
Senyum Rendra saat memegang ice cream langsung hilang, ice cream yang dia pegang pun terlepas dari tangannya, melihat anak dan istrinya jadi sandera, ditodong senjata di tengah lapangan sana.
Rendra berlari ke arah Syahila, namun dia di tahan kepolisian yang mengamankan Area tersebut.
Di tengah lapangan sana.
"Jalan! Atau ku tembak kepala anak ini!" Bentak pria bertopeng.
"Sayang ..., kita main hero sekarang, Rey tutup mata ya, nanti ada Avanger yang nolongin Reyhan sama mommy," Kata Syahila berusaha tersenyum pada Reyhan.
"Beubah mom ...?"
( berubah mom maksud Reyhan)
"Iya sayang ..., kita berubah ..., ayo tutup mata," Seru Syahila.
"Cepat!!!" Bentak pria bertopeng.
Syahila mengikuti tarikan pria yang menyandera dirinya.
Langkah pria bertopeng itu terhenti saat dicegat pihak kepolisian.
"Biarkan kami pergi atau ...."
Dooorrr!!!
Pria itu melepaskan tembakan peringan ke udara.
__ADS_1
Semua orang berteriak karena ketakutan.
Semua petugas pun mundur, membiarkan pria bertopeng itu membawa Syahila.
Kini Syahila masuk dalam mobil box, dia dan Reyhan di dorong masuk. Pria itu melajukan cepat mobilnya meninggalakan tempat itu.
"Cepat kejar buronan itu! Dia membawa virus berbahaya!" Teriak salah satu orang yang memakai baju safety.
"Pak ..., yang di sandera itu anak istri saya," Kata Rendra menahan orang itu.
"Baik anda ikut kami," Jawab orang itu.
Mobil pun saling kejar kejaran, tepat di tempat sepi, mobil box yang menawan Syahila dan Reyhan terkepung. Orang itu melemparkan botol kaca kedalam box yang mengurung Syahila, lewat ventelasi kecil itu. Seketika Reyhan dan Syahila pingsan karena uap yang di timbulkan cairan yg keluar dari botol kecil yang pecah itu.
Doorrrr!!!
"Sterilkan!!!" Teriak salah seorang yang ada.
Mobil itu pun langsung di tutup plastik, lalu 4 orang berpakain safety lengkap masuk kedalam plastik yang mengurung mobil itu.
"Lapor! Virus itu pecah," Kata seseorang melapor lewat radio.
"Kabar baik nya, yang menawan istri anda mati. Tapi Maaf pak, istri dan anak anda kena virus berbahaya, orang yang menyandera istri anda adalah buronan yang mencuri virus dari laboratorium kami, jadi mereka harus kami karantina dulu," Kata laki-laki yang bersama Rendra.
Syahila dan Reyhan di evakuasi menuju rumah sakit Khusus yang menangani Virus.
Rendra melihat Dokter yang baru keluar dari ruang stralesisasi. Dia mengejar Dokter itu.
__ADS_1
"Tolong Dok, tolong anak dan istri saya, saya akan bayar berapapun," Lirih Rendra,
"Maaf pak ..., bukan masalah uang, istri dan anak anda hanyalah korban, pria itu mencuri virus yang sangat berbahaya, kami akan panggilkan ahli virus, tapi kami belum bisa menghubungi nona Arzheyty Darnanto." Ucap Dokter
"Arzhey ..., Zhey ...? Putri pengusaha Darnanto ...?" Tanya Rendra. Dokter mengangguk. Rendra langsung meminjam mobil rumah sakit ini untuk menemui Zhey di rumahnya.
Zhey menunggu kedatangan Rendra sejak tadi, dia sengaja bersantai di teras rumahnya. Mobil pun masuk ke halaman rumahnya, Zhey tersenyum kecil, dia yakin itu Rendra, benar saja Rendra berlari ke arah Zhey.
"Zhey ... aku sangat membutuhkan pertolongan mu, kumohon ..., tolong aku Zhey ...." Rendra memohon sambil memegang tangan Zhey.
"Tolong apa Rendra?" Zhey pura-pura heran.
"Anak dan istriku kena virus berbahaya, kata Dokter di sana hanya kamu yang bisa menolong mereka. Zhey ... ku mohon ... tolong anak dan istriku," Rendra memelas.
"Baik, aku akan berusaha semampuku," Jawab Zhey.
"Terimakasih Zhey," Rendra refleks memeluk Zhey karena lega dan bahagia Zhey mau menolong Syahila dan Reyhan.
"Tapi aku minta satu Syarat," Kata Zhey. Rendra melepas pelukannya.
"Aku akan bayar berapapun," Kata Rendra.
"Maaf aku tidak butuh uang mu, apa yang aku minta nanti akan ku beri tahu, sekarang ayo kita selamatkan istri dan anakmu," Seru Zhey. Rendra kembali memeluk Zhey.
Betapa bahagia nya Zhey di peluk oleh Rendra, Zhey sangat bahagia. Tidak sia-sia dia mengeluarkan banyak uang untuk menjalankan drama nya.
Mereka pun segera melaju menuju rumah khusus sakit yang menagani Syahila dan Reyhan.
__ADS_1
Sesampai di rumah sakit, Zhey lagi-lagi melakukan dramanya, seolah olah dia sedang membuat penangkal virus. Rendra memperhatikan Zhey dari balik kaca.