
Syahila sudah menyelesaikan semua tugas tugasnya, sedang Rendra masih berkutat di depan laptop di ruang kerjanya.
Syahila Mencari baby Rey, suster Asti asyik bercanda dengan baby Rey yang masih berbaring dalam box. Syahila duduk di sofa di kamar itu, menonton keduanya yang asyik bercanda. Tawa gelagak baby Rey berganti dengan tangisan karena lapar.
Asti mengangkat baby Rey, dan menyerahkan pada Syahila, untuk menyusu.
"Mba Asti sarapan dulu sana sama bi Anik dan bi Ainah, mumpung Rey anteng sama saya," Kata syahila.
Asti pun keluar dari kamar baby Rey menuju dapur, sarapan bersama rekan kerjanya.
Langkah kaki Rendra terhenti melihat Syahila yang asyik menyusui bayi mereka. Rendra pun bersandar pada pintu kamar itu memandangi dua orang yang sangat beharga dalam hidup nya saat ini.
"Daddy mau siap siap kerja sekarang?" Tanya Syahila yang baru menyadari kehadiran Rendra.
"Nanti aja, kalo bos kecil kita sudah selesai," Jawab Rendra.
Suster Asti kini kembali, dia mengambil baby Rey dari Syahila, Syahila dan Rendra segera kembali ke kamar mereka.
Dalam kamar mereka, Syahila mengambil baju kerja Rendra, namun Rendra malah merebut setelan kerja yang Syahila pegang, dan melempar ke sofa,
"Aku tidak mau pakai baju sekarang, karena sekarang aku maunya kamu," Kata Rendra menagih jatahnya lagi.
Syahila mendengus, namun dia tetap melayani permintaan suaminya yang tidak pernah ber ujung.
Selesai fitnes pagi mereka, Rendra dan Syahila mandi bersama. Selesai kegiatan mandi bersama, Syahila membantu memakaikan pakaian Rendra, terakhir mengikatkan dasi Rendra. Sempat saja Rendra usil dengan menciumi Syahila dan bermain pada tubuh istrinya.
Mereka turun untuk sarapan, selesai sarapan Syahila dan baby Rey melepas kepergian Rendra sampai di teras rumah, Rendra masih sempat bercanda kecil dengan bos kecilnya itu.
*****
Di mata semua orang, Rendra sekarang jauh berubah, yang dulu, dulu dia agak kucel karena stres mencari Syahila, sekarang tampak berseri-seri wajahnya, penampilannya juga semakin rapi, serta badannya kembali berisi, emosi nya pun jauh membaik, Rendra yang sempat dikenal super killer, sekarang lebih sering senyum menghiasi wajahnya, bisnisnya juga semakin baik.
Dulu para karyawan takut melihatnya, sekarang mereka malah terpana, karena wajah Rendra tidak menyeramkan seperti dulu. Sebelumnya, melihat Rendra lewat saja membuat mereka gemetaran. Karena jika Rendra marah langsung di pecat.
Semua karyawan karyawati mengagumi sosok Syahila, wajar saja bos nya sangat mencintai istrinya, mereka saja di buat takjub dengan perubahan Rendra berkat Syahila,
mereka lebih santai bila menghadap Rendra yang sekarang,
****
Ambar dan Lizty.
__ADS_1
"Ingat ya sayang, kamu selalu bermanja pada Rendra, supaya wanita itu kabur lagi, dan pergi jauh dari Rendra," Seru Ambar.
"Kamu harus bermanja seperti anak kecil kepada Rendra sayang, kita bakar wanita itu dengan api cemburu," Kata Ambar lagi.
"Beres mama ... kalau perlu aku tidur di kamar Rendra," Kata Lizty tertawa terbahak.
"Kenapa tidak sayang ... taklukkan Rendra dengan tubuhmu dan kecantikanmu," Kata Ambar.
"Siap mama ...." Seru Lizty.
"Sebaiknya kita segera kabari Rendra, kalau kita akan tinggal di rumahnya," Kata Ambar.
"Baiklah mama, aku atur waktu untuk menemui Rendra di kantornya,"
"Semoga rencana yang kita susun ini berhasil membuat wanita itu pergi jauh dari Rendra," Seru Ambar.
"Itu pasti mama."
Ambar dan Lizty datang ke kantor Rendra menyampaikan maksud mereka, kalau sore ini mereka akan datang ke rumah Rendra. Rendra pun langsung mengabari Syahila, kalau Ambar dan lizty datang sore ini. Untuk tinggal di rumah itu.
Di kediaman Rendra.
"Bi Anik, bi Ainah, tolong siapkan kamar tamu, sore ini Lizty dan mamanya akan mulai tinggal disini," Seru Syahila.
"Bi anik tidak perlu khawatir, aku sudah siap bertempur melawan Lizty dan mamanya," Seru Syahila.
"Ingat nyah ... mereka itu licik," kata Anik.
"Tenang bi, aku sudah tahu apa senjata mereka untuk menyerangku," Syahila tersenyum teringat saat dia menguping pembicaraan Lizty dan mamanya.
Flash back....
Syahila baru seminggu tinggal di rumah Rendra, setelah pergi sekian lama, ia membawa baby Rey yang sudah berusia setengah bulan jalan-jalan di samping rumah. Tiba-tiba Ambar dan Lizty datang, mereka menghentikan langkah kaki mereka saat tepat di depan pintu rumah Rendra.
"Ingat sayang kita harus berlaku seperti keluarga rendra, bermanja lah pada rendra, bakar wanita itu dengan cemburunya, biar dia pergi jauh dari sisi Rendra," Kata Ambar.
"Beres mama ... apa mama tak lihat aku berbaju seksi begini untuk membangkitkan nafsu Rendra," Lirih Lizty
"Mama tahu bukan? sekarang istrinya baru melahirkan mana bisa melayaninya, kita bakar Rendra dengan nafsunya, sekuat mana dia bisa menahan mama," kata Lizty.
"Heem ... kau sangat menarik sayang," kata Ambar memuji putrinya
__ADS_1
"Ayo sayang kita masuk," Seru Ambar.
Mereka berjalan menuju pintu dan menekan bel nya, namun belum ada yang membukakan pintu. Lizty mulai kesal,
"Dimana orang orang penghuni rumah ini," Gerutu Lizty.
Syahila langsung berlari ke arah pintu di sampingnya. Dan sembunyi di kamar tamu, dia merebahkan baby Rey, dia pun berbaring di samping baby Rey, untuk pura-pura tidur.
Rendra turun setelah pembantu memanggilnya. Rendra menyambut Lizty dan mama nya.
"Mana istri kamu Rend ?" Tanya Ambar.
"Maaf bu, nyonya tidur di kamar itu bersama baby Rey," Terang Anik sambil menyuguhi minuman.
"Maaf ya tante, pasti dia lelah, karena selalu berjaga setiap malam mengurusi bayi kami, karena kami belum dapat pengasuh," Kata Rendra.
"Tidak apa apa sayang, lain kali pasti kami kesini lagi," Seru Ambar.
"Terimakasih atas pengertian nya tante," Sahut Rendra.
"Bagaimana kabar mu kak Rend?" Tanya Lizty. Sambil menyilangkan kakinya menampakan pahanya nan seksi lalu menyenderkan tubuhnya ke samping pegangan sofa. Lizty menyampingkan rambut yg tadi tergerai, hingga menampakan dadanya yang sangat menantang itu, sangat jelas terlihat, karena bajunya yang kekurangan bahan.
Rendra tak perduli dengan tingkah Lizty.
Flash back off.
Syahila menceritakan kejadian itu pada Anik dan Ainah.
"Mereka mendekati Rendra dengan alasan keluarga. Saya akan pertahankan mas Rendra dengan posisi saya sebagai istri, bahkan saya tak segan bertindak bodoh dan tidak tahu malu nanti, saya akan bermanja dengan suami saya di hadapan semua orang," Kata Syahila penuh keyakinan.
"Buat apa malu nyah ... nyonyah kan istri, seharusnya wanita gatal itu yang malu nempel pada suami orang." Kata Anik kesal.
"Biar saya lawan mereka dengan kekuatan cinta, seperti cerita saya waktu itu," Lirih Syahila,
"Kita dukung nyonya," Seru Anik dan Ainah bersamaan.
"Kalian semua tetap layani mereka dengan baik, jangan ikutan perang dingin, cukup saya saja," Kata Syahila.
"Baik nyah, saya akan sampaikan pada yang lain." Seru Ainah.
Sore harinya, Lizty dan Ambar datang ke rumah Rendra, Syahila yang langsung menyambut mereka.
__ADS_1
"Hai Lizty ... senang bisa bertemu kembali," sapa Syahila.
Mereka berpelukan dan cipika cipiki dengan Lizty dan Ambar. Setelah mengobrol santai. Mereka pun masuk bersama ke dalam rumah.