
Suasana pagi seperti ini harusnya membuat semua orang semangat, namun tidak bagi Zhey, dia sangat kesal, karena harus terjun mengurus perusahaan karena Denny belum kembali.
Dengan perasaan dongkol Zhey berangkat menuju kantor yang di maksud papanya, untuk menyelesaikan berkas berkas kerja sama di sana. Zhey selalu menunduk, matanya fokos membaca alamat yang tertulis pada kertas yang dia pegang. Hingga Zhey tidak melihat tanda peringatan lantai licin yang ada di depannya.
Rendra berjalan di belakang wanita yang masih fokos membaca kertas di tangannya, niatnya ingin menolong wanita itu, namun wanita itu terlanjur terpeleset dan jatuh, Rendra sigap menangkap tubuh wanita itu, sehingga dia jatuh dalam pelukan Rendra.
"Mbak hati-hati, jalanannya dilihat, itu ada peringatan lantai basah lho," Seru Rendra. Betapa terkejutnya Rendra melihat siapa wanita itu.
"Hey Zhey?" Seru Rendra. Rendra membantu Zhey berdiri lagi.
"Terimakasih Rendra, tadi aku fokos memastikan alamat ini," Kata Zhey.
"Kamu datang di alamat yang benar, ayo masuk, ini kantorku, pasti kamu menggantikan Denny bukan," Seru Rendra.
Zhey tersenyum, dan mengangguk, rasa dongkol yang tadi pagi dia rasa, berubah jadi bahagia, karena bertemu Rendra.
Zhey dan Rendra memasuki kantor Rendra, mereka langsung menuju ruang kerja Rendra. Dan membahas kerja sama perusahaan Denny dan Rendra. Zhey tidak terlalu menyimak presentasi Rendra, dia fokos memandangi Rendra.
"Senang bisa bekerja sama dengan keluarga Darnanto" Seru Rendra.
"Sama-sama, kami juga senang bisa punya fatner bisnis yang hebat seperti anda," Zhey dan Rendra berjabat tangan. Betapa bahagianya hati Zhey bisa bersentuhan dengan Rendra, hingga dia lupa melepaskan jabatan tangannya.
"Apa ada lagi?" Tanya Rendra.
"Apa ...?"
"Tangan anda belum lepas," Seru Rendra.
"Oh ... maaf," Zhey melepas jabatan tangannya, lalu dia pamit pulang kepada Rendra.
******.
Setelah menyerahkan berkas yang dia tanda tangani bersama Rendra kepada papanya, Zhey duduk santai sambil meng otak atik laptopnya mencari info tentang Rendra.
Zhey sangat terpesona memandangi foto-foto Rendra. Hingga dia tak menyadari kaka iparnya Lizty, berdiri di belakangnya, melihat apa yang dia lihat.
__ADS_1
"Kamu suka sama Rendra?" pertanyaan Lizty mengejutkan Zhey.
Zhey tidak bisa menjawab, dia salah tingkah di depan Lizty.
"Kalau memang benar kamu suka sama Rendra, mendingan mundur, karena Rendra cuma cinta mati sama istrinya Syahila. Kamu jatuh cinta pada orang yang salah Zhey, tidak ada celah buat pelakor masuk kedalam keluarga mereka," Terang Lizty.
"Masa?" Jawab Zhey.
"Aku sangat mengenal Rendra, secara mama dan ibunya bersahabat, aku kenal Rendra berteman sejak kecil," Kata Lizty.
"Kaka serius ... bagi info dong ...." Rengek Zhey.
"Okey ... tapi tidak gratis," Jawab Lizty.
"Tidak masalah, mari kita buat kesepakatan," Seru Zhey. Zhey menarik Lizty masuk ke kamar nya.
*
"Apa maksud kaka ipar aku jatuh cinta pada orang yang salah?" Tanya Zhey.
Zhey terdiam mencerna perkataan Lizty.
"Baca capture ini, karier mereka semua berakhir tragis, karena menggoda Rendra," Lizty memberikan ponselnya pada Zhey.
Zhey fokos melihat yang di maksud Lizty.
"Pantas saja dia tidak menghiraukan ku," Rengek Zhey.
"Hey nona ..., jika kamu ingin menggodanya, gunakan otakmu, bukan bodymu, Rendra tidak tergoda dengan body, cari cara lain, buat dia luluh dengan ide," Seru Lizty.
"Mengenaskannya nasibku, baru pertama kali aku jatuh cinta, aku patah hati sebelum mengungkapkan," Rengek Zhey.
"Zhey, Rendra memusuhiku karena aku juga berusaha masuk diantara dia dan istrinya, aku kalah, body ku tak berhasil untuk memalingkan cinta Rendra, andai aku secerdas dirimu, aku pasti bisa menaklukan Rendra dengan otak jeniusku," Seru Lizty.
"Aku harus apa kak?" Tanya Zhey.
__ADS_1
"Zhey, yang cerdas itu kamu, pikirkan sendiri, andai aku tahu caranya maka aku yang jadi istri Rendra," Seru Lizty.
"Ingat, gunakan otak dan akal mu, aku permisi, nanti aku pikirkan hadiah apa yang harus kau bayar buat ku untuk semua info ini," Seru Lizty.
Setelah Lizty keluar dari kamar nya, Zhey merenung memikirkan cara menyingkirkan Syahila, dan menarik Rendra.
"Gunakan otak mu, bukan body mu" Kata-kata Lizty yang ini selalu terngiang di pikiran Zhey
Zhey langsung meraih kunci mobilnya, dia segera melajukan mobilnya menuju laboraturiumnya, sesampai di sana Zhey asyik bermain dengan tabung tabung kaca yang bermacam bentuk dan ukuran. Dia asyik berjibaku di sana, hingga selesai, dia memegang 2 botol kaca dengan warna yang berbeda.
Zhey langsung uji coba ramuan yang dia buat pada tikus yang ada dalam wadah kaca. 1 tetes cairan dia masukan, tikus itu langsung terkapar. Kemudian dia masukan lagi 1 tetes dari botol yang satunya, tikus itu kembali Segar. Zhey tersenyum karena ramuannya tepat.
Zhey menelpon beberapa orang untuk melanjukan misinya ini. Zhey tersenyum puas, dia sangat yakin cara ini ampuh untuk menyingkirkan Syahila dari Rendra.
Zhey sudah menyiapkan beberapa tim untuk memuluskan aksinya. Dan infomasi mengatakan Rendra bersama anak istrinya tengan bermain di taman hiburan. Anggota suruhan Zhey pun siap ber aksi.
***
Beberapa orang bayaran Zhey berkeliaran dekat Rendra dan Syahila.
Tawa bahagia ketiganya pecah karena kelucuan tingkah Reyhan.
Zhey mengawasi mereka dari kejauhan.
"Nikmati kebahagiaan kalian, mungkin ini kebahagiaan terakhir kalian," LirihZhey.
"hem ... silahlan menikmati momen perpisahan ini." gumamnya.
Rendra sedang mengantri membeli ice cream, sedang Syahila dan Reyhan menunggu di tanah lapang yang luas.
"Sekarang!!!" Perintah Zhey. Drama yang Zhey atur pun di mulai.
Seorang pria bertopeng di kejar oleh segerombolan orang yang memakai baju safety keamanan laboraturium saling kejar di tanah lapang. Pria bertopeng lari ke arah Syahila, lalu menawan Syahila, Syahila langsung memeluk erat Reyhan. Semua orang pun berteriak melihat kejadian ini.
"Pegang anakmu erat atau ku pecahkan kepalanya," Bentak pria bertopeng yang menodong Syahila. Syahila mengangguk ia memeluk Reyhan erat.
__ADS_1
Suasana tadi ramai dan santai kini berubah menjadi mencekam, karena ada penawanan di tengah lapangan sana.