Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 53. Permainan Zhey


__ADS_3

Rendra kembali ke kamar yang di tempati Zhey membawa baju Syahila, juga dalaman lengkap milik Syahila yang belum sempat di pakai Syahila. Setelah berpakaian lengkap, Zhey keluar dari kamar mandi dengan langkah tertatih


"Aku ingin tahu jawabanmu, kamu sudah tahu kan kalau aku menikahimu untuk ...."


"Aku tahu, terimakasih karena mau menikahiku, tapi bisakah kamu berbohong pada orang tua ku? Berbohonglah kalau kita saling mencintai hingga sepakat untuk menikah,"


Perkataan Zhey membangkitkan kembali kenangannya saat menikahi Syahila, mereka berbohong kalau saling cinta, padahal pernikahan itu hanya kesepakatan.


"Baiklah, mari kita cari sarapan dulu di luar, setelah itu aku ikut denganmu kerumahmu, untuk meminangmu pada papamu" seru Rendra.


"Jika kita menikah, aku ingin kita tinggal di rumah orang tuaku, aku tidak sanggup di sini, kenangan Syahila ...."


"Aku mengerti, baiklah jika kita menikah kita akan tinggal di rumahmu, karena aku tidak akan pernah merubah apapun yang ada di rumah ku," Jawab Rendra memotong perkataan Zhey.


Mereka segera pergi untuk sarapan di luar menaiki mobil Zhey. Setelah sarapan Rendra dan Zhey menuju kediaman Darnanto, orang tua Zhey.


Zhey turun dari mobil, lalu berjalan dengan langkah yang aneh, dia sengaja demikian, untuk memainkan emosi Rendra lebih dalam lagi. Rendra mengikuti Zhey dari belakang.


Di ruang tamu rumah itu Darnanto dan Jiya duduk bersantai.

__ADS_1


"Zhey, kemana kamu tidak pulang semalaman," Jiya langsung memeluk putrinya itu.


"Maaf mah, tadi malam aku menginap di tempat teman, pas aku sarapan di resto aku bertemu Rendra, kata Rendra ada perlu penting sama papa, yah sekalian saja," Jawab Zhey.


"Kalau begitu ayo kesini Rendra, om sangat senang kamu segar kembali," seru Darnanto.


"Mah, pah, Zhey izin ke atas ya, soal nya ada tugas," Seru Zhey.


"Iya sayang ...." Jawab Jiya dan suaminya bersamaan.


Jiya terus memperhatikan langkah Zhey yang terasa aneh.


Zhey menatap tajam ke arah Rendra, pandangan Zhey dan Rendra bertemu.


"Tadi pagi kepeleset di kamar mandi rumah teman mah, makanya paha aku masih agak ngilu," jawab Zhey.


"Mama cemas Zhey, semalaman mama tidak bisa tidur, firasat mama mengatakan anak mama dalam bahaya, lain kali hati-hati sayang ...." Seru Jiya.


"Iya mah, maaf Zhey lupa kasih kabar ke mamah kalau Zhey baik-baik saja, aku ke kamar mah," Kata Zhey.

__ADS_1


Jiya kembali duduk di samping suaminya.


Hati Rendra seakan di hantam balok kayu yang besar mendengar kata-kata Jiya barusan, insting seorang ibu yang merasa anaknya dalam bahaya dan hal itu memang benar. Bagaimana perasaan orang tua Zhey mengetahui kejadian yang sebenarnya. Dia merasa sangat bersalah karena kejadian imi


"Rendra hal penting apa yang ingin kamu bicarakan sama om?"


"Gini om, tante, kalian kan sudah tahu semenjak kematian istri saya, saya dan Zhey sering bersama. Kami berencana untuk menikah, saya ingin melamar Zhey jadi istri saya." ucap Rendra.


"Waw ... om sangat terkejut, apa jawaban Zhey?" Tanya Darnanto.


"Zhey sudah setuju, tadi pagi saat kami sarapan bersama saya melamarnya," Jawab Rendra.


"Jika Zhey setuju, maka om dan tante pasti," seru Darnanto.


Rendra dan Darnanto berpelukan.


"Selamat bergabung ke dalam keluarga Darnanto," Seru Darnanto.


Jiya sangat bahagia Rendra akan menjadi menantunya. Permainan Zhey sungguh luar biasa, dia berhasil mempermainkan emosi Rendra.

__ADS_1


__ADS_2