Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 38. Bos Besar dan Bos Kecil


__ADS_3

Setelah Syahila menjalankan semua tugasnya, dia mengurus baby Rey, sedang suster Asti akan melakukan pekerjaan lain selama Syahila bersama bayinya.


Suster Asti sangat cekatan, walau dia bertugas mengurus baby Rey namun dia membantu pekerjaan lain jika Syahila bersama baby Rey.


Jam menunjukan jam Tiga sore, Syahila sedang menyusui baby Rey di kamar bayi. Dia duduk bersandar pada sandaran sofa. Melihat majikannya mengurus bayi suster Asti memasukan baju-baju baby Rey kedalam lemari dan merapikan lainnya. Syahila hanya tersenyum melihat suster Asti yang giat dan rajin.


"Sus ... apa suster sudah berkeluarga?" Tanya Syahila.


"Sudah bu ... anak dan suami saya di kampung," jawab Asti.


"Kapan suster jenguk mereka?"


"Yah ... pas libur nyonya, kalau libur panjang pasti saya pulang kampung untuk berkumpul anak dan suami," jawab Asti.


"Wah ... berat banget perjuangan suster,"


"Tidak bu ... justru berkat kerja di kota ini saya bisa membantu suami dan menyekolahkan anak-anak saya," jawab Asti.


"Suster punya anak berapa?"


"Tiga bu ... sudah pada besar, yang paling kecil aja sudah SMPA," Jawab Asti.


Ponsel Syahila berdering, Rendra menelponnya. Rendra mengabarinya, kalau malam ini dia lembur, Syahila makan malam bersama para pembantu nya.


"Suster Asti, suster istirahat saja, baby Rey sama saya dulu, soalnya daddynya lembur," seru Syahila.


Asti pun mengangguk.


Setelah makan malam, Syahila membawa Rey ke kamarnya. Dia rebahkan Rey di kasur. Syahila mengganti baju dengan lingerie biru yang ada di lemarinya. Semenjak menikah dengan Rendra, semua gaun malamnya diganti oleh Rendra dengan bermacam model Lingerie. Dia berbaring menyamping menghadap baby Rey yang tidur pulas, Syahila juga tertidur bersama bayinya.

__ADS_1


***


Rendra pulang menyeret kakinya yang sangat letih, suasana malam membuat rumah


nya gelap dan sepi, hanya cahaya lampu temaran yang menyala. Saat membuka pintu kamarnya, rasa lelahnya seperti hilang begitu saja. Melihat dua sosok yang sangat dia cinta tidur lelap di kamarnya.



" Hello bos kecil ...." Bisik Rendra sambil mengangkat perlahan bayinya.


Perlahan Rendra memindah baby Rey dan menaruhnya kedalam box bayi yang tidak jauh dari kasurnya.


"Maaf bos kecil ... kamu harus pindah ke singgasanamu, karena singgasana ini akan dipakai bos besar," bisik Rendra.


Rendra mendekati Syahila.


Syahila bangun karena merasakan sentuhan, ada yang membuat tubuhnya bergetar.


"Sa---" Syahila tidak bisa meneruskan ucapannya karena Rendra langsung melahap bibirnya.


Rendra tidak melepas pangutan mereka, sedang tangannya melepas pakaian yang melekat di tubuhnya.


Rendra mulai mengayunkan strateginya. Saat sangat asyik bergerilya dengan istrinya, Rendra terpaksa menarik dirinya karena tangisan Baby Rey.


"Lain kali jangan tugaskan pak priseden itu di kantor ini," gerutu Rendra karena kenikm*tannya terganggu.


Syahila tersenyum dan mendorong Rendra dan lari ke kamar mandi mencuci tangannya. Dia kembali dengan mengenakan pakaian dan langsung menggendong baby Rey dan menyusuinya.


Sedang Rendra memeluknya dari belakang. Syahila risih karena Rendra terus memeluknya daribelakang.

__ADS_1


"Daddy ...." rengek Syahila.


"Iya," bisik Rendra sambil menciumi istrinya dari belakang.


"Daddy, biarkan mommy sebentar saja menyusui baby kita dengan tenang," rengek Syahila.


Rendra mengalah, "Hei pak presiden nanti malam-malam jangan ngantor disini, untuk malam hari, biarkan para mentrimu ini bertugas mencarikan anda wakil nanti," gerutu Rendra, dia pergi kekamar mandi lalu mandi untuk menenangkan sarafnya yang tidak mau toleransi. Rendra kembali dengan mengenakan kimono tidurnya.


Rey terlihat sudah tidur. Melihat Rey tidur Rendra langsung mengambil Rey dari gendongan Syahila dan mengantar Rey kekamar bayinya.


Melihat majikannya datang, Asti langsung mengambil bos kecilnya.


Rendra kembali kekamarnya, pemandangan begitu indah.


"Maafkan aku, karena aku membawa bos kecil kita , membuat kesenangan kamu terganggu," ucap Syahila dengan posisi menantang.


"Iya, tapi bos kecil yang tadi sudah tidur," rengek Rendra.


"Ayo kemari beb, aku bisa membangunkan dia," goda Syahila.


Kegiatan terus berlanjut tanpa ganguan iklan dari baby Rey lagi. Dengan leluasa Rendra menyalurkan hasratnya sebanyak yang dia mau.


Sedang Syahila selalu menyambut manis ke inginan suaminya.


***


Setiap malam Syahila tidak bisa tidur full karena harus melayani bos kecil yang perlu asi penuh, juga melayani bos besar yang penuh nafsu. Bos besar dan bos kecil yang tidak bisa lepas darinya.


Hari-harinya di warnai tingkah-tingkah lucu bos besar dan bos kecil. Bos kecil tidak bisa jauh dari sumur nya yang berada di gunung kembar dan bos besar yang selalu menagih cicilan yang dia anggap hutang Syahila, karena pergi darinya dulu.

__ADS_1


__ADS_2