Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 35. Kekuatan Cinta Part 1


__ADS_3

Tidak terasa, dua bulan sudah usia baby Rey. Baby Rey sudah mulai bisa di ajak komunikasi dan tersenyum, Rendra menikmati tiap hari bersama keluarganya, apalagi polah Rey yang menggemaskan membuat rendra tidak bisa jauh dari Rey.


"Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan, andai bisa ku wakilkan, aku akan menyuruh mereka menyelesaikan nya," Lirih Rendra, raut wajanya nampak kecewa karena harus meninggalkan anak dan istrinya bekerja.


"Daddy, selesaikan pekerjaan daddy di kantor, semakin cepat daddy berangkat semakin cepat daddy pulang," kata Syahila.


"Baiklah istriku ... suamimu harus bekerja, aku akan usahakan pulang secepatnya," Seru Rendra.


"Ayo kita sarapan sayang," lirih Rendra. Setelah sarapan Rendra pun pergi bekerja.


***


Syahila melamun, karena akhir akhir ini Lizty sering datang kerumah dan selalu menempel pada Rendra.


"Mikirin apa nyah?" Tanya Anik


"Saya merasa Lizty berusaha menggoda mas Rend bi," Jawab Syahila.


"Tuan sangat mencintai nyonya, tuan menganggap Lizty itu adiknya, tidak lebih," Kata Anik.


"Nyah, cinta tuan ke nyonya sangat besar, tunjukan kekuatan cinta kalian untuk mengusir iblis betina seperti Lizty itu," seru Ainah.

__ADS_1


"Aku setuju, nyonya jangan terbakar cemburu lagi, kekuatan cinta kalian sangat besar," Seru Anik.


"Kalian benar, selama ini aku bodoh, aku lupa dengan kekuatan cinta kami, baiklah, aku akan melawan Lizty dengan kekuatan cinta kami," seru Syahila.


"Gitu dong nyah, jangan menyerah perjuangkan cinta nyonya," Seru Ainah.


"Kalian bukan pembantu ku, tapi kalian adalah keluarga ku," Kata Syahila, Syahila meletakan baby Rey di sofa perlahan.


"Bi Anik, bi Ainah ... kalian adalah keluargaku, peluk aku," Pinta Syahila. Mereka bertiga pun berpelukan.


"Nyonya, jangan sedih lagi, berbahagialah, demi tuan besar dan tuan kecil kami," Kata Anik.


Pengasuh buat Reyhan pun datang, namanya Asti, dia sangat cekatan dan ke ibuan, Syahila merasa iri dengan kemampuan Asti merawat bayinya. Pilihan Effan memilih pengasuh sangat luar biasa.


Asti menempati kamar yang berada di sebelah kamar Reyhan. Asti, Anik dan Ainah sangat mudah Akrab. Syahila menjadi bosan, karena Reyhan di urus pengasuhnya.


Sore hari Redra pulang. Dia tersenyum melihat istrinya bisa bersantai.


"Hai sayang," Sapa Rendra langsung memeluk Syahila.


"Hai sayang ..., bagaimana kerjaan kamu beres?" Tanya Syahila.

__ADS_1


"Beres sayang untuk hari ini, kata Effan pengasuh bayi kita sudah datang,"


"Iya, namanya mbak Asti, itu Reyhan lagi di urus sama mbak Asti, aku iri sama mbak Asti, dia jago banget urus bayi," Seri Syahila.


"Kamu baru punya satu sayang, mana bisa jago, kalo Asti pasti sering asuh bayi orang, udah cekatan lah pastinya dia, kamu mau jago juga gak ngurusin bayi ?," Tanya Rendra.


"Iih mas, gimana aku bisa jago, anak aku aja di urus pengasuh," Ringis Syahila.


"Kamu bisa jago, tapi jagonya bikin adik buat Rey lagi aja," Seru Rendra.


"Mas ...." Rengek Syahila.


"Udah ah, mas capek, pijitin kek, kan kamu sudah free," Kata Rendra berulang kali mengecup lembut bibir istrinya.


"Mas ... kenalan dulu sama mbak Asti ya sebelum ke kamar," Pinta Syahila.


"Iya sayang ... itu pasti. Mas harus kenalan sama penjaga bos kecil rumah ini," Seru Rendra.


"Ayo bos besar kita lets go cari bos kecil," Seru Syahila.


mereka menaiki tangga menuju kamar baby Rey.

__ADS_1


__ADS_2