon maaf mu Bu.'' ucap Yessi dengan tak langsung menyumpahi Daniel.


''Tapi sampai kapanpun saya tidak akan pernah memaafkan nya Nyonya, karena dia tidak pantas mendapatkan itu.'' ucap Risma


''Ya kamu benar Bu Risma, saya setuju kok dengan yang kamu katakan. Biar dia merasakan sakitnya di acuh kan, dan bagaimana rasanya hidup sendirian.'' kata Yessi mendukung Risma.


''Em iya Nyonya.''


''Yasudah ayo kita pulang, biar kami antarkan Bu Risma pulang ayo Bu.'' ajak Yessi


''Terima kasih atas tumpangannya Nyonya, tapi saya masih ingin disini dulu.'' kata Risma menolak halus.


''Bu Risma serius? Tidak mau kami antar sekarang ?'' Yessi bertanya sekali lagi

__ADS_1


''Iya tidak apa-apa Bu, lagian ini belum terlalu malam kok.'' ujar Risma kukuh


''Baiklah, saya pulang duluan ya dan sekali lagi maafkan keteledoran saya dan suami ya Bu Risma.'' ucap Yessi penuh sesal


''Sama-sama Nyonya, dan hati-hati dijalan.''


''Baiklah.'' Yessi akhirnya pergi meninggalkan Risma sendiri Yessi menuju mobilnya.


''Loh Bun, guru Risma mana? Kenapa tidak di ajak pulang bareng?'' tanya Doni yang hanya melihat Yessi berjalan sendiri tanpa Risma.


''Sudah Bunda ajak Yah, tapi dia tidak mau mungkin ingin menenangkan diri dulu di kafe.'' jawab Yessi menjelaskan.


''Iya ayo Yah.''


Di perjalanan pulang.


''Yah, aku gak nyangka si Daniel bisa sebiadab ini kepada Guru nya Yuizi ya.'' ucap Yessi


''Ayah juga sama sih Bun, benar-benar gak nyangka sama sekali.'' sahut Doni

__ADS_1


''Tapi Yah, kalau sampai Risma hamil bagaimana ?'' tiba-tiba ucap Yessi


''Iya juga gimana kalau itu terjadi, tapi Ayah akan langsung menyuruh anak itu menikahi nya.'' ucap Doni menegaskan.


''Kenapa Yah gak kita nikahkan saja mereka sekarang, jangan nunggu sampai Risma hamil dulu dong. Kasihan hidup dia.'' pinta Yessi sambil memberikan usul.


''Kamu dengar sendiri kan gimana dia tadi menolak apa yang sudah mas beri pilihan untuk dia kan, jelas si Daniel menolak bertanggung jawab dan memilih untuk pergi dari rumah.'' kata Doni


''Kamu paksa dong Yah, sekarang ini aku kok jadi lebih memikirkan nasib Risma, dia pasti hancur mana pelakunya gak tanggung jawab.'' kekeh Yessi


''Bun, apa Risma nya juga mau di nikahin si Daniel?'' tanya Doni


''Itu ... Bunda juga gak tahu Yah.'' Yessi kurang yakin.


''Bukan Ayah gak mau Bun, cuma kalau mereka nya sendiri gak mau gimana?'' kata Doni


''Iya juga, ya Bun tadinya hanya kasihan saja gitu Yah. Dengan masa depan Risma, takutnya dia hamil tanpa suami itu pasti membuatnya semakin memburuk Yah.'' ucap Yessi


''Ya mudah-mudahan semua itu tidak jadi Bun, maksud Ayah Risma gak hamil.''

__ADS_1


''Semoga saja.''


__ADS_2