
Syahila meminta para pembantunya membawakan koper Lizty dan Ambar.
"Kalian mau satu kamar berbeda atau satu kamar masing-masing?" Tanya Syahila.
"Kami satu kamar bersama saja Syahila," Jawab Lizty.
"Baby Rey mana Sya?" Tanya Ambar.
"Dia sedang tidur tante, ada di kamar atas bersama pengasuhnya." Jawab Syahila.
Setelah berbicang santai dan minum bersama Lizty dan Ambar masuk ke kamar yang di sediakan buat mereka berdua. Sedang Syahila kembali ke kamar baby Rey.
Malam harinya.
Lizty sengaja duduk santai di ruang tamu mengenakan lingerie seksinya menunggu Rendra.
"Hai kak Rend, baru pulang?" Lizty langsung mendekat pada Rendra.
"Iya, Maaf ya Liz, aku capek banget, nanti kalo aku sudah segar nanti kita bicara lagi, aku pamit ke kamar ku dulu," Kata Rendra meninggalkan Lizty.
Lizty kesal, usahanya menggoda Rendra gagal. Lizty kembali ke kamar dengan perasaan dongkol karena tidak di hiraukan Rendra.
"Sabar sayang, jangan buang kecantikanmu dengan wajah masam mu itu, ayo senyum ... semangat sayang," Seru Ambar
sesampai kamar Rendra melihat Syahila asyik bersama baby Rey. Syahila tersenyum padanya, baby Rey juga tersenyum memandang ke arah Rendra. Rasa lelah Rendra seakan hilang begitu saja.
"Mas ... aku antar Rey sebentar ke mbak Asti, nanti aku pijitin mas" Seru Syahila.
"Tidak perlu sayang, melihat senyum kalian saja penat ku hilang," Kata Rendra.
Setelah Rendra selesai dengan tugasnya, dia dan Syahila turun ke bawah, bergabung dengan Lizty juga mamanya di meja makan. Setelah selesai makan malam, mereka duduk santai di ruang tamu.
"Boleh tante gendong Reyhan?" Tanya Ambar.
"Tentu boleh, masa omahnya nggak boleh gendong," Seru Syahila. Syahila menyerahkan Reyhan ke gedongan Ambar. Ambar berjalan mengelilingi rumah bersama Reyhan.
Tinggal Rendra, Syahila dan Lizty di ruang tamu, Lizty pun mulai melancarkan misinya,
"Terimakasih kak Rend, kaka bersedia menampung kami," Kata Lizty, dia duduk di samping Rendra dan menempel pada Rendra.
"Lizty, tolong jaga jarak, kita bukan anak kecil lagi," Seru Rendra. Dia risih karena Lizty menempel pada nya.
"Aku senang ada Lizty dan tante Ambar di rumah ini, rasa nya seru sayang," Syahila menyandarkan tubuh nya ke Rendra. Rendra pun membuka tangannya menyambut tubuh istrinya yang ingin menempel padanya.
Syahila memainkan ponselnya sambil bersandar di dada suaminya, sedang Rendra asyik membelai rambut Syahila.
"Sial!!! Kenapa aku yang di buat cemburu," Teriak hati Lizty
Asti melihat Ambar ingin mengganggu kemesraan majikannya. Dia segera mencegat langkah Ambar.
"Maaf Nyonya, nyonya mau kemana ?," Tanya Asti.
__ADS_1
"Mau berikan Rey sama mommynya." Jawab Ambar.
"Maaf nyonya ... malam malam begini baby Rey sama saya," Kata Asiti, Asti pun mengambil Reyhan dari gendongan Ambar.
Ambar sangat kesal, namun dia tahan. Di ruang tamu terlihat Lizty pergi ke kamarnya.
"Lizty mana?," Tanya Ambar pura pura tidak tahu.
"Dia ke kamar tante, kata nya ngantuk," Jawab Syahila.
"Ooh ... Baby Rey sudah sama pengasuhnya, jadi, tante juga izin ke kamar Sya, Rend," Kata Ambar.
"Iya tante, selamat malam," seru Syahila.
Ambar tersenyum, padahal hatinya kesal.
"Aku merasa sangat di untungkan berkat perang dingin ini," Bisik Rendra.
Syahila hanya membalas dengan senyuman.
"Tidur yuk, aku lelah ...." Seru Rendra. Mereka pun naik ke lantai dua, menuju kamar mereka.
****
Lizty keluar dari kamar, dan berjalan menuju lantai dua, dia ingin mencari Rendra di ruang kerjanya, Lizty sangat yakin kalau malam-malam pasti Syahila sibuk dengan bayinya, dan mengabaikan Rendra.
Lizty masuk ke ruang kerja Rendra, Namun matanya harus melihat pekerjaan rutin sepasang suami istri di dalam sana.
"Aarghhhhhhh!" Gumam Lizty sambil menuruni tangga meluapkan kekesalannya, lagi lagi dia gagal, rencana menggoda Rendra, malah ia yang tergoda dengan kegiatan suami istri di dalam sana.
"Argggghhh, kenapa sih aku kalah sebelum bertanding." Rengek Lizty.
***
Pagi pagi Lizty berdiri di depan kamar Rendra, dia sengaja menunggu Rendra. Rendra sangat terkejut melihat Lizty di depan kamarnya.
"Mau bicara apa?" Tanya Rendra.
"Kak, katanya hari ini aku ada kerjaan di kantor kaka," Seru Lizty.
"Iya ... memang benar, nanti datang saja,maaf hanya itu yang bisa aku bantu," Kata Rendra, dia terus berjalan ke arah ruang kerjanya. Lizty juga ikut masuk kedalam ruang kerja Rendra.
"Kak,Kenapa kaka jahat banget sih, gituan di depan mata aku,"Rengek Lizty.
"Apa? Lizty, hello ... kamu yang masuk keruang pribadi kami, kamu tahu bukan, lantai dua ini ruang pribadi aku," Seru Rendra.
"Pagi sayang ...." Sapa Syahila yang baru masuk ke ruang kerja Rendra.
"Pagi sayang ...." Jawab Rendra.
"Hai Lizty ...." Sapa Syahila. Lizty hanya membalas dengan senyuman.
__ADS_1
"Lizty ... sebaiknya sekarang kau keluar, karena aku ingin senam pagi bersama istri ku disini." Seru Rendra.
"Emang bisa melakukannya di depan aku ?," Lizty menantang.
"Kenapa tidak, jika kamu tak mau keluar dari sini, ini bukan salah kami,"Seru Rendra. Rendra pun menarik Syahila ke pelukannya, dia menggerayang ke mana mana.
Lizty menatap tajam Syahila, berharap mereka malu dan berhenti, namun percuma, Lizty tidak mereka anggap ada.
Lizty tidak tahan melihat pemandangan di depan matanya, dia pun keluar dari ruangan itu, dan berlari menuju kamarnya. Dia mengadu pada mama nya.
"Jangan putus asa sayang, ayo ... bertindaklah seperti adik pada kakanya, juga bermanja lah dengan nya," kata Ambar.
"Mereka memang menganggap aku adik mereka, bahkan mereka tidak malu bercinta di depan mata ku," Rengek Lizty
"Apa!" Teriak Ambar.
"Aku kalah mah ....usahaku gagal terus, jangan kan aku bisa bermanja, malah wanta itu yang terus bermanja pada Rendra mah, kita kalah mah..." rengek Lizty.
"Kita akan beri pelajaran wanita itu sayang, nanti setelah Rendra berangkat kerja," Seru Ambar. Pembicaraan mereka terhenti saat mendengar bunyi ketukan pintu.
"Nona Lizty ... nyonya Ambar, di tunggu di meja makan," Kata Anik setelah mengetuk pintu kamar Lizty.
l
Ambar dan Lizty pun keluar dari kamar mereka dan berjalan menuju meja makan. Lagi-lagi nyali Lizty menciut melihat Syahila yang sengaja membiarkan rambutnya basah
"Nak Rend, apa kami boleh sarapan di kamar, soalnya beberapa pekerjaan yang baru masuk," kata Ambar.
"Tentu tante, bii, tolong antarkan sarapan mereka ke kamar mereka," Pinta Rendra.
Setelah Lizty dan Ambar pergi, Anik, Ainah dan Syahila tos, juga berpelukan. Rendra menggeleng melihat kelakuan istrinya dan para pembantunya.
***
"Apa rencana kamu sayang?" Tanya Ambar.
"Aku ingin membakar hati wanita itu dengan cara pergi ke kantor bersama suaminya," Seru Lizty.
"Bagus, semoga behasil sayang," Seru Ambar.
*
"Kak Rend, boleh aku nebeng?" Tanya Lizty.
"Boleh, tapi nanti dulu masuk mobilnya, aku mau salam perpisahan dulu sama istriku, kalo kamu lihat aku takut mata suci mu ternoda lagi," Seru Rendra.
Rendra menarik Syahila kedalam mobil, Lizty pun tak mau kalah, dia masuk ke bagian belakang mobil.
"Lizty ...." Seru Rendra.
"Kak ... perpisahan yah begitu begitu saja, lakukan saja anggap aku tak ada." Seru Lizty.
__ADS_1
"Ini kamu yang mau ya, bukan salah kami lagi," Seru Rendra.