
Setelah kembali di negara ini, Denny tenang karena bisa melihat Malin, entah kenapa Malin berbeda dengan wanita lainnya, Denny tidak berani melancarkan rayuan mautnya pada Malin. Tapi melihat Malin saja sudah membuat hatinya tenang.
Denny menghabiskan malam di club malam itu, dia tidak berani jajan sembarangan disini, karena tidak ada tempat yang menjamin kesehatan wanita disini.
Pikiran Denny kacau, karena di penuhi Malin dan Malin. Mata Denny terfokos kepada wanita yang tidak asing, wanita itu memakai pakaian seksi. Denny berjalan ke arah wanita itu.
"Angeline ...?" Ucap Denny.
"Pak Denny," Angel gugup,.
"Kau sangat cantik Angel, aku tidak menyangka kamu secantik ini," Goda Denny.
Angel menunduk karena salah tingkah bertemu bos nya saat berpakaian seksi seperti ini.
Denny menarik Angel ke pelukannya lalu memangut habis bibir Angel, tidak ada penolakan dari Angeline, Denny berbisik pada Angeline. Angeline mengangguk karena setuju.
Denny pun membawa Angeline ke sebuah lab untuk memeriksa kesehatan Angeline. Angel di nyatakan sehat dan bersih. Denny pun segera membawa Angeline ke sebuah hotel, dan menghabiskan malam di sana.
Pagi-pagi Denny sudah rapi, dia bersiap pergi dari hotel, sedang Angel masih tak berdaya di balik selimut itu.
"Angel, selama kau jaga kesehatanmu, maka kau akan menajadi wanitaku selamanya, aku akan memberimu hadiah yang kamu inginkan," Seru Denny.
"Iya ..., aku akan jamin dan jaga kesehatan ku, aku pastikan cuma anda yang bersamaku," Jawab Angel lemas.
"Kau tidak terikat padaku, saat kau ingin bebas katakan saja, kamu jaga rahasia aku juga pasti jaga rahasia kita," Seru Denny. Angel mengacungkan jempolnya.
"Kau pasti sangat lelah, baiklah hari ini kau libur, nanti aku akan kirim hadiahmu lewat rekeningmu," Seru Denny. Denny pun segera ke kantornya, meninggalkan Angel di hotel itu.
Sesampai ruang kerjanya, hanya Shasya yang ada di kantor itu. Penyakit Denny kambuh lagi. Dia mendekati Shasya.
"Yang lain mana Sya?" Denny basa-basi.
__ADS_1
"Mereka sibuk di ruang berkas pak, kecuali Angel, kata pak Fandi, Angel libur," Jawab Shasya.
Denny memeluk Shasya dari belakang,
"Sya ..., mau kah kamu jadi wanita ku," Bisik Denny.
Shasya diam, namun dia tidak melawan perlakuan Denny padanya, Denny tersenyum karena tahu jawaban Shasya.
"Sya ..., aku akan memberikan apa yang kamu mau asal kamu mau memanjakanku," Bisik Denny.
Shasya pun jadi salah satu wanita Denny. Shasya pergi ke klinik kesehatan untuk memeriksa dirinya karena permintaan Denny, setelah selesai Shasya kembali ke kantor Denny, dan menyerahkan laporan medisnya, bercampur dalam map catatan perusahaan, Denny mengerti, dia tersenyum dengan cara Shasya.
Denny membaca seksama laporan medis Shasya.
"Malin ..., kamu tugas di luar, di meja Angeline, hari ini Angel libur," Seru Denny. Malin mengagguk, dan pergi menuju meja kerja Angeline.
Setelah Malin keluar Denny mengunci pintu ruangannya, dan menarik Shasya ke kamar pribadinya. Denny memghabiskan paginya denga Shasya.
Tiga bulan ini Shasya dan Angeline jadi wanita Denny, namun Angel dan Shasya sama-sama tidak tahu.
Ebora dan Nanda pun tidak luput dari kegilaan Denny, 4 sekretaris Denny menjadi wanitanya. Kegilaan Denny semakin menjadi.
_______________
Tak terasa, kini Malin tengah berjuang melahirkan anak kedua nya di rumah sakit. Lahirlah anak perempuan cantik yang dia beri nama Yumna Aziya.
Semua teman Malin mengunjunginya di rumah sakit, mereka antusias menggendong bayi Malin bergantian.
Denny tidak pernah menggendong bayi, ini pertama kali nya dia menggendong bayi. Air matanya menetes karena terharu. Namun Denny tetap tersenyum.
"Ini pertama kalinya aku menggendong bayi," Seru Denny. Mereka semua tersenyum.
__ADS_1
Sejak hari itu, Denny sering datang kerumah Malin, bermain dengan Zein dan sesekali menggendong Yumna. Zein pun jadi lengket dengan Denny. Denny semakin yakin ini perasaan cinta pada Malin, karena dia sangat bahagia jika dia bersama Malin dan anak anak Malin.
Di laboraturium Zhey.
"Zhey, tolong buka matamu Zhey, Rendra tidak pernah bisa melupakan istrinya, dan Rendra tidak mencintaimu Zhey, jangan buang waktu dan tenagamu untuk mengejar sesuatu yang bukan buatmu," Seru Dave.
"Maaf Dave, aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk mendapatkan cinta Rendra." Jawab Zhey.
"Zhey, itu bukan cinta, Rendra hanya Fantasi mu saja, mencintai tidak selalu harus memiliku,"
"Dave, itu hanya cerita dalam film dan novel saja, aku akan berusaha meraih dan memiliki cintaku,"
Dave hanya diam, dia tidak berani komentar lagi, hatinya sakit melihat kegilaan Zhey pada laki-laki lain. Namun dia harus rela, karena Zhey sangat bahagia jika bisa mendapatkan Rendra.
***.
Setelah sekian lama, ini pertama kalinya hari ini Effan melangkahkan kakinya kerumah Rendra setelah beberapa tahun di luar negri. Hatinya sedih melihat keadaan rumah Rendra. Di antara bunga-bunga ada laki-laki yang asyik merawat tanaman
"Pagi pak," Sapa Effan.
Rendra tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Pegawai setianya dulu, Rendra segera berjalan menuju Effan, dan memeluk Effan, menumpahkan semua tangis yang masih dia pendam.
"Syahila pergi lagi Fan, dia pergi selamanya membawa anak kami," Ringis Rendra.
"Itu sudah janji nona dan bos kecil pak, dengan keadaan seperti ini anda sudah menyakiti nona, bukankah anda bilang anda akan selalu berusaha membahagiakan nona? Dengan keadaan ini, anda menyakiti nona yang sudah tenang di alam sana," Lirih Effan. Rendra pun melepaskan pelukannya pada Effan.
"Pak, jalani hidup anda dengan normal, dengan begitu nona akan tenang dan bahagia di sana, bukankah anda bilang anda sangat mencintainya? Cintai diri anda pak, karena nona selalu ada disini," Effan menepuk dada kiri Rendra.
"Dengan anda menyakiti dan menyiksa diri anda, sama hal nya, anda menyakiti nona, bangkitlah pak," Seru Effan.
Rendra mencerna kata-kata Effan. Sekuat apapun dia bersedih tidak akan membuat Syahila dan Reyhan bangun dari kubur mereka.
__ADS_1
Setelah Effan pergi Rendra pergi ke salon untuk membersihkan dirinya yang kucel.
Kini Rendra yang tampan dan segar pun kembali.