Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 67. Gegabah


__ADS_3

Pagi ini sangat indah bagi Rendra, di meja makan ada kedua anaknya dan juga wanita yang selalu dia cinta. Rendra mulai menyesali, kenapa dia sangat gegabah mengajak Gabby bertunangan.


Rendra larut dalam lamunan nya saat dia mengajak Gabby bertunangan.


Flash back :


8 bulan Syahila pergi, Rendra berusaha mencarinya, namun tidak menemukan di mana Syahila dan anak anaknya.


Lamunan pagi Rendra buyar ketika mendengar bel rumahnya berbunyi. Dia pun segera membuka pintu nya.


"Gabby?" lirih Rendra melihat siapa yang dihadapan nya.


Gabby hanya diam.


"Masuk," seru Rendra tersenyum manis pada Gabby.


Saat Rendra berbalik, Gabby langsung memeluk Rendra dari belakang.


"Pak, aku tidak sanggup lagi menahan semua rasa ini, aku mencintai anda pak," lirih Gabby.


Rendra melepaskan pelukan Gabby.


"Masuk dulu, silahkan duduk, aku akan ambilkan minum buatmu dulu," lirih Rendra.


Gabby dudul di sofa ruang tamu, sedang Rendra menuju dapur untuk mengambilkan minuman buat Gabby.


Sedari tadi Anik dan Ainah mengintip saat Rendra membuka pintu buat Gabby. Melihat Rendra menuju dapur, Anik dan Ainah mengejar Rendra.


"Bi Anik, bi Ainah, salah satu dari kalian tolong buatkan dua gelas kopi," pinta Rendra.


"Baik tuan, tapi ... maaf tuan, bukannya saya lancang atau melampaui batas saya, tuan saya yakin nyonya Syahila pasti kembali, tolong bersabar tuan," lirih Anik. Sedang Ainah sibuk menyeduh kopi permintaan majikan nya.


"Aku tidak yakin Syahila kembali bi," jawab Rendra.


"Tuan, kopi nya siap," lirih Ainah.


"Biar saya aja bi yang bawa," Rendra mengambil nampan yang Ainah pegang.


"Tuan ...," lirh Anik.

__ADS_1


Rendra pun menghentikan langkahnya.


"Tuan, saya melihat cinta yang begitu besar di mata tuan dan di mata nyonya, saya mohon tuan, bersabarlah," lirih Anik.


"Maaf bi, ini hidup saya, biarkan saya yang menentukan," jawab Rendra, Rendra langsung pergi menemui Gabby yang ada di ruang tamu.


Anik Dan Ainah hanya bisa diam, jawaban Rendra memang sangat benar.


Rendra menghampiri Gabby dengan membawa nampan yang ber isi dua gelas kopi.


"Hei manis ku, kita ngopi dulu," seru Rendra memberikan segelas kopi pada Gabby.


Gabby menerima gelas kopi itu, lalu meletakannya di meja.


"Tentang pertanyaanku tadi, apa jawaban bapak?" tanya Gabby.


Rendra menyerumput kopinya, wajahnya sangat santai. Setelah meletakan gelas kopi nya di meja, Rendra berdiri, lalu menarik Gabby agar berdiri berhadapan dengannya.


"Gabby, Will you marry me?"


Gabby mengangguk cepat dan langsung memeluk Rendra.


Setelah pagi itu, Rendra dan Gabby pun bertunangan.


Flash back off.


"Mas, mas Rendra ...." lirih Syahila.


Lamunan Rendra buyar mendengar namanya di panggil.


"Apa Sya?" jawab Rendra.


"Kata Denny akta kelahiran Yumna dan Reyhan ada pada mas, aku butuh mas buat pendaftran pindah sekolah di sini," lirih Syahila.


"Benar, aktanya ada di ruang kerjaku, ayo mari ikuti aku," seru Rendra.


Sedang Reyhan dan Yumna asyik bermain bersama Anik dan Ainah. Sejak tadi pagi Reyhan dan Yumna sangat senang mengusili dua pembantu daddy nya itu.


Berjalan mengikuti Rendra, membuat Syahila teringat masa'masa indahnya bersama Rendra saat menyusuri tangga itu, Syahila terbuai lamunan tentang masa lalu yang begitu indah yang dia ukir di rumah ini bersama Rendra.

__ADS_1


Tanpa Syahila sadari kakinya terus melangkah dan sampai di kamar rahasia mereka dulu. Dia larut dengan semua kenangan indahnya. Hingga Syahila masuk ke kamarnya dengan Rendra dulu. Bayangan masa lalunya memenuhi lamuanannya.


Rendra heran kenapa Syahila belum masuk keruang kerjanya, saat Rendra keluar dia melihat pintu kamarnya terbuka, Rendra pun segera menuju kamarnya. Rendra melihat Syahila mematung dalam kamar itu. Tanpa Rendra sadari, dirinya bagai besi yang ditarik oleh magnet, dia berjalan mendekati Syahila, dan langsung memeluk Syahila dari belakang. Dan menenggelamkan wajahnya di bahu Syahila.


Rendra menemukan perasaan damai yang selama ini dia cari pada Gabby, namun dia mendapatkan rasa ini saat memeluk Syahila.


Syahila kaget saat Rendra memeluknya, dia pun langsung melepaskan diri, dari pelukan Rendra.


"Maaf mas aku lancang, sepertinya aku terbawa suasana, maaf," lirih Syahila.


"Oh, aku yang minta maaf, karena aku lupa bilang secara detil kantorku yang mana, lagi pula, ini juga kantor ku dulu," lirih Rendra.


Syahila faham apa maksud Rendra, dia pun segera pergi dari kamar itu, namun Rendra menarik tangannya, dan menyudutkan dirinya ke tembok kamar itu. Tanpa keduanya sadari mereka larut semakin dalam mendalami pertarungan lidah mereka.


Syahila terbayang Gabby.


"Ini kelewatan!!!" bentak Syahila, dia mendorong keras tubuh Rendra. Dia pun segera keluar dari kamar itu, dia berjalan menuju ruang kerja Rendra.


Rendra masuk ke ruang kerjanya, dan langsung mencari map yang ber isi akta kelahiran Yumna dan Reyhan yang sudah dia urus jauh jauh hari. Rendra memberikan map yang ber isi akta itu pada Syahila. Syahila menerimanya, dan langsung berbalik untuk pergi dari ruangan itu.


Namun tertahan lagi, karena Rendra memeluknya dari belakang.


"Tolong lepaskan!" pinta Syahila.


"Aku hanya memastikan rasa cintamu masih ada untukku, aku pun begitu," lirih Rendra, dia melepaskan pelukannya.


Syahila membuka tas nya, lalu mengambil sesuatu dari dalam tas nya.


"Ini uang," Syahila memperlihatkan mata uang asing yang ada di tangannya.


"Namun uang ini tidak berguna di pasar tradisional disini, begitu pula cinta kita mas, kamu sudah mengikat orang lain, cinta ini tidak berguna lagi mas," lirih Syahila.


Rendra terdiam mendengar perkataan Syahila. Syahila pun meninggalkan Rendra, namun dia berbalik lagi.


"Selamat mas atas pertunangan kalian," seru Syahila, Syahila pun meninggalkan ruang kerja Rendra.


Sedang Rendra menyesali tindakan gegabahnya, andai waktu itu dia mendengarkan Anik, pasti hari ini akan sangat indah.


Rendra melamun, dia terduduk di sofa yang ada di ruangan kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2