Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 73. Rencana Denny


__ADS_3

Hari baru Syahila di mulai, di rumahnya sekarang ada tiga anak kecil dan dua pembantu. Suasana rumah pun kian heboh, karena teriakan Yumna atau Naura jika Reyhan menjahili mereka.


Pikiran Syahila kusut, dia kasian pada Naura dan Harri. Namun dia benar benar tidak bisa menikah lagi, Rendra sudah memenuhi hati nya.


Syahila turun ke bawah, lalu membuka pintu lebar, dia duduk di tangga yang tepat menghadap pintu itu. Mata nya fokus melihat jalanan di depan matanya, namun pikirannya melayang entah kemana. Dia tidak menyadari kedatangan Denny, karena larut dalam lamunan nya.


Denny tersenyum melihat Syahila yang mematung dan tidak menyadari kedatangannya. Denny duduk samping Syahila.


"Apa yang kamu pikirkan Sya?" tanya Denny.


Syahila terkejut, namun dia tidak mendengar apa yang Denny katakan barusan.


"Hai Den," sapa Syahila.


"Apa yang kamu pikirkan, sepertinya sangat berat," lirih Denny, Denny melingkarkan tangannya di bahu Syahila, Syahila pun menyandarkan kepalanya di dada Denny.


"Cerit dong ..., barangkali aku bisa bantu," lirih Denny.


"Kamu ingat Harri?"


"Iya, kenapa Harri?" tanya Denny.


"Anaknya ngamuk minta mama, tuh anaknya ada di atas, dia akan tinggal sama aku, sebab itu Harri melamar ku untuk jadi mama Naura," lirih Syahila.


"Kamu yakin mau nikah sama Harri? Secara burung perkututnya tidak bisa berkicau, " seru Denny.


"Awwh!" Denny meringis karena Syahila mencubitnya.


"Bukan karena hal itu, aku tidak bisa menikah dengan Harri, tapi karena hal lain, tapi aku juga kasian sama Naura, yang selalu merengek minta mama," lirih Syahila.


"Kamu tidak bisa menikah lagi karena kamu sangat mencinta Rendra bukan?" tanya Denny.


"Jangan bahas Rendra." lirih Syahila.


"Kamu dan Rendra saling cinta, kenapa kalian tidak bersatu lagi?"


"Rendra sudah punya Gabby," lirih Syahila.


"Aku ingin Harri menemukan wanita yang mau jadi ibu Naura, tapi wanita itu mau menerima Harri dengan segala kekurangannya," lirih Syahila.

__ADS_1


"Kamu jangan pikirkan masalah Harri, tentang Harri dan Naura aku akan bantu," seru denny.


"Caranya?"


"Itu rahasia, yang penting kamu semangat Sya," seru Denny.


"Sya ..., jawab jujur, apa kamu masih mencintai Rendra?" tanya Denny.


"Aku tidak tahu, saat aku kembali, aku melihatmu punya pasangan aku sangat bahagia, tapi aku tidak merasa bahagia ketika tahu Rendra sudah mempunyai pasangan," jawab Syahila.


Denny tersenyum mendengar jawaban Syahila. "Aku pulang dulu ya," lirih Denny. Syahila menjawab Denny, dengan menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua bangkit dari posisi duduk mereka.


"Sya ... semangat ya, aku ingin kamu dan anak-anak juga bahagia," lirih Denny sambil mencium pucuk kepala Syahila.


Denny pun pergi dari ruko Syahila. Denny merencanakan untuk menyatukan Rendra dan Syahila, dengan menarik halus Gabby dari sisi Rendra.


______________________________


Jika dia mengingat Harri, maka dia teringat Aleena. Aleena beberapa tahun ini di luar negri, belajar terapy untuk laki-laki yang dia cinta.


"Hai Lee, masih ingat aku?" tanya Denny.


"Tentu saja sayang," jawab Aleena.


"Kau masih mencintai Harriya? Jika iya, pulanglah," lirih Denny.


"Aku ragu Den, aku mencintainya, tapi Harri sama sekali tidak mau membuka hatinya buat wanita lain," jawab Lee.


"Harri butuh sosok ibu buat putri kecilnya, dekati dia lewat putri kecilnya itu, aku dan temanku akan membantumu masuk ke rumah Harri," lirih Denny.


"Baiklah Denny, aku akan pulang secepatnya," seru Lee.


"Bagaimana study terapy mu di luar negri Lee?"


"Beberapa pasien ku berhasil membangunkan senjata pasangan mereka yang betah tertidur, kenapa kamu menanyakan itu? Apa kamu juga ingin mencobanya sayang?"


"Terimakasih Lee, tapi aku sudah lama berhenti sejak aku jatuh cinta," lirih Denny.

__ADS_1


Aleena tertawa mendengar jawaban Denny. "Okey, baiklah, sampai ketemu Den,"


"Iya ..., sampai ketemu Lee,"


Panggilan telepon bersama Lee sudah ber akhir.


Denny berpikir keras bagaimana membuat Gabby meninggalkan Rendra, agar Rendra dan Syahila bisa bersama.


Mengingat Gabby, Denny teringat sosok pemuda yang sering di bodohi Gabby, yang bernama Chandra. Denny langsung mencari kontak Chandra lalu menelpon nya.


"Hallo Chand ..., masih ingat gue?" tanya Denny.


"Pastinya boss ku," seru Chandra.


"Chand, loe masih klepek-klepek sama si seksi Gabby?"


"Ya masih lah boss ku, tapi si Gabby nggak doyan sama emping seperti gue, dia doyannya sama sekelas big boss," seru Chandra.


"Gue bakal kasih loe jabatan tertinggi di salah satu perusahaan gue, tapi loe harus konsisten, nah ... kalau loe jadi bos pasti mudah dong deketin si Gabby," seru Denny.


"Wah ..., serius bos ku?"


"Bukan cuma itu, kalau kamu bisa nikahin Gabby secepatnya, gue bakal kasih kamu mobil," seru Denny.


"Berat bos ku, dia kan sudah tunangan sama pengusaha itu, Rendra," lirih Chandra.


"Terserah loe, kalau mau pekerjaan dan mobil, rayu Gabby, tapi ini rahasia kita berdua," lirih Denny.


"Aku setuju bos ku," jawab Chandra.


"Malam ini, gue ketemuan sama Gabby dan Rendra, nah loe datang sama teman gue, loe pura-pura pacaran sama teman gue, jangan lupa dandan ala-ala big bos, tebarkan pesonamu untuk memikat Gabby," seru Denny.


"Siap bos ku," seru Chandra.


"Nanti malam panggil nama aja, jangan bos bos an, sampai ketemu nanti malam," seru Denny.


"Iya bos, sampai ketemu nanti malam," seru Chandra.


Setelah selesai berteleponan dengan Chandra, Denny langsung menelpon Syahila memberitahu rencana nya untuk Harri pada Syahila.

__ADS_1


__ADS_2