Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 24. Syahila Menjadi Hilya.


__ADS_3

Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumahnya. Dia pulang kerumah, sangat berharap Syahila ada di rumah. Namun orang orang di rumah mengatakan kalau Syahila pamit pada mereka untuk pergi ke kantornya dan belum juga kembali.


Rendra pergi ke ruko Mukhlis, namun percuma ruko itu pagarnya di kunci dari luar.


***


Syahila melajukan mobilnya tanpa tujuan. Dia singgah di rumah sakit untuk memastikan keadaan bayinya, dia sangat takut, karena tekanan yang dia rasa berdampak buruk pada bayinya.


Syahila merasa lega, setelah mengetahui bayinya baik-baik saja, dia menarik uang 5 juta dari ATM yang ada di depan rumah sakit itu. Syahila pun melanjutkan perjalannya yang tanpa tujuan itu.


Syahila pergi mencari kantor polisi, setelah menemukan ia memarkirkan mobilnya tak jauh dari kantor polisi, dia turun dari mobil dan mengambil semua barang yang ada di mobil lalu menguncinya, ia menunggu taksi yangg lewat, Syahila mengambil batu dan dia genggam untuk aksinya nanti.


Syahila mendapatkan taksi, dia segera masuk kedalam taksi, taksi mulai melaju, Syahila langsung melempar batu yang dia pegang ke arah mobilnya. Alarm mobil itu pun berteriak.


"Pak, cepat pergi dari sini " pinta Syahila pada supir taksi. Taksi pun melaju cepat meninggalka Area itu.


****


Karena alarm mobil yang terus berteriak, polisi langsung memeriksa mobil tersebut. Mobil Syahila pun di amankan oleh pihak kepolisian tempat itu.


Syahila terus menjauh dari kota Rendra. Hatinya sangat sakit melihat kejadian itu.


Rendra terus mencari Syahila ke setiap sudut kota, mesjid rumah sakit, dan semua mencari kesemua teman teman Syahila, namun tak seorang pun mengetahui dimana Syahila.


Syahila singgah di sebuah penginapan, untuk istirahat, untuk mengumpulkan energi melanjutkan pelariannya.


Sedang Rendra masih mencari Syahila. Penampilannya kini lusuh seperti orang gila, dia sangat stres tak tahu kemana lagi harus mencari Syahila. Hingga dia tertidur dalam mobilnya.

__ADS_1


Adzan subuh menggema, menyadarkan Rendra dari tidurnya, dia segera mencari mesjid, untuk menunaikan sholat subuh.


Di sudut lain, Syahila pergi dari penginapan dan mencari mesjid terdekat untuk melakukan tugasnya. Setelah selesai Syahila mencari warung makan ia sangat lapar. Dia pun makan dengan lahap di warung yang ia singgahi.


**


Rendra memohon dalam Do'a nya , agar bisa menemukan kembali istrinya yang pergi darinya, juga meminta perlindungan untuk istri dan bayinya. Ia pun berdiri, karena sudah menumpahkan kesedihannya lewat do'a nya.


"Pak Rend?" Effan terkejut melihat Rendra ada di mesjid di wilayah istrinya tinggal.


"Fan ..." Jawab Rendra, wajah nya sangat jelas kelelahan.


"Pak Bos, mari ikut saya, tidak jauh dari sini rumah Monica," seru Effan.


Rendra pun kini berada di rumah mertua Effan, dia disambut kedua orang tua Monica.


"Bagaimana anda bisa sejauh ini?" Tanya Effan.


"Yang paling saya khawatirkan, sekarang istri saya hamil 5 bulan." rintih Rendra.


Semua orang menangis mendengar cerita Rendra.


"Pak Rend, pulang dan istirahat, saya akan bantu semampu saya untuk mencari istri pak bos," seru Effan.


"Mas aku ikut." rintih Monica.


"Ngga sayang, biar aku saja, aku juga akan memberi pelajaran pada Bella sialan itu." ucap Effan.

__ADS_1


***


Syahila terus menaiki angkutan umum. Dia pun tidak tahu di mana dia berada sekarang.


Di kota Effan mengarahkan semua kekuatannya mencari Syahila, namun hasilnya nihil, hanya laporan penarikan uang tunai dan mobil Syahila yang sengaja ditinggal Syahila dekat kantor polisi.


"Percuma Fan, dia sangat pandai menghilang," lirih Rendra.


"Fan ... kerahkan semua media mencari Syahila." pinta Rendra .


"Tidak tuan ... justru hal itu akan semakin membuatnya waspada dan terus bersembunyi." sahut Effan.


"Biar aku yang mencari nona Syahila, anda fokos lah bekerja seperti biasa, aku akan mencari Syahila sekuat tenagaku." seru Effan.


Syahila berada dalam angkutan umum, entah angkutan yang keberapa yang dia tumpangi saat ini. Merasa yakin jauh dari Rendra, Syahila masuki sebuah desa asri pinggir jalan raya. Dia tidak bisa jauh dari jalanan karena ia hamil. Syahila bertanya di mana rumah kepala desa. Seseorang menunjukan arahnya, dia pun menuju rumah kepala desa. Dia meminta izin tinggal di desa ini.


"Saya jatuh cinta dengan desa ini, kalau pak kades tak keberatan, saya ingin minta izin tinggal di sini." pinta Syahila penuh harap.


"Baiklah, anda berikan data data diri anda, sebagai Syarat tinggal disini." pinta kades.


"Hanya ini pak yang sempat saya bawa, saya sering pindah pindah, sepertinya ktp dan KK saya tertinggal di kota." kata Syahila, dia memberika ID CARD Lia, rekan kerjanya dulu


"Baik, Semoga nak Hilya suka dan betah tinggal di desa kami." seru pak kades. pak kades mengutus seseorang untuk mencarikan Syahila kontrakkan.


Setelah menunggu utusan pak kades, akhirnya orang itu datang, namanya Umar, Umar mengabarkan kalau mak Ijum bersedia mengontrakkan rumahnya.


Syahila menuju rumah mak ijum, berjalan bersama Umar. Dia berhenti di sebuah pasar jongkok yang ada di desa itu. Pasar Jongkok, pasar dadakan yang ber operasi satu kali dalam seminggu, dia membeli beberapa lembar baju dan keperluannya nanti. Kemudian melanjutkan kembali perjalanan ke rumah mak Ijum.

__ADS_1


Syahila akan mengontrak rumah mak Ijum dan memulai kehidupannya sendiri tanpa Rendra.


Seelah berkenalan dengan janda tua yang bernama Ijum dan gadis remaja yang bernama Fatma, Syahila langsung masuk kedalam kontrakannya dan merehatkan tubuhnya di kamar kecil yang ada di rumah yang dia sewa tersebut.


__ADS_2