Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 59. Terperanjat.


__ADS_3

Malin, Denny dan anak anak masih menunggu kedatangan keluarga Denny, Mata Malin melotot saat melihat kalender yang ada di ponsel nya.


"Ada apa?" Tanya Denny


"Hari ini hari ulang tahun mu, kenapa aku bisa lupa? Padahal setiap tahunnya kita merayakan bersama di kantormu," rengek Malin.


"Memang kenapa hari ulang tahunku atau tidak? Semua hari sama, hari ini berbeda karena keluarga ku datang," kata Denny.


"Tapi aku ingin memberimu hadiah,"


"Malin ..., kehadiranmu di sini, dan kau mau menerimaku menjadi ayah dari anak anakmu, itu lebih dari cukup. Jangan memikirkan hadiah buatku, kau bersamaku itu hadiah yang terbaik yang aku dapatkan," seru Denny.


"Hei ayo kita sembunyi mereka datang, kita yang akan beri mereka kejutan," kata Denny, mengajak Malin dan anak anaknya sembunyi di belakang panggung yang berada di tengah restoran itu.


Bersembunyi di belakang panggung membuat ide Malin muncul.


"Aku titip anak anak," seru Malin.


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau siapkan hadiah buatmu," jawab Malin yang sudah jauh dari Denny


Di meja makan Darnanto, Jiya, Zhey dan Rendra menempati tempat duduk mereka masing masing, menunggu kedatangan Denny. Zhey nampak seksi dengan mini dresnya.



Zhey duduk bersebelahan dengan Rendra, secantik apapun Zhey tidak sedikitpun menarik perhatian Rendra.


"Mah ... kok 4 kursi kosong buat siapa?" Tanya Zhey.


"Buat kakamu, calon istrinya, jua dua orang calon anak tiri kakamu," jawab Jiya.


"Mama tidak sabar mau bertemu dengan calon istri kakamu, pasti dia wanita yang luar biasa, kaka mu yang susah di tebak itu aja kepincut sama dia," seru Jiya sambil melihat lihat keadaan sekitarnya.


"Mama benar, sejak kak Denny jatuh cinta dia jauh berubah, bahkan aku pernah memergoki dia sedang sholat," Lirih Zhey


"Mama mau telepon kakamu dulu, dimana mereka," gerutu Jiya. Jiya membuka tas


nya mencari ponselnya.


Di saat yang sama ...


"Malam mah, selamat malam semua ...." sapa Denny membawa dua anak kecil.


Semua orang terperanjat melihat Denny membawa dua anak kecil, apalagi Rendra, hatinya berdebar hebat melihat dua anak kecil yang di bawa Denny.


"Kalian harus berbahasa inggris untuk berkenalan dengan mereka, karena mereka asli penduduk sini, Yang ganteng ini namanya Zein, yang cantik ini namanya Yumna, mereka anak anak Malin," Seru Denny.


"Malin nya dimana?" Tanya Jiya.


"Dia pergi saat sadar hari ini hari ulang tahunku, aku sudah menahannya, tapi dia bersikeras untuk mencari hadiah buatku, dia sangat kesal, Tiga tahun ini kami selalu merayakan di kantor, tapi dia selalu memberiku hadiah, tapi saat hari ini dia lupa," terang Denny.


Rendra fokus dengan dua anak kecil di depannya. Dia merasakan perasaan khusus dengan dua anak di depan matanya ini.


"Tiga tahun?" Zhey bertanya pada Denny.


"Aku mengenal Malin 3 tahun. Tapi aku jatuh cinta dengan nya ketika si mungil manis ini lahir," kata Denny membelai kepala Yumna.


Zein dan Yumna baru menjawab saat mereka ditanya dengan bahasa Inggris, semua orang pun berbicara bahasa inggris, agar Zein dan Yumna mengerti. Mereka semua asyik berbicara dengan Zein dan Yumna.


Sedang Malin bersiap untuk bernyanyi, dia ingin menyanyi buat Denny. Malin sudah menentukan pilihan lagu yang akan dia nyanyikan, namun saat di depan pemain musik kertas lagu itu terbalik pada halaman lagu A Thousand Years Christina Perri.


Musik bermain, Malin masih sembunyi di belakang panggung, namun dia heran kenapa bukan musik lagu yang akan dia nyanyikan.


Pembawa acara pun naik ke panggung. Membacakan pesan yang di tulis Malin.


"Happy birthday to Denny, lagu ini khusus buat mu, Malin."


Denny tersenyum mengetahui Malin akan menyaikan lagu untuknya.


Sedang Malin masih berpikir kenapa musiknya berbeda, Malin pun naik ke panggung untuk melihat halaman lagu yang dimainkan para pemain musik. Dan dia melihat judul A Thousand Years. Malin pun mulai bernyanyi. Namun dia masih membelakangi Denny dan keluarganya.


Saat dia berbalik, semua orang terkejut, termasuk dirinya, melihat sosok laki-laki yang sangat dia cintai selama ini tepat di depan mata nya, Rendra.


Malin berusaha jadi dirinya sendiri, dia terus bernyanyi, pura-pura tidak mengenal semua orang yang ada di meja makan di sana. Malin bernyanyi, diluar kendalinya, dia terbayang kenangannya dengan Rendra, hingga lagu yang dia bawakan penuh penjiwaan.


🎢🎢🎢🎢🎢


Heart beats fast


Jantungku berdebar kencang


Colors and prom-misses


Warna-warni dan janji-janji


How to be brave


Bagaimana agar berani

__ADS_1


How can I love when I'm afraid to fall?


Bagaimana bisa aku cinta saat aku takut jatuh?


But watching you stand alone


Namun melihatmu sendirian


All of my doubt suddenly goes away somehow


Segala bimbangku mendadak hilang


One step closer


Selangkah lebih dekat


I have died every day waiting for you


Tiap hari aku tlah mati karena menantimu


Darling don't be afraid


Kasih jangan takut


I have loved you for a thousand years


Aku tlah mencintaimu ribuan tahun


I'll love you for a thousand more


Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi


Time stands still


Waktu berhenti berputar


Beauty in all she is


Segala tentangnya begitu indah


I will be brave


Aku akan berani


I will not let anything take away


What's standing in front of me


Apa yang menghalangi di depanku


Every breath


Tiap tarikan nafas


Every hour has come to this


Tiap jam telah sampai di sini


One step closer


Selangkah lebih dekat


And all along I believed I would find you


Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu


Time has brought your heart to me


Waktu tlah membawa hatimu padaku


I have loved you for a thousand years


Aku tlah mencintaimu ribuan tahun


I'll love you for a thousand more


Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi


One step closer


Selangkah lebih dekat


One step closer


Selangkah lebih dekat


all along I believed I wouldAnd find you


Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu

__ADS_1


Time has brought your heart to me


Waktu tlah membawa hatimu padaku


I have loved you for a thousand years


Aku tlah mencintaimu ribuan tahun


I'll love you for a thousand more


Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi


*****


Denny menatap malin menyanyi tanpa berkedip, dia tak menyangka Malin mengungkap kan perasaannya lewat lagu ini.


Rendra mematung sedari tadi melihat siapa yang bernyanyi di panggung sana, seketika dia lupa semua orang yang bersamanya, dia fokus memandangi wanita yang menyanyi di sana.


Semua larut mendalami lagu yang Malin nyanyikan, sedang Zhey sangat geram melihat Syahila ada di hadapan matanya, hanya Zhey yang tahu kalau Malin itu Syahila. Di luar dugaannya, kakanya malah jatuh cinta pada Syahila, dan membawa Syahila kehadapannya dan Rendra.


Lagu selesai dinyanyikan, Rendra berdiri karena dia merasa Syahila nya akan menghampirinya, dia membuka tangannya, berharap wanita itu memeluknya, namun Malin berlalu santai melalui dirinya, dan langsung memeluk Denny yang berdiri tepat di belakang Rendra.


Rendra sungguh kecewa melihat wanita itu memeluk Denny. Dia terus memandangi ke arah Malin dan Denny. Semua orang masih membisu dengan keadaan ini.


"Selamat ulang tahun sayang ...." Syahila yang kini menjadi Malin, mengecup pipi kanan dan kiri Denny.


"Terimakasih ...." Denny melingkarkan tangannya di pinggang Malin.


"Ma, Pa, dia Malin, wanita yang selama ini aku ceritakan," Seru Denny.


"Syahila ...." lirih Jiya.


"Bukan mah, dia malin, namanya Malinka," jawab Denny.


"Dia Syahilaku!" Teriak Rendra, Rendra menarik Malin dari pelukan Denny.


"Apa maksud kamu?" Bentak Denny.


"Dia Syahilaku!!!" Teriak Rendra.


"Bisakah kita semua tenang dulu," seru Darnanto yang dari tadi hanya diam.


"Siapa nama mu?" Tanya Jiya, memakai bahasa tanah air nya.


Namun Malin diam, seoalah tidak mengerti akan pertanyaan Jiya.


Jiya menarik nafasnya begitu dalam. "Rendra sadar, di muka bumi ini banyak wajah yang sama dan mirip, tolong jaga emosi kamu," seru Jiya.


Malin masih diam, pura-pura tidak mengerti.


"Mamah ..., apa mama lupa?" Tanya Denny.


Jiya pun kembali berbicara dengan bahasa inggris.


"Siapa nama mu? Aku Jiya mama Denny," Jiya mengenalkan dirinya.


"Saya Malinka, panggil Malin," Jawab Malin begitu lancar dengan senyuman manis di wajahnya.


Malin pun berkenalan dengan semua orang, kecuali Rendra,


"Oh ya Malin, kenalkan ini suamiku Rendra," seru Zhey sambil memeluk Rendra.


Malin tetap tersenyum walau hatinya sakit, mengetahui Rendra dan Zhey sudah menikah.


"Syahila ... apa kau tak mengenali suami mu?" Bentak Rendra. Malin pun mundur dari Rendra pura-pura takut.


"Rendra ... sadar! Syahila sudah mati!" Jiya berusaha menenangkan Rendra.


"Oh ... dia Reyhan ku? Rey ... ini daddy sayang," ringis Rendra.


Zein diam, karena dia tidak kenal nama itu.


"Kenapa istri dan anak ku tidak mengenaliku!!!" Teriak Rendra.


Zein dan Yumna menangis karena ketakutan. Mereka berlari ke pelukan Denny.


Malin mengambil Zein dan Yumna yang masih di pelukan Denny.


"Terimakasih sambutannya, aku dan anak anakku akan pergi dari hidup mu Denny! Kamu tidak perlu kamu menyewa orang gila itu untuk menakuti kami," seru Malin membawa anak-anak nya.


"Kalian keterlaluan!" Denny sangat marah, dia pun mengejar Malin yang membawa Zein dan Yumna.


Rendra juga ikut mengejar Malin.


"Malin ... maaf, aku tidak tahu kalau akan terjadi kekacauan," Kata Denny.


"Kembalilah anda pada keluarga anda, kami bisa pulang sendiri," jawab Malin.


"Kalau kamu pergi aku juga," seru Denny.

__ADS_1


__ADS_2