
Pagi-pagi tawa Naura sudah pecah di kamar nya, karena bermain bersama Lee.
"Papa ...," teriak Naura berlari menuju Harri
"Wah ... tumben anak papa pagi pagi sudah cantik," seru Harri.
"Kata mama princes itu harus selalu cantik dan wangi, aku pagi-pagi sudah mandi di bantu mama," seru Naura.
Harri tersenyum menatap Lee karena sangat besar perubahan positif Naura karena kehadiran Lee. Lee hanya membalas pandangan Harri dengan senyuannya.
"Karena putri papa sudah cantik ayo kita sarapan," seru Harri menggendong Naura menuju meja makan.
"Mama nggak sarapan sama kita pah ?," tanya Naura.
Langkah Harri terhenti mendengar pertanyaan Naura.
"Naura sama papa dulu ya, mama mau merapikan kamar princes dulu," seru Lee.
"Lho ... itukan tugas embak, kok mama ngambil tugas mbak?" Seru Naura.
"Iya mamah, Naura benar ayo kita sarapan sama-sama," seru harri mengedipkan mata ya ke Aleena.
Sesampai di meja makan Aleena mengambilkan makanan buat Naura. Lalu dia duduk di samping Naura.
"Mah ..., mama kok enggak ngambilin makanan buat papa?" lirih Naura.
Aleena menatap Harri, meminta persetujuan Harri.
"Iya ya sayang ... wah ... mama nggak sayang papa, mama cuma sayang sama Naura," seru Harri.
Aleena mengambilkan makanan buat Harri. Aleena ingin pergi, karena posisinya hanyalah pembantu.
"Mamah marah sama papa? Ayo makan sama-sama," seru Harri.
Aleena kembali duduk meraih piringnya, lalu mengisi makanan di piringnya.
"Naura mau mama suapin?" Tanya Lee.
"Engga mah, kan kata mama kalo sudah gede gak boleh manja," seru Naura mulai menyuap makanannya.
Harri takjub dengan perubahan yang lainnya dari Naura.
Selesai sarapan Harri bersiap untuk ke kantor. Melihat papanya akan segera pergi, Naura langsung menarik Lee menuju teras.
"Papa tunggu, papa belum cium aku," seru Naura.
"Iya sayang ... maaf ya ...," seru Harri. Harri mencium pipi kanan dan pipi kiri Naura, dia pun langsung menuju mobilnya.
__ADS_1
"Papa!!! Papa nggak pamit sama mama?" Tanya Naura.
Harri berbalik menghampiri Naura dan Lee.
"Papa cium mama!!!" Seru Naura.
Lee melotot menatap Harri mendengar permintaan Naura.
"Maaf ...," lirih Harri sambil mencium alis Lee.
Jantung Lee seakan meledak saat bibir Harri mendarat di alisnya.
Saat mencium Lee perasaan Harri berkecamuk, darahnya serasa mendidih, bulu kuduknya juga merinding.
"Bye papa ...," seru Naura membuyarkan lamunan Harri dan Aleena yang sama sama kikuk karena kejadian barusan.
"Bye sayang ..., bye mamah ...," seru Harri tersenyum manis pada Lee. Aleena sangat bahagia.
Setiap pagi Aleena selalu mendapatkan ciuman halus dari Harri, demi menyenagkan Naura.
Pagi ini hari pertama anak anak masuk sekolah, para orang tua di haruskan mendampingi anak mereka hadir ke sekolah.
Harri dan Aleena nampak serasi berjalan bersama menenteng Naura.
Di sudut lain Rendra dan Syahila juga menemani anak anak mereka ke sekolah.
"Hai Naura sayang.., hai mama Lee," sapa Syahila.
"Hai Sya ...," sapa Lee.
"Lee, kenalkan ini daddynya Rey dan Yumna," seru Syahila.
Lee dan Rendra berkenalan. Harri juga menyapa Rendra, mereka masuk bersama menuju tempat perkumpulan orang tua hari ini.
Setiap hari Rendra mengantar jemput anak-anaknya ke sekolah, begitu juga Lee, setiap hari mengantar jemput Naura sekolah.
......
Tiga bulan sudah anak anak belajar di sekolah baru mereka.
Harri langsung pergi ke sekolahan Naura, karena panggilan pihak sekolah. Sesampai di sekolah Naura Harri cemas melihat putrinya menangis dalam pelukan Lee. Namun dia terpaksa meninggalkan Naura dan Lee, karena kepala sekolah menunggunya.
Kepala sekolah menerangkan kalau Naura berkelahi dengan teman sekelasnya dan lawan Naura berkelahi itu terluka. Harri dan orang tua teman Naura sama sama di beri peringatan oleh kepala sekolah atas kekacauan ini.
"Pak Harri anda harus lebih mendidik Naura agar tidak main kasar pada orang lain," seru kepala sekolah. Harri hanya mengangguk.
"Ibu, mulai sekarang anda hati-hati bicara, kekacauan ini terjadi karena mulut anda yang suka bergosip, anak anak ini adalah mesin perekam yang sangat canggih," seru kepala Sekolah.
__ADS_1
Kepala sekolah menerangka mengapa Naura mengamuk dan menyakiti temannya. Harri berusaha tenang walau batin nya hancur. Karena Naura mengamuk karena teman teman nya mengatakan Lee itu baby sitter, bukan mamanya, hingga Naura mengamuk dan menyerang teman sekelas nya, hingga teman nya itu terlula.
Urusan kekacauan Naura pun selesai.
Mereka pulang kerumah bersama. Naura kembali mengamuk di rumah, meluapkan emosi karena kejadian di sekolaha.
"Aku mau mama ..., bukan baby sitter ...," teriak Naura.
"Mama Lee ini mama Naura ..." Lee berusaha menenangkan Naura.
"Bukan ..., kata teman-teman mama Lee baby sitter, bukan mama aku ...," teriak Naura.
Lee menangis melihat Naura histeris.
"Mama Lee mama kamu sayang ..., percaya sama papa," lirih Harri.
"Papa juga bohong!!! kalau mama Lee mama Naura ..., kenapa mama Lee tidak tidur di kamar papa?!" Teriak Naura.
"Mulai malam ini, mama Lee akan tidur di kamar papa, percaya ya sayang ...," lirih Harri.
"Tolong pak jangan kelewatan," lirih Aleena melotot pada Harri.
"Tolong kamu tenangkan Naura, aku menunggu kamu di ruang kerjaku," kata Harri sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya
Aleena menenangkan Naura, hingga Naura tertidur di kamarnya. Segera Lee munuju ruang kerja Harri. Lee mengetuk pintu.
"Tolong kunci pintunya, kita harus bicara serius," seru Harri.
Lee pun langsung mengunci pintu itu
"Lee, kamu tahukan kelemahanku?" Tanya Harri.
Lee mengangguk.
"Aku ingin menikah denganmu, demi Naura, tapi kamu sudah tahu kan apa reseko menikah denganku," lirih Harri.
"Bisa di katakan itu aib ku," lirih Harri
"Saya juga punya aib dan masa lalu yang buruk pak," lirih Lee.
"Semu orang punya masalal Lee, Lee jika kamu mau menikah dengan ku, aku akan berusaha menjadi suami yang baik, tapi aku tidak bisa ...,"
"Demi kebahgiaan Naura ..., saya bersedia menikah dengan bapak," jawab jawab Lee.
"Baiklah, kita akan menikah sore ini, kita menikah dengan tujuan yang sama, kebahagiaan Naura, aku sangat bahagia Lee, kamu sangat menyayangi Naura,"
"Kamu boleh keluar Lee, aku ingin mengurus pernikahan kita sore ini juga," seru Harri.
__ADS_1
Lee terus menduk saat meninggalakan ruang kerja Harri, dan berjalan lesu menuju kamar nya. Lee meloncat kegirangan karena akan menikah dengan Harri. Misi nya buat dia tergoda namun jangan menggoda lebih mudah menjalankan, jika dia berstatus istri Harri.