Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 79. Aleena Dan Harriya Part 2


__ADS_3

Persiapan ijab kabul pun matang. Kini mereka semua berada di KUA, Aleena yang cantik mengenakan kebaya putih panjang duduk di samping Harri di meja akad nikah. Sedang Safa dia memangku Naura. Safa buru-buru pulang saat papanya menelpon kalau akan menikahi Lee.


Harri lancara mengucap ijab kabul, akad nikah pun Selesai. Selesai Akad mereka pergi ke studio Foto. Mereka foto-foto bersama. Safa mengambil foto selfie mereka berempat, dan mempostingnya di instagramnya, dengan men tag akun papa dan Aleena. status Safa Terimakasih ... akhirnya kami punya mama.


Kabar pernikahan Lee dan Harri menyebar cepat, semua orang dibuat kaget karena tidak menyangka sama sekali. Syahila sangat senang akhirnya Lee mampu memperjuangkan cintanya, walau belum mendapat cinta Harri. Namun menjadi istri Harri itu kebahagiaan besar bagi Lee.


Denny juga demikian, dia senang akhirnya Lee bisa menikah dengan Harri.


Sesampai di rumah Aleena masuk ke kamar yang selama ini dia tempati, namun dia tidak menemukan barang-barang nya.


"Maaf nyonya, barang barang anda sudah kami pindahkan ke kamar tuan," sapa seorang pembantu yang melihat Aleena kebingungan.


Aleena turun ke bawah mencari Harri,


"Pak, saya minta izin masuk ke kamar anda, karena semua barang saya sudah berpindah ke kamar bapak," lirih Lee.


"Naura ... nanti ajarin mama Lee panggil papa yang manis ya sayang ... masa papah Naura yang ganteng ini di panggila bapak," seru Harri.


"Iya pah ... nanti aku ajarin," jawab Naura polos.


"Kita sudah menikah, kamarku ya kamar kamu juga," seru Harri.


"Baiklah ... saya permisi," lirih Lee.


Lee gemetaran memasuki kamar Harri. Namun dia tidak bisa jika tidak masuk, karena gerah ingin mandi dan lainnya. Aktivitas sore pun selesai. Setelah makan malam selesai Naura yang sudah kelelahan mulai terlelap di samping Lee. Lee melihat Naura sudah pulas dalam tidurnya, Lee meninggalkan kamar Naura.


Lee mengumpulkan keberanianya lagi untuk masu ke kamar Harri, dia yakin Harri pasti sudah berada di kamar itu. Setelah mengetuk pintu, Lee masuk perlahan ke dalam kamar. Harri terlihat asyik dengan layar laptopnya.


Lee berjalan menuju sofa yang ada di kamar Harri dan mulai berbaring di sana.


"Tidur saja di sebelahku, aku tidak akan menggigit," seru Harri.


"Tapi ...."


"Tidak pakai tapi, silahkan seru Harri menepuk sisi tempat tidur di sebelahnya.


Lee berjalan kearah tempat tidur Harri.


"Kamu akan tidur dengan baju santaimu?" Tanya Harri.


"Hee hee ... saya pakai baju ini saja, saya takut bapak salah sangka, karena model baju tidur saya kurang bahan semua pak," lirih Lee.


"Kenapa kamu memilih baju yang kurang bahan?"

__ADS_1


"Saya orangnya gerahan pak, makanya saya nyaman dengan baju tidur saya yang serba terbuka," jawab Lee.


"Ganti saja jika itu membuatmu nyaman," seru Harri.


"Tapi bapak jangan salah faham ya ...." lirih Lee.


"Kamu harus cari panggilan lain, bapak mulu ... aku sekarang suami kamu, bukan atasan kamu lagi," seru Harri.


"Bagaiman kalau mas?"


"Terserah enaknya kamu apa," jawab Harri.


Aleena berjalan ke ruang ganti untuk mengganti bajunya, Lee memilih lingerie merahnya. Setelah selesai dia keluar dari ruang ganti baju dengan santai, sambil membuka ikat rambutnya hingga rambut indahnya tergerai manja.



Harri terpana melihat Lee, seluruh tubuhnya terasa gemetar melihat wanita seksi berjalan ke arahnya. Lee dengan santai berbaring di sisi Harri.


"Apakah semua baju tidur mu seperti ini?" Tanya Harri.


"Iya ... maaf nanti saya akan mengganti modelnya dengan yang tertutup dan sopan," lirih Lee.


"Tidak perlu, pakai apa yang kamu nyaman saja Lee, selamat malam," lirih Harri sambil meletakan laptopnya di meja yang ada di sampingnya dan berbaring di sisi Lee.


Harri nyenyak dalam tidurnya, hingga dia lupa kalau ada istri di sampingnya, Harri memeluk Lee, karena Harri mengira itu guling. Lee kaget karena di peluk Harri, namun dia senang. Lee memposisikan dirinya dengan nyaman, lalu membalas pelukan Harri. Sepanjang malam Harri tidur memeluk Lee.


Aleena lelah pura-pura tidur, dia ingin melihat rona wajah Harri pagi ini, Lee menggeliat. Harri langsung melepas pelukannya


"Pagi ...." sapa Harri melihat Lee membuka matanya.


"Pagi .... " jawab Lee dengan senyuman manisnya


Lee tersenyum melihat rona wajah Harri yang sulit di ungkapkan.


"Aku duluan ke kamar mandi ya," lirih Lee.


Harri mengangguk. Lee berjalan santai menuju kamar mandi. Sedang mata Harri tidak berhenti memandangi tubuh seksi Lee hingga Lee menghilang di balik pintu kamar mandi.


Harri merasakan hal aneh dalam dirinya, hingga dia baru sadar kalau celananya basah karena terlalu mendalami pemandangan barusan. Harri tersenyum karena hal ini baru terjadi setalah sekian lama.


Lee berpapasan dengan Harri saat keluar kamar mandi, Lee pura pura tidak melihat kalau celana Harri basah, namun hati nya sangat senang, karena inti Harri tidak koma separah yang dia bayangkan.


Setelah semua tugasnya selesai, Lee segera ke kamar Naura dan bermain dengannya.

__ADS_1


Hari semakin siang, namun Harri belum juga keluar dari kamar, Lee memyusul Harri ke kamar, dia melihat Harri yang kerepotan memasang dasi, segera Lee membantu Harri dengan wajah santainya


Harri merasakan getaran yang teramat hebat dari dalam dirinya melihat Lee sedekat ini dengannya. Sedang Lee cuek dengan tatapan sayu Harri padanya, dia fokus membantu Harri memakai pakaian kerjanya.


"Selesai ...." Seru Lee sambil menepuk bahu Harri lembut, Harri tersadar dari lamunan nya.


"Sarapan sekarang?" Tanya Lee.


Harri senyum dan mengangguk. Mereka turun kebawah bersama Naura dan langsung menuju meja makan untuk sarapan. Para pembantu menahan senyum mereka, melihat rambut tuan dan nyonya mereka basah.


Selesai sarapan seperti biasa Lee dan Naura upacara melepas Harri bekerja, setelah Harri pergi, Lee pergi mengantar Naura kesekolah.


***


Lee bosan sendirian di rumah, melihat kolam renang Lee segera mengganti bajunya dan berenang sendirian.


Entah kenapa Harri merindukan Aleena, dia memutuskan untuk pulang walau hanya sekedar memandang Aleena.


Sesampai rumah Harri mendengar bunyi gemericik air dari arah kolam renang, dia berjalan ke area kolam renang.


Lee menyadari kedatangan Harri, Lee memanfaatkan situasi ini mumpung sepi. Lee pura-pura tenggelam.


Harri tersenyum melihat Lee sendirian di kolam renang, namun senyumnya hilang menyadari kalau Lee tenggelam, Harri langsung menceburkan diri menolong Lee.


Darah Harri seakan mendidih lagi mengangkat tubuh Lee dari dalam kolam ke permukaan, lalu merebahkan nya di sisi kolam renang. Lee terlihat sangat Seksi, hingga Harri merasa menggidik.



Harri bingung bagaimana menolong orang tenggelam, di sandarkannya Lee ke dekapannya. Tanpa pikir panjang dia memberi nafas buatan pada Lee, karena hanya itu yang dia ingat seperti di film-film atau dalam cerita novel. Bibirnya bertemu bibir Lee, membuat Harri larut, hingga dia lupa kalau sedang memberi nafas buatan, malah ******* habis bibir Lee. Lidah Harri menjelajahi apa yang dia mampu temui.


Terlalu dalam Harri memangut bibir Lee. Hingga Lee tidak sanggup lagi pura pura pingsan.


"Uhuk uhuk uhukkk," Lee terbatuk


Harri langsung melepas pangutannya.


"Kamu kenapa?" Tanya Harri panik.


"Maaf, sepertinya tadi kaki saya kram," jawab Lee.


"Lain kami kalau berenang minta temani, kalau tadi aku tidak pulang bagaimana nasib kamu," seru Harri.


"Maaf mas, terimakasih sudah menolong,"

__ADS_1


"Ayo kita ganti baju," seru Harri.


Lee pura-pura sempoyongan, Harri langsung membantu Lee berjalan dengan menyandarkan Lee ke dekapannya.


__ADS_2