Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 31. Pertemuan Tak Disangka


__ADS_3

Syahila mulai merasakan kontraksi di perut nya. Dia duduk di tepi ranjangnya sambil menyusun baju dan keperluan bayinya. Setelah selesai ia mempersiapkan keperluan buat dirinya, sarung, popok dewasa underped dan lainnya


Dia berjalan perlahan ke luar, dilihatnya keadaan warung sudah sepi.


"Mak ...." Lirih Syahila.


"Iya neng Hilya," sahut mak Ijum.


"Ada yang minta keluar mak," Seru Syahila.


Mak Ijum pun segera minta tolong pak H.Samad untuk mengantar Syahila ke klinik desa.


Kini Syahila berada di klinik desa, waktu serasa lebih lambat, Syahila terus menatap jam. Harapannya saat ini Rendra ada di sampingnya, Namun itu tak mungkin. Rendra saja tidak tahu di mana dirinya bersembunyi.


Saat yang sama, ternyata Ustadzah Naila juga berada di klinik desa, Naila di temani suami nya ustadz Akhmad, Syahila dan Naila pun mengobrol santai menanti kelahiran bayi mereka. Sambil menahan kontraksi yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba berhenti.


****


Di kota.


Rendra tak fokos bekerja, dia merasakan firasat yang aneh.


"Ya Allah ... dimanapun Syahila ku berada lindungi dia dan anak kami ya Rabb," lirih Rendra.


Effan tiba-tiba masuk ke ruangannya. "Tabligh akbar hari ini sepertinya batal, ustad Akhmad tidak bisa mengisi, karena istrinya melahirkan,"


"Apa tidak ada ustadz pengganti?"


"Astaga, kenapa daya berpikirku begitu menurun, ide pak bos luar biasa. Pak bos tenang , sudah akan cari secepatnya ustadz penggantinya," Seru Effan.


"Effan, bisa aku minta alamat ustadz Akhmad? Aku ingin menjenguk beliau, bagaimanapun beliau sangat mendukung acara kita ini."


Effan segera memberikan alamat yang Rendra minta. Sedang Rendra segera bersiap menuju desa tempat tinggal nya ustadz Akhmad. Tidak lupa dia membeli perlengkapan bayi buat hadiah do sela perjalanannya. Ia pun kembali melajukan mobilnya menuju tempat ustadz Akhmad.


Ustadz Akhmad salah satu ustadz yang mengisi tabligh akbar yang di adakan Rendra 4 bulan terakhir.


Rendra sampai di desa itu waktu magrib, dia sholat magrib di mushalla desa itu, selesai sholat magrib tanpa diduga dia berpapasan dengan ustadz Akhmad.


"Pak Rendra kok ada di sini?" Sapa Akhmad.


"Alhamdulillah ... ketemu ustadz disini, saya ingin menjenguk bayi pak ustadz," Jawab Rendra sambil salim pada Akhmad.


"Masya Allah, saya terharu dengan perjuangan pak Rendra kemari untuk menengok keluarga kecil kami, moga Allah mempermudah jalan pak Rendra menemukan istri dan anak bapak."

__ADS_1


"Aamiin, terimakasih pak ustadz do'a nya."


Rendra dan Ustadz pun segera menuju klinik desa di mana istri ustadz Akhmad melahirkan.


*****


Naila sudah melahirkan saat waktu ashar, sedang Syahila masih berjuang untuk melahirkan bayinya.


Semakin mendekati klinik desa, hati rendra semakin tak karuan rasa. Namun ia tetap masuk ke dalam klinik bersama ustadz Akhmad. Semakin ke dalam klinik hati Rendra semakin berdebar. Entah kenapa darahnya seakan mendidih saat memasuki klinik itu.


Rendra bertemu dengan anggota keluarga ustadz Akhmad, tidak lupa Rendra menyerahkan hadiah yang ia bawa pada keluarga pak ustadz. Di sela-sela obrolan ringan Rendra dengan keluarga ustadz Akhmad, tiba-tiba suara tangisan bayi pecah di balik horden di dekat Rendra beridiri.


"Alhamdulillah ... selamat neng Hilya, bayinya laki-laki," seru bidan.


Horden melayang tertiup angin, jantung Rendra seakan berhenti berdetak saat melihat wanita yang baru melahirkan, ia terpaku menyadari siapa wanita itu.


Mak Ijum datang mendekati ustad Akhmad. "Pak ustadz, boleh minta tolong, kasian neg Hilya nggak ada suaminya, pak ustadz bersedia untuk meng Adzani anak Hilya?" Tanya Ijum.


Ustadz Akhmad tersenyum dan mengangguk.


"Pak Rend, saya izin kesebelah ...." Ustadz Akhmad berhenti bicara saat melihat Rendra menangis.


"Ada apa pak Rendra?" Tanya ustadz Akhmad.


"Subhanallah ... dia yang selama ini pak Rend cari? Selama ini dia tinggal di sini, namanya Hilya," seru Akhmad.


"Maaf pak ustadz, namanya Syahila." Jawab Rendra.


"Siapa pun namanya, ayo kita kesebelah, tugas anda menunggu," Seru ustadz Akhmad, ustadz berjalan lebih dulu menuju ruangan Syahila, Rendra masih sibuk menghapus air matanya.


"Maaf mak Ijum, saya tidak bisa meng Adzani anak neng Hilya, tapi teman saya bisa," seru ustadz.


Rendra pun keluar dari balik horden, air matanya tidak bisa berhenti menetes.


Syahila mematung melihat sosok lelaki yang berjalan mendekat ke arahnya. Air matanya terus menetes, dia tidak mampu menahan tangis melihat sosok di depan matanya, dia sungguh tidak menyangka, malah bertemu Rendra dalam keadaan seperti ini.


"Pak Rend, silahkan Adzani dan juga iqamah kan bayi anda," seru ustadz.


Dengan tangan yang gemetaran Rendra menggendong bayinya dan mulai Adzan dan iqamah di telinga putranya.


Mak ijum baru menyadari kenapa Syahila menangis.


Rendra berjalan ke arah Syahila setelah selesai meng Adzani dan meng iqamahkan putranya. "Sayang, selama ini kau salah faham," ucap Rendra sambil menyerahkan bayinya ke Syahila

__ADS_1


Rendra mulai menjelaskan siapa Bella dan di mana Bella sekarang, juga menjelaskan siapa Lizty.


"Mas tidak pernah melakukan hal yang seperti kamu kira sayang, Maafin mas ...." Lirih Rendra.


Syahila merasa sesak, karena kecemburuan dan ketakutannya, dia malah pergi dan menyusahkan semua orang. "Aku juga minta maaf, selama ini aku meninggalkan mas," Ringis Syahila.


Air mata Ijum ikut menetes melihat kejadian di depan matanya,


Syahila menatap ke arah Ijum yang juga ikut menangis. "Mak, maafin aku, nama asli ku Syahila,"


"Siapa pun nama neng, emak senang bisa bertemu neng, emak juga bahagia, neng bisa bersama suami neng lagi." Seru Ijum.


Syahila berusaha tersenyum, "Dia mak Ijum, yang selama ini merawat ku," Terang Syahila pada Rendra.


Rendra berjalan mendekati Ijum, lalu mencium tangan Ijum. "Terimakasih, selama ini anda menjaga bidadari ku," ringis Rendra.


"Alhamdulillah, pak Rendra sudah bertemu dengan istri yang selama ini dia cari, saya mau menemani istri saya dulu pak, assalamu alaikum." seru ustadz Akhmad yang undur diri.


Semua orang menjawab salam ustadz Akhmad.


Rendra meraih ponselnya, lalu menelpon Effan.


"Fan, hentikan pencarian Syahila," ucap Rendra.


"Pak, sabar ... sedikit lagi pasti kita akan menemukan nona." Jawab Effan.


"Fan, hentikan pencariannya, karena aku sudah menemukan Syahila dan anak kami, di desa pak ustadz Akhmad," Terang Rendra.


Effan langsung mematikan telepon, dia tak sanggup bicara, karena air mata bahagianya menetes. Dia sangat senang, akhirnya bos yang sangat berjasa dalam hidupnya bisa menemukan istri yang selama ini pergi.


***


Redra menyimpan ponselnya dan menggendong bayinya


"Hei baby boy, ini daddy sayang ...." lirih Rendra sambil mencium bayinya.


"Sayang, jangan pergi lagi ... aku sangat tersiksa sejak kamu pergi," Rendra menatap lembut ke arah Syahila.


"Maaf, aku terlalu cinta dan sayang pada mas, hingga aku sangat sakit ketika melihat mas bohongin aku, mas bilang di kantor, tapi mas makan malam di restoran malam itu," Rengek Syahila.


"Mas sengaja bohong, karena mas tidak mau membuatmu berpikiran yang tidak-tidak, maafin mas, setelah kamu sehat kita pulang ya ...." Bujuk Rendra.


Rendra mendekati Syahila, lalu mencium pucuk kepala istrinya. Mak Ijum yang melihat ini sangat bahagia, namun menyadari semua ini dia juga sedih, karena Syahila akan kembali bersama suaminya.

__ADS_1


__ADS_2