Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 30 Kehilangan Jejak


__ADS_3

Syahila segera kembali ke rumah mak Ijum, namun sebelum sampai dia melepas gamis yang ia pakai dan dia simpan dalam tas nya, lalu kembali melanjutkan perjalanan ke rumah mak Ijum.


"Gimana?" Ijum langsung menyambut Syahila dengan pertanyaan.


"Bukan suami Hilya mak yang kecelakaan, tapi rekan-rekan nya, suami Hilya baik-baik aja," jawab Syahila.


Ijum pun lega, mereka segera masuk ke dalam rumah.


****


Semua usaha mencari Syahila tak membuahkan hasil. Rendra dan Effan masih memikirkan Strategi untuk mencari Syahila.


"Rencana jebakan kamu luar biasa Fan, tapi Syahila datang melihat hal yang semakin membuatnya terluka," Ucap Rendra penuh penyesalan.


"Jangan putus semangat pak bos, kita akan cari lagi," Seru Effan.


****


Sedang Syahila merasa dirinya sudah tersingkir dari hati dan kehidupan Rendra, dia melihat Rendra bahagia dengan keluarga barunya. Dia mengenang masa-masa indah bersama Rendra. Sambil memejamkan matanya.


"Baiklah mas ... aku akan menghilang selamanya, karena kamu benar-benar bahagia dengan wanitamu," guman hati Syahila.


___________


Fatma sudah lulus SMA, kini dia di persunting salah satu pemuda desa itu. Hari pernikahan Fatma pun semakin dekat.


Kini hari yang di tunggu pun tiba. Sungguh meriah acara pernikahan Fatma. Syahila meremas cincin yang mengantung di dadanya saat dia menyaksikan acara ijab kabul Fatma, dia teringat waktu ijab kabulnya bersama Rendra.


Syahila duduk di kursi menikmati acara yang tengah berlangsung. Seorang wanita hamil duduk di samping nya.


"Ustadzah Naila" Sapa Syahila.

__ADS_1


"Assalamu alaikum Hilya,"


"Wa alaikum salam ustadzah," jawab Syahila.


"Sendirian saja ustadzah?" Tanya Syahila.


"Iya, abi sekarang sibuk mengisi pengajian antar mesjid," Jawab Naila.


"Gimana kandungan kamu Hilya?" Tanya Naila.


"Alhamdulillah baik dan sehat, kalo ustadzah?" Tanya Syahila balik.


"Alhamdulillah sehat, sepertinya kita ini tidak jauh selisih kelahiran nanti," seru Naila.


"Semoga kita sehat dan selamat sampai waktunya ustadzah," seru Syahila.


"Aamiiin," lirih Nayla.


Syahila pergi ke dapur mengambil air minum, dia melihat Fatma yang mondar-mandir di dapur.


"Kamu kenapa Fatma?" Tanya Syahila. Fatma sangat terkejut dengan kehadiran Syahila.


"Aku takut ka ... kata orang sakit!" Rengek Fatma.


"Kok takut? Emang pernah nyoba?" Ledek Syahila.


"Kak ... beneran ini, aku beneran takut ... kak, kak Hilya ... sakit nggak?" Rengek Fatma.


"Kalo sesakit yang kamu bayangkan maka ini tidak pernah ada!" Seru Syahila mengelus perut buncitnya.


"Ada apa ini? Mala-malam ribut di dapur!" Gerutu mak Ijum yang baru datang.

__ADS_1


"Kamu juga Fatma! Malam-malam begini masih disini!" Bentak Ijum.


Fatma pun segera pergi dari dapur dan masuk ke kamarnya. Fatma masih ragu untuk masuk atau tidak, namun berdiam di luar kamar hanya membuatnya dapat makian dari neneknya. Dengan perasaan yang tidak menentu, Fatma memasuki kamarnya.


Melihat Fatma yang terus menunduk Ba'im hanya tersenyum.


Ternyata kekhawatiran Fatma tidak terbukti, dia tersenyum kecil setelah menunaikan tugasnya sebagai seorang istri.


***


Pagi pagi Fatma berpapasan dengan Syahila di depan kamar mandi.


"Akh hem! Mandi basah ni yee," ledek Syahila.


Fatma hanya menunduk di bercadai oleh Syahila.


"Fatma ... sakit?" Tanya Syahila.


Fatma tidak menjawab, Dia langsung kabur dari situ.


______


Kehamilan Syahila memasuki bulan kesembilan. Dia pun sudah mempersiapkan keperluan untuk menyambut kelahiran bayinya.


***


4 bulan sudah Syahila pergi, Rendra semakin kalut, kesabarannya pun habis menanti hasil pencarian yang tak kunjung ada kemajuan. Dia semakin Gusar mengingat sekarang kehamilan Syahila sudah memasuki usia sembilan bulan.


Effan terus membagi Foto Syahila di tiap rumah sakit yang ada di sekitar, dia yakin akan melihat Syahila di salah satu rumah sakit itu nanti. Karena Syahila hamil, pasti suatu saat Syahila akan mendatangi salah satu rumah sakit atau klinik bersalin saat ia akan melahirkan. Strategi Effan sungguh luar biasa.


Rendra pun sangat kagum dengan usaha Effan dalam mencari Syahila, walau belum membuahkan hasil sampai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2