
Setelah meninggalkan ruangan Rendra, Syahila turun ke bawah menemui anak-anaknya.
"Anak anak ..., ayoo bereskan barang barang kalian," seru Syahila.
"kita kemana moms?" tanya Reyhan.
"Kita ke ruko kakek sayang, kita lanjutkan hidup kita di sana, kalian boleh kok kemari temuin daddy kapan-kapan," seru Syahila.
"Tadi malam kalian ketemu mama Gabby nggak?" tanya Syahila.
Rendra terkejut mendengar pertanyaan Syahila pada anak-anak.
"Iya moms, tapi cuma antar mama Gabby pulang, kami cuma jalan-jalan bertiga sama daddy," terang Reyhan.
"Kalian suka sama mama Gabby?" tanya Syahila.
Reyhan dan Yumna mengangguk.
"Bagus ..., anak mommy memang pintar, sebentar lagi kalian punya dua mama," seru Syahila.
"Kok cuma mama yang dua, daddy nggak dua juga moms?" tanya Yumna polos.
"Kau juga sudah punya calon?" tanya Rendra yang masih berdiri di tangga.
"Anak-anak .., ayo cepat ambil koper kalian, dan pamit sama Daddy," seru Syahila sengaja mengalihkan pembicaraan. Dia langsung masuk ke kamar tamu karena di sana koper anak-anak nya tersimpan.
"Pagi ...." sapa Gabby yang baru datang.
"Pagi sayang," lirih Rendra.
Gabby langsung memeluk Rendra dan mecium pipi kanan dan kiri Rendra.
"Kamu tidak bekerja sayang?" lirih Gabby bermanja pada tubuh Rendra.
__ADS_1
"Mungkin agak siangan, itu Syahila lagi jemput anak-anak," jawab Rendra.
Syahila keluar dari kamar menarik dua koper anaknya, matanya disuguhi pemandangan yang menyayat hatinya, melihat Gabby yang menggelayut di tubuh Rendra, Syahila terus berusaha untuk santai.
"Hai ..., kamu pasti Syahila, aku Gabby," seru Gabby. Gabby mendekati Syahila. dan bersalaman dengan Syahila.
"Iya, aku Syahila, kamu pasti Gabby, calon ibu kedua anak-anak, senang bertemu dengan mu," seru Syahila.
"Wah kamu cantik sekali Gabby, pantas anak-anak ku selalu memujimu, ternyata kamu sangat cantik," seru Syahila.
"Ah biasa aja," jawab Gabby.
'Heeh, pantas Rendra lebih memilihku, ternyata segini doang Syahila, ya iyalah Rendra milih aku, secara aku jauh lebih cantik dari dia,' lirih hati Gabby.
"Sya ..., jangan pulang dulu, aku dan mas Rend akan segera menikah, kita harus bicarakan tentang anak-anak," seru Gabby.
"Oh ..., baik aku setuju," jawab Syahila.
"Reyhan ..., Yumna ..., ajak bi Anik dan bi Ainah main di lantai atas," pinta Rendra.
"Masalah apa yang ingin kamu bahas tentang anak-anak Gabby?" tanya Syahila.
"Aku ingin kalian atur waktu pengurusan anak-anak, aku tidak ingin kamu seenaknya kasih anak-anak kekami tiba-tiba gitu," seru Gabby.
"Apa maksud kamu?" Rendra kesal dengan perkatan Gabby.
"Tidak masalah, kapan Rendra mau bersama anak-anak atur saja," seru Syahila mengukir senyuman di wajahnya.
"Kalau kamu tidak keberatan aku ingin anak-anak sabtu minggu bersamaku setiap minggunya," seru Rendra.
" No! Dua minggu sekali saja " seru Gabby.
"Apa?" Rendra kaget dengan pernyataan Gabby.
__ADS_1
"Sayang ... aku juga butuh kamu," rengek Gabby.
"Oh ya Sya, tidak perlu memaksa anak-anakmu memanggilku mama, aku tidak keberatan mereka memanggilku tante selamanya." seru Gabby.
Rendra mulai geram pada Gabby.
"Okey, masalah itu atur saja, sebulan sekali saja juga aku tidak keberatan, aku hanya tidak ingin egois, Rendra juga punyak hak untuk bersama anak-anaknya," seru Syahila.
"Aku senang, ternyata kamu waniya yang pengertian, secara pengantin baru seperti kami butuh banyak waktu untuk berdua," seru Gabby.
"Dua minggu sekali, deal aku setuju, oh ya anak-anakmu akan sekolah di mana Sya?" tanya Gabby.
"International School, aku sudah mantap untuk mendaftarkan mereka di sana," jawab Syahila.
"What? International School? Itu mahal Sya," teriak Gabby.
"Tenang Gabby, aku tidak akan malak Rendra untuk biaya sekolah anak-anaku." jawab Syahila.
Rendra tidak bisa berkata lagi, dia menahan kemarahannya pada Gabby, dia sangat kesal, ternyata Gabby yang selama ini dia kenal palsu, dan Gabby yang sesungguhnya sedang menunjukan belang aslinya.
"Apa? Masa? Kamu kerja apa? Sehingga yakin mampu membayar biaya pendidikan anakmu di sekolah itu?" tanya Gabby.
Syahila geram, tidak mampu lagi menahan kekesalannya. Syahila melemparkan buku tabungannya kedepan Gabby.
"Itu deposito ku, yang jelas aku mampu membayar pendidikan anakku," seru Syahila.
Gabby melotot melihat angka yang ada di tabungan Syahila.
"Dari mana kamu mendapat uang sebanyak ini?" lirih Gabby.
"Aku lupa, yang jelas bukan hasil menjual yang ada diantara kedua pahaku," seru Syahila mengambil kembali buku tabungannya yang ada di tangan Gabby.
"Mas aku pamit," seru Syahila.
__ADS_1
Syahila menjemput anak-anaknya yang masih di atas, kemudian mereka meninggalkan rumah Rendra menuju ruko ayahnya, bersama Yumna dan Reyhan.