
Dhika melengos pergi dari depan kamar Yuizi dengan langkah gontai sebab dia sudah mabuk parah.
Otak nya tidak bisa bekerja dengan benar dan yang ada dalam pikirannya adalah membalas dendam pada wanita yang bersama Yuizi.
Dhika pikir wanita itu terlalu lancang ikut campur antara dirinya dan Yuizi, di tambah dia belum bisa melancarkan aksi bejatnya kepada Yuizi.
Apa sebenarnya yang terjadi kepada Dhika sehingga dia tiba-tiba memiliki niat jahat dan bernafsu pada Yuizi anak di bawah umur.
Awal mula saat itu, tidak sengaja Dhika melewati kamarnya Yuizi dan dia melihat anak bocah SMP sedang telungkup sambil membaca buku namun Yuizi dalam berpakaian cukup minim hingga kulit putih nya terlihat jelas oleh Dhika.
Dhika yang memang pada dasarnya memiliki otak kotor apalagi di pengaruhi oleh minuman keras sehingga membuat birahi nya muncul begitu saja kepada Yuizi.
Namun malam itu ia tak bisa berbuat apa-apa kepada Yuizi sehingga rasa penasaran itu semakin hari semakin memuncak untuk menyentuh Yuizi si anak SMP.
Dan disaat malam lalu Dhika memiliki kesempatan untuk mendekati dan bermain-main dengan Yuizi maka dia pun melancarkan aksinya namun lagi-lagi gagal sebab Yuizi tidak mudah di dapatkan.
Dan kali ini hasrat Dhika kembali gagal tersalurkan akibat adanya Risma wanita yang masih belum Dhika ketahui siapa dan kenapa ada disini.
Dhika sampai di kursi lalu bergabung dengan Daniel juga Louis.
''Kenapa Lo Bro ?'' tanya Daniel heran saat Dhika datang dengan wajah masam.
''Gak Bro,'' jawabnya singkat sambil tangannya menenggak lagi minuman.
Dhika sangat marah pada Risma karena ia pikir Risma sudah menggagalkan rencana juga hasrat yang menggebu dalam dirinya sekarang.
'Wanita itu sudah berani bermain-main dengan ku, Aku tidak bisa diam saja aku harus membalas nya.' batin Dhika
Sementara itu di ruangan lain yaitu di dalam kamarnya Yuizi Risma masih menenangkan Yuizi yang terus menangis.
''Tenanglah Yui kamu gak perlu takut lagi, ada ibu bersama mu.''
''Bu, Yui takut kalau Paman Dhika akan berbuat jahat pada Yui.''
''Itu tidak akan terjadi, Ibu tidak akan biarkan dia menyakitimu Yui.''
''Tapi Bu, Ibu juga harus berhati-hati pada paman Dhika sepertinya dia bukan lagi manusia yang baik Bu, Aku gak mau Paman sampai menyakiti Ibu juga.'' Yui mengatakan kegelisahan nya.
''Dengarkan Ibu, kamu dan ibu sekarang bersatu untuk melawan nya jadi kita harus kuat dan jangan lemah Yui, kita harus bersama-sama melawan dia.'' Risma menyemangati Yoizi supaya anak itu tidak ketakutan lagi.
''Baik Bu, kita bersama.''
''Bagus Yui, ibu lebih suka kamu yang bersemangat gini Yui.'' Risma menghibur Yuizi.
__ADS_1
''Hehe iya Bu, makasih banyak ya Bu Risma.''
''Sama-sama Yui, Oya kamu masih tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada paman mu soal temannya itu?''
''Tidak Bu, aku takut dengan ancamannya.'' jawab Yuizi cepat
''Mau ibu bantu untuk bicara dengan Paman mu.'' ujar Risma
''Maaf Bu tapi keputusan ku telah bulat dan Yui sangat takut Bu, tolong juga pasti paman Niel tidak akan percaya begitu saja.'' Yuizi masih enggan memberitahu hal ini kepada Daniel.
''Baiklah Ibu mengerti, oh ya mau Ibu ambilkan minum tidak?'' Risma pikir mungkin Yuizi ada benarnya juga.
''Em memang tidak apa-apa Bu,''
''Ya tidak apa-apa dong Yui kamu tunggu disini.''
''Bu, hati-hati.''
Risma menoleh dan tersenyum seraya mengangguk.
**
''Ya Tuhan, apa mereka tukang mabuk.'' Risma terkejut
''Bro.'' Dhika memanggil Daniel
''Hm apa?'' Daniel sudah setengah sadar
''Lo udah tahu belum di rumah ini ada barang bagus bro.'' Dhika memulai aksinya.
''Barang bagus gimana Bro? Jangan bilang ponakan gue si Yui, awas aja Lo Dika!'' Daniel sudah akan marah
''Astaga Lo tenang dulu Bro, ini gue seriusan di sini ada barang antik dan jelas itu bukan si Yuizi bau ompol itu lah.'' kata Dika sambil mundur karena takut kena tonjokan Danie.
''Lo jangan ngaco deh, dan juga Lo liat dimana Dika? jelas-jelas disini hanya ada si Yui ceweknya dan ada kita doang Dika.'' timpal Loius merasa aneh kepada Dika.
''Yaudah kalau Lo berdua gak percaya tadi gue udah melihatnya.''
''Di mana?'' tanya Daniel jadi penasaran
''Gue lihat sih tadi dia di dapur Niel, pokoknya antik tuh cewek.''
''Kalau benar tu cewek barang antik tapi kenapa gak Lo sikat? Malah diam saja disini, gue gak percaya.'' kukuh Loius meremehkan Dika.
__ADS_1
''Gue lagi gak berselera lagian kurang enak badan gue nih, Loi.'' jawab Dika
Daniel tak tinggal diam lagi pria itu tiba-tiba berdiri dari duduknya dan melangkah pergi begitu saja meninggalkan dua temannya yang menatapnya.
''Niel, kemana Lo?'' tapi Daniel tak menjawab
''Kemana dia.'' gumam Louis
''Udah biarin aja lah Bro, mungkin dia mau making love.'' kata Dika jelas ada rasa senang dalam dirinya sebab dengan kepergian nya Daniel itu mungkin akan membuat nya puas dan dia tak perlu bersusah payah membalaskan kekesalannya pada Risma karena akan di balaskan oleh Daniel.
Dika tersenyum jahat dia memilih duduk menunggu hasil yang di lakukan Daniel pada wanita yang telah mengusiknya hingga membekas untuk Risma.
Daniel mendengar suara di dapur dan pria itu berjalan semakin cepat begitu tiba di dapur benar saja Daniel melihat ada seorang wanita asing.
Daniel tak kenal dengan wanita tersebut dia baru melihatnya, kemudian mata pria itu menatap intens tubuh Risma yang masih belum menyadari kehadirannya, Risma masih memunggungi Daniel.
''Ternyata si Dika tidak bohong rupanya di sini ada seorang wanita.'' ucap Daniel berjalan semakin dekat
Saat Risma berbalik badan seketika gelas itu jatuh bertepatan dengan teriakan Risma yang kaget.
''Aahh!''
Daniel tersenyum menyeringai saat menatap wajah Risma yang tidak terlalu buruk bahkan Daniel pikir Risma memiliki tipe wanitanya.
''K-kau siapa?'' tanya Risma
''Kau sendiri siapa nona? Dan bagaimana bisa kau disini hm?'' tanya balik Daniel dalam satu tarikan kini Risma berada di pelukan Daniel.
''Ya Tuhan lepaskan tangan mu! Kurang ajar!'' bentak Risma mendorong tubuh Daniel lalu menatap sengit.
''Jangan pura-pura sok jual mahal, karena saya benci wanita yang seperti itu!'' Daniel balas membentak Risma juga tatapannya tidak kalah tajam.
''Aku bilang menjauh jangan berani selangkah pun mendekati ku!'' peringat Risma tegas
''Hm .... Sepertinya kau memang barang antik, kau terlihat menantang dan itu membuat hasrat ku semakin memuncak Baby, kau membuatku penasaran.'' ucap Daniel menyeringai menyeramkan.
''A-apa yang kau katakan, cepat menjauh jangan coba-coba ya, atau aku akan teriak.''
''Tidak perlu banyak bicara, cepat puaskan Aku!'' Daniel dengan tak berperasaan dia mencium bibir Risma dengan brutal nya bahkan tangannya dengan kasar meremas buah dada Risma.
''Tidak sialan, lepaskan aku!'' Risma menepis tangan Daniel yang kekuatannya ini ternyata dua kali lipat dari Risma.
''Kau membuat ku semakin penasaran saja, ayo ikut Aku kita puaskan sama-sama baby.'' ujar Daniel kemudian membopong tubuh Risma dan membawanya ke kamar pribadi nya yang kedap suara itu.
__ADS_1
''Tolong ....'' Risma kalah dia pun setelah ini terjerat dalam dekapan Daniel.