Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 62. Kecewa


__ADS_3

Malin tengah di periksa dokter.


"Bagaimana keadaan menantu kami dok?" Yanya Darnanto.


"Dia baik-baik saja, sebentar lagi akan sadar," jawab Dokter. setelah menyuntik Malin dan memberi obat, dokter pamit pergi dari kamar Denny.


Zein dan Yumna duduk di tempat tidur disisi Malin.


"Terimakasih Rendra, kamu sudah menyelamatkan calon istriku," Denny memeluk Rendra. Setelah melepas pelukan pada Rendra Denny duduk di tepi tempat tidur.


Malin mulai membuka matanya.


"Mommy ...." rengek Zein dan Yumna bersamaan.


Denny membantu mendudukan Malin.


"Syukurlah kamu sadar, aku tadi sangat ketakutan sayang," lirih Denny menarik Malin kedalam dekapannya. Zein dan Yumna pun ikut memeluk ibu mereka. Mereka berempat berpelukan bersama.


Hati Rendra sangat sakit melihat pemandangan itu, entah kenapa dia sangat yakin itu Syahila.


"Sayang ..., kenapa kamu tercebur? Kamu tahu kan, kolam tempat kamu santai tadi itu dalam?" Tanya Denny.


"Aku tidak tahu kenapa aku jatuh kedalam kolam, sepertinya ada yang mendorongku," jawab Malin.

__ADS_1


"Sekarang kamu gimana sayang?" Tanya Jiya.


"Sudah lebih baik tante." jawab Malin.


Rendra mengunci pintu kamar Denny, dan menyimpan kunci kamar itu di kantongnya.


"Denny aku boleh pinjam laptop mu? Sekalian sama kabelnya," seru Rendra.


Denny melepaskan Malin dari dekapannya, dia bangkit mengambil Laptop dan menyerahkan ke Rendra.


Rendra mengotak atik laptop dan di hubungkannya dengan ponselnya. Rendra memutar video yang dia ambil saat Malin asyik menyaksikan anak-anaknya bermain air bersama Denny.


Namun saat video menangkap sosok yang mendorong Malin kedalam kolam renang semua mata melotot pada Zhey.


Pada rekaman video, sangat jelas Zhey mendorong Malin, setelah mendorong Zhey malah tertawa bahagia. Dan meninggalkan area kolam renang dengan santainya.


Zhey lari, namun pintu sudah di kunci Rendra. Denny mendekati Zhey.


Plakkkk!!!


Tamparan keras dari Denny mendarat di pipi adiknya itu.


Zhey sangat ketakutan, melihat kemarahan semua orang padanya.

__ADS_1


"Apa salah Malin sehingga kau ingin membunuh nya?" Teriak Denny.


"Apa selama ini kami mengajarimu hal buruk Zhey!? Papa sangat kecewa padamu!" Darnanto sangat marah.


Jiya tidak bisa berkata, dia hanya menangis dalam pelukan Darnanto.


"Apa kau terlibat dalam penyanderaan Syahila ? Maksudku ... apa kau yang membunuh Syahila ku?!" Pertanyaan Rendra membuat semua orang terkejut.


"Syahila ku dan anak kami Reyhan mati karena Virus yang berbahaya, kamu ahli virus Zhey, apa kamu membunuh istri ku dengan virus buatanmu?" Tanya Rendra lagi.


"Rendra ..., tolong buka pintu, aku takut hilang kesabaran melihat pembunuh di hadapanku," pinta Denny.


Rendra berjalan ke arah pintu, dia membuka kunci pintu itu, Zhey langsung pergi dari kamar Denny.


"Pak Denny, tolong kembalikan surat-surat dan paspor kami, kami ingin pulang," ringis Malin.


"Tidak ..., kamu tidak boleh pulang tanpa aku," lirih Denny.


"Maaf, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita, tolong ..., ini terlalu sakit pak Denny," lirih Malin.


Denny tidak bisa menahan Malin, kelakuan Zhey sangat keterlaluan.


"Baiklah, aku akan ambilkan," Jawab Denny lemah.

__ADS_1


Malin pergi ke kamarnya, dia segera berbenah barang-barangnya dan anak-anaknya. Setelah mendapatkan surat-suratnya Malin pun pergi dari hotel itu, dan menuju bandara untuk pulang kerumahnya.


Rendra kembali ke kamarnya, dia tidak menemukan Zhey di sana, Zhey sudah kabur. Rendra mengambil kopernya, dia juga ingin pergi dari hotel itu. Rendra membuka internet, mencari alamat kantor Denny di negara itu. setelah dapat dia pun pergi ke bandara menuju alamat kantor Denny.


__ADS_2