
Berita kematian Syahila dan Reyhan, karena terkena virus ramai menghiasi televisi, Semua orang yang mengenal Syahila berduka. Syahila akan dimakamkan dekat makan Puspa dan Mukhlis.
pemakaman Syahila pun diliput berbagai media. Syahila menangis memeluk Reyhan, saat melihat wajah Rendra yang begitu hancur dari televisi yang ada di ruangannya.
Duka bukan cuma di kota, semua orang yang mengenal Syahila di desa mak ijum juga menangis melihat acara pemakaman itu. lewat televisi yang meliput berita pemakaman Syahila dan Reyhan.
***
"Saatnya kalian pergi, jet pribadi ku sudah menunggu kalian," Seru Zhey.
Syahila tidak menjawab, dia menggendong Reyhan yang masih belum sadar. Setelah masuk ke jet pribadi Zhey, Syahila menerima berkas data-data dirinya yang baru.
Namanya Malinka Jenny Astro, janda yang punya satu anak. yang bernama Zein Astro. Dan suami nya Gezdy Astro sudah meninggal, semua data diri beres, Syahila pun terbang meninggalkan negri itu. Entah kemana Zhey membuang dirinya.
***
Selesai pemakaman Syahila, Rendra kembali kerumahnya.
__ADS_1
Rumah Rendra sangat sepi, karena pelita rumah itu kembali padam. Di dapur terlihat Anik dan Ainah menangis, karena kematian nyonya dan bos kecil mereka. Rendra tidak sanggup menyapa mereka, hatinya bertambah remuk melihat orang-orang menangisi istri dan anaknya.
Sesampai lantai dua, Rendra melihat Asti membereskan barang-barangnya.
"Terimaksih mbak Asti, selama ini anda sangat menyayangi Reyhan," Kata Rendra. Asti tidak menjawab, namun tangisnya semakin pecah.
"Maaf ya mba, jika selama ini nyonya ada salah," Kata Rendra.
"Kalian majikan terbaik yang pernah saya miliki, maaf tuan, bukannya saya menolak tawaran tuan untuk tetap bekerja menemani Anik dan Ainah di sini, tapi saya tidak sanggup. Rasanya tangis dan tawa Reyhan masih menggema di ruangan ini," Isak Asti.
Ini malam yang paling berat di lalui, kesedihan menyelimuti hati mereka. Rendra tidak bisa tidur di kamarnya, bayangan Syahila selalu hadir disetiap sudut kamarnya
Rendra melihat Syahila berbaring di kasur dan tersenyum padanya.
"Aku sangat yakin sayang ... kamu belum mati," Rendra berlari menghampiri bayangan yang serasa nyata itu, namun dia malah tersungkur di kasur. Rendra menangis menyadari semua ini hanya halusinasinya saja, dia tidak bisa menerima kalau Syahila sudah mati. Hatinya mengatakan Syahila dan Reyhan baik-baik saja.
Rendra menangis sejadi-jadinya memeluk bantal yang biasa menopang kepala Syahila.
__ADS_1
"Sayang ... aku bahkan mengantar mu sampai liang lahat, kenapa hatiku tidak bisa berhenti berkata kau masih hidup."
Rendra tenggelam dalam dukanya. Hingga ia tertidur dengan memeluk erat bantal Syahila, di bantal itu aroma parfume Syahila masih sangat jelas tercium wanginya.
Rendra benar-benar kehilangan semangat nya, dia menyerahkan urusan perusahaan kepada orang orang kepercayaannya, dia hanya mengurung dirinya di rumah. Menghabiskan waktunya memandangi foto pernikahannya dengan Syahila dulu.
***
Beberapa minggu kematian Syahila.
Rendra berziarah ke makam Syahila, Reyhan, ibunya juga mertuanya.
"Kalian semua jahat, kenapa kalian bersama sama di sana dan meninggalkan aku disini sendirian," Air mata Rendra menetes.
"Ibu ... menantumu jahat bu, dia pergi dari ku. Ayah ..., Syahila tidak menepati janjinya ayah ..., dia pergi meninggalakanku bersama anak kami, Kenapa kalian semua meninggalkan ku," Tangis Rendra pecah di pusara orang-orang yang sangat dia sayang.
Setelah menumpahkan semua kepahitannya Rendra pun pulang kerumahnya.
__ADS_1