
Keadaan di desa.
Pagi-pagi suara riuh orang-orang terdengar di depan rumah, Syahila bangkit untuk melihat apa yang sedang terjadi, ternyata warung mak Ijum ramai pembeli. Syahila tersenyum melihatnya.
Dia pun keluar untuk duduk di warung mak Ijum. Ijum segera menyuguhi Syahila sepiring nasi kuning dan segelas teh manis hangat.
"Orang hamil duluan!" seru Ijum sambil menyuguhi Syahila.
Ijum lanjut kembali melayani pembeli.
"Eh tadi malam berita model seksi sama pengusaha tampan itu klarifikasi tentang hubungan mereka!" Seru seorang pembeli.
"Iya, aku juga nonton tadi malam,masa sih mesra gitu nggak ada hubungan!" sahut yang lain.
"Alah ... itu pasti buat nutupin jejak doang, kan katanya si pengusaha sudah punya istri." seru yang lain.
" Iya ya, kalo tidak ketahuan pasti mereka diem-diem aja." sahut yang lain.
"Bener juga ya, kok aku baru kepikiran, secara pengusaha kaya suka sama artis, pasti cuma nutupin jejak!" Tambah yang lainnya lagi.
"Iya, lihat aja nanti, kalo istri sah udah di cerai pasti mereka akhirnya nikah!" seru yang lainnya. Gosip mereka terus berlanjut.
Syahila merasa tidak mampu menelan makanannya, karena yg dibicarakan pelanggan mak Ijum adalah suaminya. Tenggorokkannya seakan tercekik mengingat Rendra dan artis cantik tersebut.
__ADS_1
"Kenapa neng Hilya, makanan Emak tidak enak?" Pertanyaan Ijum membuyarkan lamunan Syahila.
"Enak mak, aku cuma kangen suami." jawab Syahila.
"Telepon atuh suaminya, warga yang punya ponsel pasti mau bantu neng Hilya." seru Ijum.
"Tidak bisa mak, dia bekerja di pedalaman." jawab Syahila berkilah. Tidak mungkin dia jujur saat ini.
"Yang sabar ya neng Hilya," seru Ijum.
"Wah ... jualan emak habis!" seru Syahila saat melihat semua yang di meja ludes. Syahila sangat senang melihat dagangan Ijum laku keras.
"Alhamdulillah neng, gimana? Neng suka masakan emak?" Tanya Ijum.
"Masakan emak enak banget, Hilya suka mak!" Jawab Syahila. Pikiran tetntang Rendra hilang, saat rasa haru dab senang melihat usaha mak Ijum di respon dengan cepat oleh para pelanggan.
***
Sejak kejadian itu Rendra menjaga jarak dengan Lizty dan Ambar. Karena dia tak mau timbul kabar miring lagi karena kedekatannya dengan Lizty yang merupakan publik figur tersiar kembali. Seharus nya dia waspada dari awal, profesi Lizty yang seorang publik figur, tentu kehidupan Lizty menjadi ladang uang bagi yang membuat berita. Namun semua sudah terlanjur.
Kehidupan di desa tidak menguras kantong. Syahila hanya mengeluarkan uang buat makan dirinya dan berbelanja beberapa lembar baju dan membayar tunggakan listrik selama dua bulan punya mak ijum, tanpa sepengatahuan mak Ijum. Uang tunai yang ada di dompetnya lebih dari cukup, dia tidak perlu menarik uang dari bank. Penarikan uang dari bank, hanya menyisakan petunjuk bagi Rendra. Syahila sangat menghindari hal itu.
Syahila berusaha meng ikhlaskan Rendra. Dia berencana tinggal di desa ini selamanya, jika Rendra benar-benar menikah lagi. Baginya sudah cukup memiliki buah cintanya bersama Rendra.
__ADS_1
Sedang Effan, dia masih berusaha mencari Syahila, dia menyewa banyak orang, namun belum juga menemukan Syahila. Effan tidak putus asa, dia terus berusaha mencari wanita yang sangat di cintai bosny itu.
Rendra menjalani hari-hari nya seperti biasa, seolah tidak ada beban, padahal batinnya sungguh tersiksa kehilangan wanita yang paling dia cinta. Rumah Rendra seakan kehilangan cahaya, seperti tidak ada kehidupan dalam rumah itu. Para pekerja menyadari, Syahila adalah pelita bagi rumah tempat mereka bekerja
***
Apartemen Lizty.
"Gila ya maa ... sepertinya Rendra tidak akan pernah bia menjadi milik kuz!" Gerutu Lizty.
"Dulu dia bersikeras menunggu Zharima, sekarang dia kekeh menanti istrinya. Sekarang dia malah jaga jarak dengan ku!" Rengek Lizty.
"Sabar sayang, semua butuh proses!" Ambar menyemangati putrinya.
***
Rendra dan Effan mengadakan acara tabligh akbar, yang akan dia adakan bergilir di setiap mesjid yang berbeda disetiap bulan, Berharap bisa menemukan Syahila di sudut mesjid yang mengadakan tabligh Akbar itu.
Rencana Effan dan Rendra sungguh sempurna, karena Syahila sangat suka hadir dalam acara ke agamaan. Berharap Syahila hadir dalam acara yang mereka adakan nanti. Rendra dan Effan bekerja sama dengan beberapa ustadz kondang, yang akan mengisi pengajian nanti.
***
Syahila dan Fatma pergi ke kota yang terdekat dengan desa ia tinggal. Dia dan Fatma berbelanja di pusat perbelanjaan. Syahila mampir di toko perhiasan, untuk membeli kalung, ia ngin mengaitkan cincin nikah itu pada rantai kalung. Syahila pun membelikan Fatma anting dan cincin perak.
__ADS_1
Setelah puas jalan-jalan Syahila dan Fatma menunggu Travel mereka di seberang mesjid. mesjid itu terlihat ramai, karena mengadakan tabligh akbar.
Syahila dan Fatma santai memandangi orang orang yang lalu lalang sambil menunggu travel mereka datang.