Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 80. Aleena Dan Harriya Part 3


__ADS_3

Aleena dan Lee sudah mengganti baju mereka. Harri terlihat santai duduk di sofa.


"Mas mau minum?" Tanya Lee.


"Boleh ... teh hangat bawakan kemari," jawab Harri.


Aleena kembali masuk ke kamar mandi mengambil Vitamin yang dia sediakan jauh jauh hari buat Harri. mumpung ada kesempatan memberikannya.


Lee turun kebawah menuju dapur dan menyeduh teh disana, tidak lupa dia mencemplungkan obat yang dia bawa tadi, segera Lee naik ke atas membawa teh pesanan Harri.


"Ini teh nya mas," lirih Lee memberikan gelas teh kepada Harri, Harri menerimanya dan langsung meminumnya.


Lee duduk di samping Harri sambil memainkan ponselnya, menunggu obat itu bekerja.


"Mas balik lagi ke kantor apa makan siang di rumah?" Tanya Lee.


"Balik kantornya nanti siang saja," jawab Harri.


Setelah menghabiskan teh itu, Harri merasa tubuhnya gerah, hingga dia melepaskan semua bajunya, namun belum selesai dia ambruk di kasur.


Harri setengah tidak sadar, dia meracau menyebut-nyebut urusan kantor, kemudian dia meracau memuji kecantikan dan kebaikan Lee.


Lee membalas perbuatan Harri di kolam renang tadi, dia menyerang bibir Harri dalam. dan bermain lidah di sana, Harri yang setengah sadar melawan pertarungan Lidah lee.


Sedang tangan Lee bermain manja di inti Harri, sehingga inti Harri yang selama ini tidak bisa bangun kini mampu mengembung. Lee segera membuka celana Harri, dia melihat milik Harri berdiri sempurna, Lee sangat bahagia, dia menyervis itu dengan mulutnya, hingga membuat milik Harri muntah.


Lee memasangkan kembali boxer Harri


Aleena tersenyum, usahanya berhasil membuat Harri menjadi laki-laki sehat lagi. Lee pergi dari kamar Harri, dia bersiap pergi ke sekolahan Naura.


***


Harri terbangun, dia merasa mengalami mimpi basah bersama Lee, dia kembali tersenyum melihat sesuatu dari intinya, Harri langsung mandi dengan perasaan gembira, karena miliknya sudah berfungsi kembali.


Sesampai di bawah Harri mencari Lee.

__ADS_1


"Nyonya mana Bi?" Tanya Harri.


"Nyonya pergi jemput non Naura tuan,"


Harri duduk di ruang tamu menunggu Lee dan Naura.


"Papa ...." teriak Naura yang baru datang bersama Lee.


Harri tersenyum menyambut keduanya.


"Maaf pah ... mama nggak pamit tadi, soalnya papa tidurnya nyenyak banget," seru Lee.


"Iya nggak apa apa mah ...." jawab


"Naura ganti baju dulu sayang ... biar kita bisa temani papa makan siang," seru Lee.


Harri melihat Lee dan Naura bercanda meniti tangga menuju kamar atas, hatinya selalu berdebar jika melihat Lee. Mereka makan siang bersama sama. Rasanya Harri sangat malas untuk kembali ke kantor, karena matanya sangat betah memandangi Lee yang asyik bermain bersama Naura.


Namun, dia harus kembali karena banyak pekerjaan menanti dirinya di kantor. Harri selalu merindukan Lee, padahal baru saja dia bertemu.


Malam hari.


Seperti biasa Lee menidurkan Naura dulu, baru kembali ke kamar Harri. Harri gelisah menunggu Lee belum juga kembali ke kamar.


Ceklak!!!


Pintu kamar terbuka, Lee masuk dan langsung memuju kamar ganti untuk ganti baju. Harri semakin merinding, dia tahu persis seprti apa pakaian tidur Aleena.


Aleena keluar dari kamar ganti menggunakan lingerie warna pink yang transparan, membuat Harri semakin menggidik memandangnya. Sedang Aleena hanya tersenyum, dia berjalan santai menuju tempat tidur mereka.


Aleena langsung berbaring di tempat yang biasa, dia tidur dan mulai memjamkan matanya. Harri sangat sulit bernapas memandangi Aleena. Berulang kali Harri menelan salivanya.


"Lee," lirih Harri,


"Hemm," sahut Lee.

__ADS_1


"Kamu sangat pandai menidurkan adik Safa, mau kah kamu membantu adikku tidur?"


Lee membuka matanya dan tersenyum pada Harri. "Mas mau gimana?" Tanya Lee.


"A--akk--aku tidak tahu harus seperti apa, seumur Naura itu selalu tidur," Harri mengisyarat pada bagian celananya yang menggembung.


"Anda memilih wanita yang salah pak, aku adalah wanita liar, apa anda siap?"


"Aku tidak tahu, bagaimana wanita liar beraksi?"


Lee mulai memenuhi permintaan Harri. Harri menengang, dia merasakan perasaannya aneh.


Dengan senang hati Lee aktif di atas sana. Lama Lee menari-nari di sana seketika Harri menegang karena miliknya mulai pusing dan mual, akhirnya senjata Harri bisa menembakkan bibit manusia kedalam tubuh Lee.


Harri bisa merasakan kembali rasa yang tidak pernah dia rasakan selama ini, sejak dokter memvonis dirinya impoten.


Aleena sangat puas, tidak sia-sia di privat selama ini di luar negri, karena bisa menikah dengan Harri, dan membantu Harri normal kembali.


"Kamu sangat pandai," bisik Harri.


Lee tersenyum sambil membelai wajah Harri. "Mas diam saja membuat aku kewalahan, bagaimana kalau mas aktif, masss luar biasa," bisik Lee. Lee menenggelamkan wajahnya di dada Harri.


Pagi pagi Harri terbangun, dia merasakan miliknya bangun lagi. Harri sungguh tidak percaya, selama ini miliknya selalu betah tertidur manja.


Melihat Lee yang masih berbalut selimut Harri mengulangi kegiatan mereka tadi malam, Lee masih tertidur, perlahan Harri menarik kaki Lee agar menjuntai.


Tanpa buang waktu dia langsung menyerang Lee lagi. Lee membuka matanya perlagan, karena perasaannya aneh. Dia tersenyum, melihat perbuatan Harti padanya, karena menyerangnya saat dia masih tertidur. Dengan sennag hati Lee mengimbangi Harri.


"Kamu luar biasa sayang," bisik Harri


Jantung Lee seakan meledak karena pujian Harri.


___________________


Gabby dan Chandra hidup bahagia membangun rumah tangga mereka. Begitu juga Zhey, dia sangat bahagia menikah dengan Dave sahabatnya.

__ADS_1


Tak ada lagi rintangan untuk Renda dan Syahila agar bisa bersama kembali. Akankah mereka bisa bersatu kembali?.


__ADS_2