
Daniel bisa terbebas begitu saja dari polisi, padahal jelas-jelas Risma yakin bahwa Daniel bersalah akan hal ini.
''Risma, saya menitipkan nya padamu tolong jaga dia dan saya minta kamu bisa membawanya ke jalan yang lebih baik, saya yakin kau bisa.'' ucap Loius ketika polisi sudah pergi dan mungkin dia juga akan pergi setelah ini.
''Tapi Pak, apa ini maksudnya ? Aku sama sekali tidak mengenalnya lalu Anda, bagaimana bisa seperti ini.'' ujar Risma
''Mulai hari ini Daniel akan hidup bersamamu, dia juga akan menikahi mu. Kau jangan cemaskan itu aku yang akan menjamin nya dia akan bertanggung jawab terhadap mu, Risma.'' ujarnya Loius tidak main-main.
''Tidak Pak, menikah apa ? A-aku kan sudah punya suami jadi mana mungkin itu terjadi.'' Risma menolaknya dan memainkan kebohongan nya namun Loius sudah tidak percaya dengan kebohongan Risma, karena Loius tahu sesuatu tentang kebenaran ini.
''Risma, tolong jawab pertanyaan saya ini dengan jujur sejujurnya!'' ujar Loius menatap serius pada Risma
''A-apa?'' Risma terbata
'' Katakan anak siapa yang kau kandung? Jawab jujur Risma! Saya akan membantumu.'' ucap Loius menanyakan nya pada Risma.
''T-tidak i-tu a-aku.'' suara Risma terputus-putus dan gugup.
''Ayo jawab Risma!''
''Itu , sebenarnya anu, memang benar i-ini adalah anaknya dia.'' ungkapnya sembari menunduk.
Louis menghela nafas lega, akhirnya Risma mengakui nya juga.
''Sudah saya duga, kalau yang di katakan mbak Yessi ini benar.'' gumam Loius
''Maaf Pak, Anda bicara apa ?''
''Risma, saya tahu kalau kamu sudah di lecehkan oleh teman saya pada malam itu. Saya juga memang berada di sana tapi maaf Risma, saya tidak bisa menolongmu malam itu karena saya tidak curiga pada Daniel. Kalau saja saya tahu dia akan berniat seperti itu saya tentu akan menghentikannya dan menolong mu, saya sangat menyesalinya saya yakin kamu adalah wanita baik-baik tapi justru Daniel sudah merusak mu.'' ucap Loius ikut menyesali hari itu dia tidak tahu apa-apa.
''Lalu darimana Anda tahu soal ini pak? Bukankah teman mu selalu mengarang cerita dan membalikkan keadaan kalau Aku yang menggoda nya.'' tanya Risma penasaran.
''Tapi apa benar kau yang menggoda dia duluan?''
''Dan apa Anda juga percaya dengan itu, pak?'' tanya balik Risma
''Tentu saya tidak percaya, ya saya akui memang awalnya saya percaya pada dia karena bukan kali ini saja ada wanita yang ingin menjebak kami, tapi selama ini kami selalu hati-hati tidak pernah sembarangan. Namun ketika saya menanyakan langsung pada kakaknya iparnya Daniel rupanya dia lah yang bersalah kepada mu.'' ujar Loius
''Kakak iparnya?'' ulang Risma
''Benar, sebelum polisi tadi datang saya sempat bertanya dulu pada Mbak Yessi dan dia sudah menjelaskan apa yang terjadi pada kalian waktu itu.'' ungkap Loius
''Apa, jadi Anda menanyakan nya pada ibunya Yuizi begitu?'' tebak Risma
''Hm, benar. Jadi Risma, saya akan membantumu untuk membuat dia bertekuk lutut kepadamu dan menyesali perbuatannya.'' ujar Loius Serius.
__ADS_1
''Tidak Pak, saya tidak butuh itu saya hanya ingin tidak lagi bertemu dengannya Pak.'' Risma mengatakan yang ia mau.
''Risma tidak bisa seperti itu, karena di antara kalian ada ikatan, kalian itu akan menjadi orang tua. Ingat anakmu, dia juga butuh sosok Ayahnya kamu jangan lupakan itu.'' ucap Loius
'Tapi itu tidak mungkin terjadi, aku sangat membenciku.' batin Risma sambil mengusap perutnya yang mulai buncit.
**
Bahkan Louis langsung mengantarkan Daniel bersama Risma ke kediaman Risma.
''Risma, apa yang terjadi? Kamu kemana ibu cemaskan kamu.'' ucap Bu Maya khawatir
''Bu, maaf Aku gak ngabarin Ibu dulu ya nanti ku ceritakan yang terjadi Bu.'' ucap Risma
''Mereka ini siapa Nak?'' tanya Bu Maya seraya menatap pada Daniel dan Louis ikut ke rumahnya bersama Risma tadi.
''Bu em itu, mereka ...'' Risma bingung jawab apa.
''Saya Loius Bu, dah ini teman saya Daniel.'' Loius pun memperkenalkan dirinya dan Daniel pada Bu Maya.
''Oh , saya Ibunya Risma. Lalu ini ada apa ya?''
''Begini Bu, kedatangan saya kesini itu karena ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan pada Ibu. Pertama ini tentang Daniel dia yang tadi menabrak pohon di depan itu.'' ujar Louis memulai menjelaskan.
''Oh benarkah, tapi kamu baik-baik saja kan? Tidak ada luka yang parah?'' Bu Maya menunjukkan simpatinya karena belum tahu siapa Daniel sebenarnya.
''Syukurlah Nak, Lalu kedatangan kalian ke sini untuk apa? Maaf Ibu menanya ini karena Ibu masih bingung.'' ujar Bu Maya menanyakan nya lagi.
''Sebenarnya kedatangan kita kesini karena saya ingin Ibu tahu bahwa teman saya ingin menikahi anak ibu secepatnya.'' ungkap Loius jelas membuat Bu Maya shock.
''Apa? M-enikah? Maaf tapi pernikahan Itu bukan sesuatu yang bisa di permainkan.'' tegas Bu Maya sedikit tidak suka dengan apa yang akan dilakukan Loius dan satu orang itu, karena Bu Maya belum tahu kebenarannya.
''Bu, ini menyangkut anak yang di kandung Risma.'' ujar Louis.
Bu Risma di buat semakin terkejut.
''Risma, apa yang dikatakan pemuda ini?'' ibunya menatap Risma
''Bu, sebenarnya dia adalah pria yang selama ini ingin Ibu temui.'' ujar Risma lirih dan menundukkan pandangan hanya melihat pada jari-jari nya.
''Apa? Jadi maksudnya dia ini adalah pria kurang ajar yang sudah memberikan mu tersiksa begitu Risma? Kau, kau pria itu yang tidak punya hati lalu tiba-tiba kau datang dengan mengatakan pernikahan?'' Bu Maya marah besar, bejkn Bu Maya menunjuk-nunjuk kearah Daniel.
''Bu, dia akan berubah dan juga akan bertanggung jawab mulai saat ini.'' ucap Loius meyakinkan.
''Kenapa hari kau yang bicara? Sedangkan orang ini sedari tadi justru diam saja? Dan kau mengatakan kalau orang ini yang akan bertanggung jawab, begitu?'' ujar Bu Maya suaranya masih tinggi ia benar-benar marah.
__ADS_1
''Saya bisa menjamin itu Bu, bahwa Daniel akan bertanggung jawab kepada anak ibu dan anaknya yang di kandung Risma.'' seru Loius kaki nya ia injakan pada Daniel agar temannya itu bicara.
Daniel yang sebenarnya malas dengan semula ini pun akhirnya bersuara, ''Bu, saya sebelumnya mau meminta maaf pada Ibu dan kamu Risma.'' menatap pada dua wanita di depannya secara bergantian.
''Dan saya berjanji akan merubah sikap saya, saya ingin bertanggung jawab ini keputusan saya maka ijinkan saya menikahi nya.'' ujar Daniel berbicara juga.
''Tolong Bu, kasih Daniel kesempatan untuk bisa menebus kesalahannya.'' tambah Loius
''Baik saya akan putuskan, kau adalah pria yang pertama berkata tentang tanggung jawab bukan?'' ujar Bu Maya Kepada Loius dan Pria itu mengangguk.
''Maka kau yang harus menikahi putriku, nikahilah Risma bila memang kamu ingin saya bersedia, bertanggung jawab lah atas kelakuan dia,'' menunjuk Daniel ''Nikahi Risma!'' perintah Bu Maya mengejutkan semuanya yang mana justru meminta Loius harus menikahi Risma.
''Apa Bu? Itu tidak mungkin saya lakukan, Daniel adalah sahabat saya, saya tidak bisa Bu.'' tolak Loius
''Bu,. jangan seperti ini karena yang di kandung Risma adalah anak saya. Lalu bagaimana bisa Ibu justru menyuruhnya yang menikahi anak ibu. Saya tidak terima ini.'' Daniel melayangkan keberatannya entah itu nyata atau hanya kebohongan tapi yang terlihat adalah Daniel sangat marah ketika ibu Risma menyuruh Louis menikahi Risma.
''Lalu saya harus setuju kamu dengan Risma anak saya begitu?'' tanya Bu Maya kepada Daniel
''Y-ya, itu harus.''
''Kenapa? Apa yang mengharuskan nya?'' ujar Bu Maya
''Karena itu adalah anak saya, dan saya tidak ingin anak itu hidup dengan orang lain saya masih hidup.'' jawab Daniel lantang.
''Lalu, apa kau akan memperlakukan putriku dengan baik? Dan kau siap menerima Putriku?''
''Ya, Aku siap.'' jawabnya
''Terus kemana saja selama ini kau? Bukankah waktu itu kau tidak menerima anakku? Dan memfitnah Risma dengan sangat keji. Kenapa kau lakukan itu pada Putriku.'' teriak Bu Maya meluapkan amarahnya yang sudah sangat menumpuk.
''Itu ... Maafkan saya Bu, waktu itu saya tidak dapat berpikir dengan benar dan saya mengaku saya sudah salah, tolong maafkan saya.'' ucap Daniel sungguh sungguh.
''Jangan meminta maaf kepada saya, karena kau bersalah pada Putriku kau sudah sangat menyakitnya dia benar-benar terluka akibat ulah mu.'' ujar Bu Maya
Kemudian Daniel berlutut di kaki Risma memohon pada wanita itu.
''Risma, tolong maafkan aku ..Aku sangat bersalah, aku akui sudah sangat menyakitimu tolong Risma, beri kesempatan untukku untuk anak kita.'' ucap Daniel.
Risma berpikir cukup lama tapi akhirnya dia memberikan kesempatan untuk Daniel dan menyuruh Pria itu agar menjadi manusia lebih baik lagi.
''Terima kasih Risma, kau memang wanita yang baik.'' ucap Daniel kemudian mencium tangan Risma dia kelepasan.
''Lepaskan! Apa yang kau lakukan!'' bentak Risma menatap Daniel tajam.
''Ah s-sorry Aku, tadi kelepasan Aku gak bermaksud.'' ujar Daniel menyesal.
__ADS_1
Risma menarik tangannya dan sedikit menjauh dari Daniel. Wanita itu masih takut.