
"Dok ... tolong selamatkan istri saya," Rendra memohon.
"Jangan khawatir pak, hanya ada sesuatu yang akan tumbuh di rahim istri anda,"
"Itu pasti kesalahan saya Dok, saya selalu bercinta dengannya setiap malam, bahkan tidak cukup satu kali,"
"Ooh ... begitu, pantas saja dia seperti ini sekarang, "
"Lakukan yang terbaik buat istri saya dok!!! Saya akan bayar berapa pun biayanya " Rendra panik memotong pembicaraan Dokter.
"Pak, dari tadi saya belum bisa menyeesaikan ucapan saya, karena anda terus memotong, bisa saya lanjutkan ucapan saya?" Tanya Dokter.
"Maaf Dok, saya sangat panik," sahut Rendra.
"Istri anda harus berjuang 9 bulan kedepan, sebagai suami anda juga harus membantu perjuangannya itu, karena semua ini terjadi akibat ulah anda, yang anda lakukan setiap malam padanya," kata Dokter sambil menahan tawa.
"Istri saya sakit apa dok? Kenapa dia pingsan?" Tanya Rendra
"Pak ... istri anda bukan sakit, tapi hanya perubahan hormon yang ada dalam dirinya, ada sesuatu di rahimnya, tapi itu bukan penyakit tapi bibit!!! Bibit manusia yang kita kenal dengan sebutan janin, bibit itu harus anda jaga setidaknya 9 bulan kedepan, Selamat pak istri anda hamil " Seru Dokter.
"Hamil?" Rendra tegang.
__ADS_1
"Istri anda sudah sadar sedari tadi,mari kita sama-sama lihat perkembangan bibit yang ada di rahim istri anda," seru dokter.
Dokter pun melakukan USG pada Syahila.
"Perkembangannya bagus, sepertinya semua sehat tidak ada masalah," kata Dokter.
"Kalau di lihat usianya, ini baru 2 minggu, dijaga ya pak, bu, "kata dokter.
"Kita akan punya baby sayang," Seru Rendra. Syahila menangis haru, akhirnya dia bisa menjadi seorang ibu.
Setelah dari rumah sakit, Rendra putuskan untuk singgah di ruko Mukhlis terlebih dulu sebelum pulang.
"Loh kita kesini?" Tanya Syahila.
Rendra sengaja memeluk Syahila di depan Mukhlis.
"Ayah ... sebentar lagi kami akan memberi ayah cucu, permatamu ini tengah hamil ayah," kata Rendra.
Mukhlis langsung memeluk Rendra dan Syahila
"Selamat nak ..." lirih Mukhlis.
__ADS_1
"Mohon do'a ayah, semoga selamat dan sehat sampai waktunya nanti " kata Rendra.
"Itu pasti nak " jawab Mukhlis.
" Bawa saja dia pulang nak, ayah titip anak dan calon cucu ayah " kata Mukhlis.
Mereka pun pulang, sampai rumah Syahila langsung di bawa Rendra ke kamar tamu yang ada di lantai dasar.
"Mulai sekarang kamar ini kamar kita, kamu ngga boleh naik ke atas " kata Rendra.
Semua pembantu di buat repot dengan memindahkan semua baju-baju dan keperluan Syahila.
Kebahagiaan mereka semakin memuncak setelah kehamilan Syahila. Setiap hari yang di lalui jadi semakin indah menanti kehadiran anak pertama mereka.
Syahila mulai merasakan perjuangan awal kehamilan nya. Tidak nafsu makan, mual dan ngidam, untung saja ngidam Syahila mudah di penuhi. Namun rendra selalu mendukung dan menyemangatinya.
Rendra semakin menyayangi Syahila. Hingga dia lupa urusan kantor karena fokus memperhatikan Syahila.
________
Kehamilan Syahila memasuki bulan keempat, sekarang Syahila lebih segar dan nafsu makannya membaik. Melihat Syahila yang semakin segar dan fit, Rendra merasa tenang jika dia harus meninggalkan Syahila pergi ke kantor.
__ADS_1
Sudah dua bulan dia tidak mengurus perusahaannya. Rendra pun sekarang sibuk dengan perusahaannya.
Syahila merasa kesepian, karena tidak ada lagi suami yang setiap waktu di sisinya seperti awal kehamilan, namun dia tidak boleh egois, Rendra juga punya tanggung jawab lain selain dirinya. Kini perut Syahila mulai kelihatan walau masih kecil.