Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 37. Gagal.


__ADS_3

"Yeeay!!!" Teriak Lizty dia berlari menuju Rendra yang sedang duduk di kursi kerjanya lalu memeluk Rendra.


"Pagi ..." Sapa Syahila, setelah membuka pintu ruang kerja Rendra. Dia melihat Lizty sedang memeluk Rendra.


Hati Syahila sakit melihat pemandangan itu, namun dia harus melawan Lizty yang berusaha menghancurkan rumah tangganya dengan kekuatan cintanya.


Rendra tegang, dia sangat takut kalau Syahila salah faham seperti waktu itu.


Syahila tersenyum, dia menutup pintu dengan santai dan berjalan menuju Rendra, Lizty terpaksa melepas pelukannya pada Rendra. Tadinya dia berharap Syahila cemburu, tapi Syahila malah terus mendekat dengan senyuman manis di wajahnya.


"Pagi sayang, maaf aku terlambat ya," ucap Syahila sambil memeluk Rendra dan mencium pipi Rendra.


"Tidak sayang," Rendra menarik Syahila, sehingga Syahila duduk di pangkuan Rendra. Rendra sungguh tidak percaya dengan sikap manis Syahila.


"Apakah aku membawa map yang benar?" Tanya Syahila menyerahkan map yang dia bawa.


"Benar sekali sayang, terimakasih." Kata Rendra.


Lizty terpaksa duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Rendra, hatinya dongkol, dia ingin membuat Syahila cemburu malah dia yang cemburu.


"Sayang, Lizty meminta pekerjaan disini, tapi aku bingung pekerjaan apa buat Lizty," Kata Rendra.


"Aku bisa jadi sekretarimu kak Rend," Seru Lizty.


"Maaf Lizty, aku sudah punya dua sekretaris, dan aku hanya ingin sekretaris laki-laki, aku tidak mau lagi punya sekretaris wanita," Jawab Rendra.


"Oh ya sayang, Lizty kan publig figur, kenapa tidak kamu beri dia pekerjaan untuk iklan produk kantor kamu," usul Syahila.


"Hemm ide bagus sayang," seru Rendra.


"Kak, boleh aku numpang di rumah kaka sama mamah, soalnya apartemen kami tidak disewakan lagi, tolongin kak Rend ..." rengek Lizty


"Sayang ... Lizty kan seperti adik kamu sendiri, izinkan dia sama mamanya tinggal bersama kita," ucap Syahila. Syahila sudah bisa menebak apa rencana Lizty.


"Kamu yakin?" Tanya Rendra.


Syahila mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah Lizty, kapanpun kalian mau datanglah," Seru Rendra. Lizty pamit pulang pada Syahila dan Rendra.


Setelah Lizty pergi Syahila berusaha bangkit dari pangkuan Rendra.

__ADS_1


"Jangan kemana-mana di sini saja" Kata Rendra. Rendra langsung memangut bibir istrinya. Pertarungan lidah semakin dalam.


Syahila menarik wajahnya.


"Sayang ... aku ini gendut habis lahiran pasti berat sayang ..." rengek Syahila.


"Aku tidak perduli!" Rendra memangut Syahila kembali.


Syahila menarik wajahnya lagi. "Aku pulang ya sayang ..." rengek Syahila.


"Nanti, aku mau kamu manjain aku disini," Rendra menarik Syahila ke kamar pribadinya.


"Aku sedih, karena lembah ini menjadi kekuasaan bos kecilku, tapi aku sabar kok," Rendra menciumi leher istrinya.


Syahila yang menggeliat memudahkan Rendra menelusuri seluk beluk leher itu.


"Ayo manjain bos kecil yang lain," pinta Rendra.


Pertarungan hangat terus berlanjut dalam kamar pribadi Rendra. Rendra terbaring di tempat tidur, sedang Syahila langsung ke kamar mandi, membilas beberapa bagian tubuhnya sebelum berpakaian.


"Kamu mandi?" Teriak Rendra.


"Enggak!!! Cuma membersikan," jawab Syahila dari dalam kamar mandi.


"Nona ... apakah bos besar sudah memakai celananya? Kalau sudah aku mohon panggilkan dia," pinta Effan.


Syahila kembali kekamar pribadi Rendra.


"Sayang ... Effan menunggumu," rengek Syahila.


"Iya sayang, tapi kamu jangan pulang dulu," Teriak Rendra dari dalam kamar mandi.


Rendra ke luar dari kamar sambil mengancing bajunya.


"Ya ampun bos ... rupanya kamar di rumah masih belum cukup," Kata Effan.


"Fan, apa kamu mau merasakan ciumanku? Aku jamin setelah kamu meraskannya, kamu tidak akan pernah bisa jauh dariku," Syahila berjalan ke arah Effan, Effan terus mundur hingga mentok di dinding. Syahila terus mendekatkan wajahnya ke wajah Effan, membuat Effan berkeringat, karena ketakutan.


Rendra marah melihat itu, walau dia tahu kalau Syahila hanya menggertak Effan.


"Hei!!! Hentikan! ini hanya milikku," Rendra menarik Syahila kepelukannya dan meciumi ganas bibir istrinya di depan Effan.

__ADS_1


"Hentikan," Rengek Syahila.


"Kenapa? Cuma Effan, tadi saja kamu tidak malu menciumku di hadapan Lizty," ucap Rendra lirih.


"Itu beda sayang ... Lizty ingin mengambilmu dariku, aku melawannya dengan kekuatan cinta kita dan sengaja mesra padamu di depannya, aku ingin Lizty becermin kalau pria yang dia kejar tidak mencintainya, kalau Effan tidak mencintaiku dan tidak berusaha merebutku dari mu, untuk apa kita mesra di depannya," jawab Syahila manja


"Sedang Effan, dia tidak mencintaiku, untuk apa menunjukan kemesraan di hadapannya" ucap Syahila.


Effan tertawa mendengarkan kata-kata Syahila.


"What??? Lizty cinta aku? Oh no no no," Rendra tidak percaya.


"Sangat jelas dari raut wajahnya sayang, apa kamu sadar, dia sangat menikmati gosip kedekatanmu dulu dengannya, semua orang juga tahu Lizty berharap kabar kedekatannya denganmu itu benar. Bahkan dia tidak malu-malu memelukmu dan selalu menempel padamu jika ketemu. Aku ingin menunjukan padanya kalau kamu cuma milik aku," rengek Syahila.


"Aku tidak percaya sayang, pasti itu karena kamu cemburu," seru Rendra.


"Fan ... sejak kapan bos besar mu ini bodoh!" ucap Syahila ketus.


"Sejak jatuh cinta dengan mu nona," jawab Effan.


"Rupanya ciumanku membuat orang jadi bodoh!" gerutu Syahila.


"Kamu tahu kalau Lizty merupakan ancaman bagi rumah tangga kita, kenapa kamu biarkan Lizty dekat denganku? Kamu malah mengajaknya tinggal di rumah kita," gerutu Rendra.


"Karena aku percaya kekuatan cinta kita sayang," lirih Syahila sambil mengecup manja bibir Rendra.


"Aawh ...." rintih Effan.


"Sayang ... sepertinya kamu juga harus pasang cctv di ruang tamu, ruang makan, dapur dan ruang baby Rey. Buat jaga-jaga sebelum Lizty datang kerumah kita," usul Syahila.


"Aku sangat setuju dengan ide nona," seru Effan.


"Baik aku akan segera meminta para teknisi kita memasang nya," jawab Rendra kembali menarik Syahila kedalam pelukannya.


"Kenapa tidak pasang cctv di kamar kita sayang? Agar kamu bisa menonton ulang percintaan kita," seru Rendra.


"Mesum!!!" Syahila mendorong Rendra, lalu berjalan meraih tas nya.


"Aku pulang tuan mesum," seru Syahila berlari meninggalkan Ruangan Rendra.


Effan menghela nafas melihat kelakuan bos nya.

__ADS_1


Rendra dan Effan menuju meja kerja untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


__ADS_2