
Hari ini acara besar-besaran, di mana semua pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaan Darnano hadir di acara itu, tak terkecuali Rendra, karena Rendra orang nomer 2 di kota itu.
Semua udangan hadir bersama anak istri mereka. Lizty dan Ambar pun jadi pusat perhatian dalam acara besar itu, karena Lizty menantu Darnanto.
Darnanto dan istrinya Jiya menyambut hangat setiap orang yang datang padanya dan saling sapa. Namun hari ini tidak terlihat sosok Denny, karena Denny sedang dinas ke luar negri, mengurus perusahaan besar yang ada di luar negri.
Mata Zhey fokos melihat laki-laki yang selalu melingkarkan tangannya pada pinggang wanita yang disampingnya, laki-laki itu di ikuti pengasuh yang mendorong kereta bayi. Zhey terpukau melihat laki-laki itu, karena sangat romantis menurutnya.
Laki-laki yang menyita perhatian Zhey adalah Rendra. Rendra kini menggendong anaknya, di dampingi Syahila berjalan ke arah Darnanto dan istri nya.
"Wah ..., terimakasih Rendra, kalian sudah datang," sambut Darnanto, Rendra dan Darnanto berpelukan.
"Hai Syahila, sudah besar sekarang baby Rey, boleh tante gendong," Kata Jiya.
"Tentu tante," Rendra memberikan Reyhan ke Jiya. Jiya dan Syahila asyik berbincang, Sedang Rendra Asyik dengan Darnanto. Zhey sesekali curi pandang pada laki-laki yang sangat memukau hati nya itu. Pikirannya melayang-layang, dia menghayal hal mesra, seolah yang bersama Rendra itu dirinya.
"Denny mana om?" Tanya Rendra.
"Denny mengurus perusahaan yang di luar Negri, oh ya kenalkan ini adik Denny, baru lulus kuliah," Seru Darnanto.
Tangab Darnanto yang mendarat di bahu Zhey, membuat Zhey tersentak dari lamunannya, Darnanto mengenalkan Zhey pada Rendra dan Syahila.
Rendra berjabat tangan dengan Zhey, jantung Zhey seakan meledak bersentuhan dengan laki-laki ini, kemudian Zhey berjabat tangan dengan Syahila, Zhey sangat kesal dengan Syahila, dia merasa iri, kenapa Syahila sangat beruntung mendapatkan laki-laki ini.
Di sudut sana, Lizty dan Ambar sangat kesal, wajah Lizty masam, melihat Syahila dan mertuanya sangat akrab, dia saja tidak pernah bisa berbicara seakrab itu dengan mertuanya.
"Kapan pah kita punya cucu, Lizty belum hamil, Zhey belum nikah," Rengek Jiya.
"Sabar tante, aku saja 1 tahun lho baru hamil Reyhan kemaren," Seru Syahila.
"Iya mah, benar kata Syahila, sabar ... jika waktunya kita pasti punya cucu," Seru Darnanto.
Zhey diam-diam mengambil Foto Rendra dan Syahila. Hati Zhey sakit, melihat Rendra yang tidak pernah melepaskan tangannya pada pinggang Syahila, Zhey melamun menjadi Syahila, Zhey tersenyum sendir menghayalkan tangan Rendra yang tidak bisa lepas dari pinggangnya.
Lamunan Zhey pecah, dia terkejut dengan teriakan orang di depannya.
"Zha ..., apa kabar?" Teriak Syahila yang bertemu Zha dan Leo.
"Aku baik sayang, ini anaku Ameera," Seru Zha, Syahila pun menggedong Amera,
"Wah cantik sekali seperti mamanya," Seru syahila.
__ADS_1
"Adik Reyhan juga pasti cantik kalo cewek," Seru Rendra.
"Kamu isi lagi Sya?" Tanya Zha.
"Mas Rendra jangan di dengar, dia suka halu sekarang," Jawab Syahila asyik bermain dengan anak Zha.
Jiya memberikan Reyhan ke Rendra.
"Boleh tante gendong Ameera?" Tanya Jiya.
Syahila memberikan Ameera pada Jiya.
"Duuh ... bahagianya aku kalau semua ini cucuku," Seru Jiya.
"Kita semua anak tante, jadi mereka cucu tante juga," Seru Zha.
Jiya sangat bahagia menggendong anak Rendra dan anak Leo.
Leo, Rendra dan Darnanto sibuk bicara bisnis mereka.
Sedang Zha, Syahila dan Jiya asyik bercanda dengan Reyhan dan Ameera. Sedang Zhey melangkah menuju panggung, dia menyanyi di panggung sambil curi-curi pandang kepada Rendra. Semua mata tertuju pada Zhey yang menyanyi dengan penuh penjiwaan.
πΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆ
π€
Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
__ADS_1
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Aku sungguh sangat bermimpi
Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
πΆπΆπΆ
Acara berlangsung mewah dan meriah. Tepukan tangan menggemuruh saat Zhey selesai bernyanyi. Dave menyadari kalau laki-laki yang selalu di tatap Zhey mencuri hati Zhey.
Lizty dan Ambar sungguh menjaga jarak dengan Rendra, mereka takut berhadapan dengan Rendra. Rendra tersenyum melihat Lizty dan Ambar takut padanya, pelajaran yang Syahila berikan waktu itu sangat ampuh mengusir hama rumah tangga mereka.
__ADS_1