Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 33 Ganti Rugi.


__ADS_3

Jam 4 dini hari baby Rey menagis, Syahila pun bangun menenangkan bayinya, sedang Rendra masih terlelap dalam tidurnya. Syahila turun ke bawah menuju dapur, karena ia merasa lapar.


Di dapur ternyata Anik dan Ainah sudah ber aktivitas.


"Nyonya," Sapa Anik dan Ainah bersamaan.


"Bi, ada makanan? Laper bi ..." rengek Syahila.


Mereka tersenyum, segera Anik dan Ainah menyediakan makanan buat nyonya mereka yang butuh asupan extra karena menyusui.


Syahila duduk di meja makan, menikmati makanannya sambil menggendong baby Rey yang kini sudah lelap kembali. Syahila berbincang santai dengan kedua pembantu nya.


Rendra menggeliat, tangannya meraba tempat tidur di sampingnya, matanya langsung terbelalak karena tempat sebelahnya kosong. Matanya menyapu se isi ruangan, namun tidak terlihat Syahila, box bayi nya juga kosong. Rendra panik, pikirannya Syahila kabur lagi bersama bayi mereka.


Rendra berlari ke bawah, dan langsung menuju pintu, namun pintu masih terkunci dari dalam, saat ia berlari menuju dapur hatinya langsung tenang, karena mendengar tawa Syahila bersama kedua pembantunya.


Rendra langsung memeluk Syahila yang tengah duduk santai menikmati makanannya. Lalu mencium pucuk kepala istri nya itu, tangannya membelai wajah baby Rey yang ada dalam gendongan Syahila.

__ADS_1


"Subuh begini kamu sudah buat jantung aku lomba maraton sayang, aku panik karena kamu tidak ada di kamar, aku takut kamu pergi lagi," Lirih Rendra.


Anik dan Ainah perlahan undur diri dari meja makan, karena mereka malu melihat majikan mereka yang asyik memeluk istrinya.


"Maaf mas, setelah menyusui Rey, aku lapar, makanya aku kemari," Jawab Syahila.


"Mas ke kamar lagi ya, sebentar lagi waktu subuh masuk," kata Rendra. Syahila tersenyum dan mengangguk.


Syahila kembali ke kamar setelah kenyang, perlahan dia merebahkan baby Rey dalam box bayinya. Rendra langsung memeluk nya dari belakang. Sambil menggesekkan miliknya yang yang tersembunyi di balik kain tersebut.


"Aku rindu kita seperti ini, aku kehilangan banyak waktu karena berpisah dari mu," bisik Rendra.


"Maaf mu tidak cukup, kamu harus ganti rugi," Kata Rendra.


"Ganti rugi apa ?"


"Ganti rugi banyak hal, karena kamu pergi, mas banyak kehilangan momen bersama wanita hamil yang paling mas cinta. Mas tidak bisa memberikan semua perhatian mas buat dia sewaktu dalam kandunganmu. Kamu harus ganti rugi! Kamu harus mengulangi momen hamil itu, agar mas menikmati setiap detik bersama mu." bisik Rendra.

__ADS_1


"Haah ...? Hamil lagi? Aahhhh sakit melahirkan yang kemaren aja belum hilang," ringis Syahila.


"Kamu harus ganti rugi semuanya, peternakan kecebong ku juga ingin berenang lagi, karena mereka terlalu lama terkurung," bisik Rendra.


"Mesum!!! Kamu ingin membunuhku?" Syahila melepaskan diri dari pelukan Rendra.


"Emang! Aku memang ingin membunuhmu, tapi membunuh semua dukamu, menghidupkan kembali kebahagiaan dan keceriaan mu," seru Rendra. Dia langsung melum*t hahis bibir istrinya.


Namun tangisan baby Rey memecah suasana romantis barusan.


"Ku harap Effan secepatnya mendapatkan pengasuh, karena istriku melupakanku, dia sibuk memeluk bos kecilku dan lupa pada bos besar nya," Rendra melepas pangutan mereka.


"Kamu manusia apa bukan? Sama anak sendiri saja kau tidak mau mengalah," rengek Syahila sambil menenangkan baby Rey.


"Kapan kamu menyicil hutang mu? Kamu berhutang banyak padaku," bisik Rendra.


"Mas ... baru seminggu lho ini aku turun mesin," Rengek Syahila.

__ADS_1


"Maaf, aku bercanda, tapi aku benar-benar serius menagih hutangmu saat kamu selesai nifas nanti"


Syahila mengerucutkan bibirnya menahan kekesalan pada Rendra.


__ADS_2