
Deg deg deg
Jantung Risma terasa berdegup kencang apakah Daniel akan melakukan itu sekarang, dia jadi takut bila memang Daniel menagih apa yang sudah dia ucapkan tadi.
''Bisa-bisanya kamu keceplosan lagi Ris, jadinya gak tenang gini kan.'' sekali lagi ia merutuki dirinya.
Pintu terbuka dan Daniel datang dengan bersiul dia benar-benar terlihat fresh dan bersemangat sekali.
''Bagaimana sayang apa kamu sudah siap?'' tanyanya dengan mendekatkan wajahnya ke arah Risma.
''E-eh, s-siap apa?'' Risma tergagap
''Kok siap apa sih, ya bercinta memang apa lagi.'' seru Daniel
''Hah?'' Risma tercengang.
''Kamu jangan pura-pura lugu, kamu itu sudah dewasa masa tidak mengerti juga.'' kata Daniel kemudian berjalan menuju kaca dan melihat dirinya di cermin.
''Oh ya, kamu tau tidak ?'' ucapnya sembari melirik Risma lewat cermin.
''Em apa?'' tanya Risma balas menatapnya.
''Kamu adalah perempuan pertama yang berani menolakku, padahal di luar sana banyak para wanita yang mau tidur denganku ingin memiliki ku. Tapi kamu, justru kamu seperti tidak suka padaku kenapa hm?'' ucap Daniel kemudian mendekati wajah Risma lagi.
''Oh jadi kamu bangga ya, bisa disukai banyak wanita ? Tapi apa kamu melakukan para wanita itu sama dengan yang pernah kamu padaku hah? Merampas kehormatan ku begitu saja, apa kamu suka melakukan itu juga pada mereka? Dan kamu harus tahu alasan ku menolak mu itu karena perbuatan mu yang suka merendahkan wanita, harusnya kamu sadar itu.'' ucap Risma membalas ucapan Daniel.
Daniel pun langsung diam karena yang dikatakan Risma benar adanya, para wanita bayaran itu suka rela memberikan tubuhnya pada Daniel ya, karena mereka memang bekerja untuk itu. Tapi Risma, dia memang dipaksa oleh Daniel bukan menyerahkan diri begitu saja.
'Benar juga yang dikatakan dia, mungkin karena malam itu gue yang sangat kasar hingga membuat nya benci pada gue.' ujar batinnya.
''Baiklah aku akui, memang itu salahku. Kau memang beda dari Wanita wanita lain, tapi apakah kita bisa memulai hubungan ini dari awal ? Tolong Risma, berikan kesempatan untukku. Dan juga tolong bawa aku ke jalan yang benar Risma, tegur Aku bila berbuat salah tapi ajarkan aku untuk jadi manusia yang lebih baik lagi.'' pinta Daniel bersungguh-sungguh.
''Kau mau kan ?'' lanjutnya meminta jawaban dengan serius.
''I-iya baiklah A-aku mau.'' cicitnya menunduk malu.
__ADS_1
Daniel membawa Risma duduk di pinggir ranjang, dan menatapnya dalam.
''Eee kenapa kamu lihat aku nya kayak gitu sih?'' protes Risma.
''Kamu serius siap melakukannya?'' sekali lagi Daniel memastikan.
''Iya.'' kini jawabnya mantap.
''Baiklah, aku akan melakukan dengan hati-hati tidak akan seperti dulu lagi, jadi kamu jangan takut.'' sebelumnya Daniel meyakinkan Risma dulu.
Tangan Pria itu mengusap bahu Risma kemudian mengarahkan kepala si wanita agar saling berhadapan.
Perlahan bibir Daniel mulai menempel di bibir Risma, menciumnya dengan pelan berubah ke *******, lidah keduanya saling bertautan. Decak ciuman pun terdengar merdu.
🔥🔥
''Mmm ... Mmmhh ... '' Risma mulai menikmati permainan Daniel.
Lidah si pria turun ke lehernya mencumbunya dengan nikmat, Risma memejamkan matanya menikmati sapuan yang Daniel berikan.
Risma pun semakin menikmati hingga mengigit bibir bawahnya dengan pelan, ''Sshh ahh.'' dia mengeluarkan suara.
Tangan si pria tidak diam terus meraba apa yang dia mau, sambil bibir mencium Risma lagi.
Kini tubuh Risma nampak polos akibat ulah Daniel yang melepaskan pakaiannya tadi. ''Kau siap baby?'' ujar Daniel terlebih dahulu sebelum dia mulai yang sesungguhnya.
''I-iya.'' balas Risma malu-malu.
''Ok, i'm coming.'' seru Daniel sambil melepaskan pakaian bagian bawah yang menutupi miliknya.
Risma terkekeh geli melihatnya dan langsung memalingkan wajah ketika Daniel membuka kain terakhirnya. Tentu saja karena Risma belum terbiasa melihat semua itu.
''Auuh.'' tiba-tiba saja Risma memekik
''Ooh sayang, kamu tidak apa-apa?'' Daniel panik
__ADS_1
''Eh ti-tidak kok, em tadi itu hanya terkejut.'' balas Risma sedikit berbohong padahal yang sebenarnya dia merasakan sakit.
''Aku mulai lagi ya.'' ujar Daniel
''Hmm.'' balasnya cukup berdehem.
Daniel mendorongnya supaya masuk sambil memainkan gunung yang menyembul itu. Menggigit kecil memberikan sensasi yang luar biasa bagi Risma.
''Aduhh ahh.'' ucap Risma menjambak rambut Daniel
''Ahhh.'' akhirnya Daniel berhasil masuk juga dan mulai bermain maju mundur.
''Baby, dia tidak terguncang kan?'' tanya Daniel meraba perut Risma yang buncit.
Bisa-bisanya dalam keadaan main seperti ini pria itu menanyakan hal tersebut pada Risma, yang mati-matian menahan malu. Malu karena dia telah menyatu dengan Daniel.
''Ooh tidak kok, d-dia baik-baik saja.'' balas Risma dengan pipi bersemu merah.
''Baguslah, sayang sorry kalau Daddy membuatmu tidak nyaman. Tapi ahh sayang ibumu itu sangat nikmat.'' bahkan Daniel meracau.
''Iih apaan sih ucapan kamu itu gak dijaga sekali.'' Risma menegurnya sambil menggeplak lengan Daniel.
''Hiihi, memang itu kenyataannya sayang.'' kata Daniel dengan tertawa.
''Ahhh.''
''Makasih ya, kamu sudah mau melakukannya dengan sadar dan ikhlas.'' ucap Daniel sungguh sungguh.
''Iya, tapi tolong kamu berjanji padaku untuk berhenti minum seperti tadi, atau kalau kamu masih seperti itu mending kita akhiri saja sekarang ju--''
''Eh stop! Jangan kamu teruskan ucapanmu itu. Karena aku tidak ingin mendengarnya. Aku benar-benar tidak mau kita berpisah dan Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan ku seperti tadi itu janjiku padamu.'' Daniel langsung memotong ucapan Risma dan mengucapkan Janjinya pada Risma.
''Ok baiklah Aku pegang janji mu.'' serunya.
''Terima kasih, Aku mencintaimu.'' ujar Daniel mengutarakan cintanya membuat Risma terkejut.
__ADS_1
'Hah benarkah dia mengatakan cinta padaku?' batin Risma.
Daniel tersenyum melihat Risma yang sepertinya kaget mendengar pernyataan yang dia ucapkan barusan, kemudian Daniel mencium kening Risma cukup lama hingga setelah itu mereka melanjutkan tidur bahkan lupa memakai pakaian dulu karena saking lelahnya sehabis melakukan percintaan semalaman.